Bersama Bebaskan Sungai dari Sampah

Bersama Bebaskan Sungai dari Sampah

  Sabtu, 26 March 2016 11:17
Edi Kamtono

Berita Terkait

Anak-anak bisa mandi di sungai dengan gembiranya tanpa harus khawatir terhadap sampah dan kuman yang ada di pinggiran sungai. Oleh: Edi Kamtono

PONTIANAK – Warga Kelurahan Benua Melayu Laut bersama beberapa komunitas dan bantuan dari Dinas PU, Dinas Kebersihan, Dinas Perhubungan, BPBD dan BLH bergotong royong membersihkan pinggiran Sungai Kapuas, Jumat (25/3) pagi. Dimulai pukul 07.00, kegiatan ini melibatkan warga Gang Irian hingga Gang Asean Jalan Tanjungpura Pontianak.

Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono ikut turun ke lokasi meninjau langsung dan mengoordinasi warga. Pada kegiatan bersih-bersih ini, menurut dia, warga menunjukkan partisipasi yang sangat tinggi untuk gotong royong. “Sebenarnya tinggal digerakkan saja,” tuturnya.

Ia melanjutkan, kalau misalnya dari kecamatan, kelurahan, komunitas dan semua SKPD turun bersama warga, ada suatu sinergisitas kebersamaan untuk menjaga pinggiran sungai dan parit akan bersih dari sampah.

Hal seperti ini harus terus digalakkan setiap ada kesempatan, seperti hari libur atau hari besar pada pagi harinya. Ia mengharapkan masyarakat akan terbiasa tidak buang sampah sembarangan di parit. Pihaknya juga sedang berupaya bagaimana caranya penyediaan bak sampah di pinggiran sungai.

“Ini belajar dari pengalaman. Betapa kita lihat sudah bersih sungainya, anak-anak bisa mandi di sungai dengan gembiranya tanpa harus khawatir terhadap sampah dan kuman yang ada di pinggiran sungai ini,” ucapnya, kemarin.

Ia mengimbau ke daerah lain untuk melakukan kegiatan bersih-bersih seperti hari ini dan dia juga akan turun langsung juga. Masyarakat bisa melihat dan merasakan nyamannya lingkungan jika sudah bersih. Inilah salah satu sinergisitas yang harus terus dibangun untuk menjaga Pontianak bebas sampah.

Menurut Ketua Gerakan Senyum Kapuas, Nizar Hartadi, kegiatan hari ini dilaksanakan dengan inovasi dari Kelurahan Benua Melayu Laut dengan tema “Sungaiku Bersih nan Indah” di tepian Sungai Kapuas. Kegiatan bersih-bersih ini dilaksanaan bersama Komunitas 1000 Guru Kalbar, Komunitas Explore Scenery Indonesia Kalbar, Forum Anak Kota Pontianak dan juga dari BPKOI Kota Pontianak.

Ia menekankan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas kualitas air sungai terutama masyarakat di pinggiran sungai kapuas untuk lebih menjaga air sungai yang mereka gunakan sehari hari. Diharapkannya warga juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan hari ini. “Karena kalau kita saja yang membersihkan tanpa mengajak mereka itu dirasa kurang maksimal karena ini lingkungan tempat mereka hidup,” ujarnya.

Kegiatan yang semula direncanakan akan dilaksanakan berteptandengan Hari Air Sedunia ini memang diundur dua hari. Karena hari air sedunia itu hari Rabu, diputuskanlah untuk dilaksanakan hari jumat yang bertepatan dengan hari liburnya sehingga teman-teman dari komunitas lain bisa ikut. Karena komunitas lain juga memiliki rutinitas masing-masing seperti berkuliah.

Sebagai mitra Kelurahan Benua Melayu Laut untuk kerja sama, GSK menurunkan 7 orang anggotanya. Ini merupakan aksi kedua. Sebelumnya dilakukan di Pelabuhan Sheng Hie dua minggu yang lalu. Kegiatan ini merupakan program kelurahan benua melayu laut yang memang rutin diadakan. Aksi selanjutnya akan dilaksanakan di café kamboja. “Jadi sepanjang pinggiran sungai kapuas yang masuk ke dalam daerah kelurahan benua melayu laut kita akan bersihkan untuk meningkatkan kualitas air sungai,” ungkapnya Nizar.

Kelurahan Benua Melayu Laut, Lestari, mengatakan kegiatan hari ini hasil kerja sama SKPD di Kota Pontianak: BPBD, Dinas Kebersihan Kota, Dinas Pu Kota, BLH, Camat, Lurah dan semua komunitas, Babinkamtibmas, dan Babinsa. Ini semua dilaksanakan untuk merealisaasikan inovasi kelurahan BML, dan juga misi pak wali untuk membuat pontianak bersih dari sampah, di sungai dan daratan. Dilaksanakan per dua minggu.

Ia tergerak untuk mencanangkan inovasi ini setelah melihat kondisi sampah yang memperihatinkan. Diakuinya, inovasi ini sempat di pertanyakan oleh lurah-lurah yang lain. Banyak yang mengatakan sampah itu akan selalu datang kembali karena arus sungai. Tapi pihak kelurahan berusaha semaksimal mungkin mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.

Ibu Lurah Lestari juga berterima kasih sekali dengan dinas-dinas yang sudah membantu. Bahkan BPBD sampai menurunkan speedboat-nya untuk membantu mengangkut sampah. Dinas kebersihan ada dua truk sampah, juga ada beberapa gerobak untuk memudahkan masyarakat membersihkan sampah. “hanya lewat Whatsapp, beliau-beliau ini langsung hadir mengapresiasi,” ujarnya puas.

Salah satu relawan, Yohannes (59) mengatakan dalam kegiatan seperti, sebagai relawan dirinya bekerjasama dengan warga setempat menanggulangi bencana sampah. “Dengan senang hati membantu demi mencegah banjir,” ucapnya.

Hendy Han (48), warga setempat menyambut baik invasi dari Kelurahan. Ia mengatakan jika ada kerja bakti atau hari libur mereka gerakkan bersama orang-orang setempat membersihkan lingkungan masing-masing secara giliran. “Awal 2016 ini sudah mendinganlah sampahnya,” ungkap Hendy.

Camat Pontianak Selatan, Yuni Rosdiah mengutarakan, di Pontianak Selatan pihaknya menggerakkan semua yang berkompeten di daerah ini pasti melaksanakan kegiatan membersihkan di tepian sungai kapuas ini. “Setiap lurah sudah memiliki kegiatan masing-masing, jadi dari kecamatan tinggal memfasilitasi kegiatan itu,” katanya.

Sebelumnya Kepala BPBD Kota Pontianak, Aswin Taufik, mendukung penuh kegiatan bersih-bersih hari itu. Timnya bekerja sama dengan masyarakat supaya masing-masing instansi terkait saling mendukung. BPBD ikut membantu dari sepuluh relawannya.

“Jadi bencana itu memiliki jeda. Di antara jeda bencana itulah kita lakukan aksi sosial seperti ini. Kita juga berusaha sebisa mungkin untuk mencegah bencana itu. Kita support supaya spirit tangguh kita tetap ada. Jangan hanya ketika ada bencana saja kita turun membantu,” tutur Aswin.(mif)

Berita Terkait