Berpuasa Ramadan dan Kesehatan

Berpuasa Ramadan dan Kesehatan

Minggu, 3 July 2016 13:00   820

ADA pesan singkat elektronik yang menyinggung tentang pengaruh berpuasa (Ramadan) pada kesehatan. Berikut potongannya: “Mungkinkah di kolom ini diunggah hasil penelitian  tentang berpuasa dihubungkan dengan kesehatan?”

Terima kasih disampaikan kepada ibu pengirim pesan singkat ini. Seperti pesan-pesan singkat yang lainnya, pesan yang terakhir ini juga membuat sajian tetap ‘terkini’. Kebetulan, bulan ini adalah bulan Ramadan (Puasa).

Mohammad Hossein Rouhani dan Leila Azadbakht, dari universitas Isfahan Medical Sciences, Iran, (2014) merangkum 21 penelitian (2009-2014) tentang pengaruh berpuasa pada kesehatan di antara 531 laki-laki dan 299 perempuan. Ditemukan bahwa puasa dapat menurunkan berat badan walaupun beberapa bulan kemudian meningkat lagi. Membandingkan kondisi sebelum dan setelah puasa, ditemukn ada penurunan kolesterol dan triglisida di kalangan laki-laki. Di kalangan perempuan justru terjadi peningkatan kadar lipoprotein. Mereka juga menemukan, imunitas baik laki-laki maupun perempuan yang berpuasa meningkat.

Khusus terkait dengan berat badan setelah berpuasa Ramadan, pada tahun 2012, Behnam Sadeghirad, Mohammad J Zahedi  dan  Shahrzad Motaghipisheh, dari Universitas Medical Science Kernan - Iran, Fariba Kolahdooz dari Inversitas  Alberta, Edmonton - Kanada, dan Ali A Haghdoost dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, London, memeta-analisis 35 penelitian (19 di antaranya dilakukan di Asia Barat) tentang pengaruh puasa Ramadan pada berat badan. Ditemukan bahwa setelah puasa ramadan berat badan rata-rata turun sebesar 1.24 kg.

Pada tahun 2009, Michelle A. Palmer (Universitas Griffith);  Sandra Capra (Universitas Queensland) dan  Surinder K. Baines (Universitas Newcastle) –Australia merangkum hasil 25 penelitian  tentang hubungan antara frekuensi makan, berat badan dan kesehatan. Ditemukan bahwa frekuensi makan tidak berasosiasi dengan berat badan dan kesehatan.

Kul, S., Savaº, E., Öztürk, Z, A dan Karadað G., 2014, mengajukan pertanyaan: Does Ramadan fasting alter body weight and blood lipids and fasting blood glucose in a healthy population? Mereka mengumpulkan 30 penelitian yang relevan. Ditemukan, setelah puasa Ramadan, lipoprotein  dan glukosa puasa menurun baik di kalangan laki-laki maupun perempuan. Tetapi, kolesterol, berat badan dan triglisidadi kalangan  perempuan yang berpuasa Ramadan tidak berubah. Sebaliknya, HDL-nya meningkat. Di kalangan laki-laki yang berpuasa Ramadan, kolesterol, berat bada, triglisida, dan HDL-nya menurun.

Imtiaz Salim, Jassim Al Suwaidi, Wissam Ghadban, Hani Alkilani, dan Amar, M., dari Hamad Medical Corporation, Doha, Qatar, 2013 merangkum 31 penelitian yang terbit 1980-2012 tentang pengaruh puasa Ramadan pada pasien cardiovascular akut (11) dan pasien diabet (19). Ternyata puasa Ramadan tidak berpengaruh secara signifikan pada kondisi pasien cardiovascular akut. Tetapi, sebaliknya, lipid profile penyandang diabet memburuk. Mereka menyimpulkan bagi para pasien cardiovascular akut, pada umumnya, dapat menjalani puasa Ramadan tanpa gangguan yang berarti tetapi bagi penyandang diabet sebaiknya dipantau dengan cermat.

             

Nicola Luigi Bragazzi dari Universitas Genoa - Italia, 2015, merangkum hasil enam (6) penelitian pengaruh puasa Ramadan di kalangan penyandang gagal ginjal. Ditemukan bahwa tingkat filtrasi glomerular, selama berpuasa Ramadan, tidak berubah secara signifikan. Karena itu para penderita gagal ginjal dimungkinkan untuk berpuasa Ramadan tanpa gangguan yang berarti.

Profesor Shahid Athar, M.D., dari Universitas Indiana – AS, menyatakan bahwa selain efek psiologis yang menyehatkan tubuh, berpuasa Ramadan juga mempunyai efek psikologis yang menyehatkan jiwa.  Orang yang berpuasa Ramadan  akan meningkatkan kesabarannya sehingga rasa damailah yang menebar ke sekitarnya. Berdoa secara khusus di malam hari juga sangat bermanfaat. Doa-doa malam itu akan meningkatkan energi positif. Puasa Ramadan akan semakin mendekatkan manusia dengan Tuhan. Berpuasa sungguh bermanfaat baik bagi jasmani maupun rohani. Selamat meneruskan berppuasa hingga di dari Lebaran, Mohon maaf lahir dan batin.**

 

Leo Sutrisno