Berplat Luar, Aptrindo Dukung Pelarangan Fuso

Berplat Luar, Aptrindo Dukung Pelarangan Fuso

  Jumat, 29 July 2016 11:12
Retno Pramudya

Berita Terkait

PONTIANAK - Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kalimantan Barat, Retno Pramudya mendorong wacana Pemerintah Kota Pontianak terkait larangan masuk truk fuso di wilayah Pontianak.

Dikatakan Retno, truk fuso yang beroperasi di Pontianak berasal dari Pulau Jawa dan berplat luar, sehingga tak ada sumbangsih pajak untuk Kalbar.

“Jika wacana Pemkot Pontianak menertibkan atau mengatur pengoperasian truk fuso yang mengangkut barang dari eks kapal roro, Aptrindo mendukung kebijakan tersebut.” jelasnya, Kamis kemarin.

Dijelaskan Retno, pengoperasian fuso di Kalbar khususnya di Pontianak kurang lebih 10 tahun. Kendaraan besar ini datang menggunakan kapal roro dengan membawa bermacam barang. Perlu diketahui, sebagian besar kendaraan luar Kalbar ini berplat nomor polisi luar Kalbar.

Wacana Pemkot Pontianak akan mengatur pengoperasian truk fuso didukung Retno. Menurut dia, alasan pemerintah melarang pengoperasian fuso karena kontruksi jalan di Pontianak tak mampu menahan memang benar. “Rerata kapasitas truk fuso 25-30 ton. Kami dari Aptrindo mendorong dan minta agar pemkot menertibkan pengoperasian fuso,” jelasnya.

Dijelaskan dia, sebenarnya kendaraan fuso merupakan kendaraan angkutan antarpulau. Bukan kendaraan yang beroperasi di dalam kota. Kalaupun pengoperasiannya di Pontianak, ia berharap fuso tak lagi mondar-mandir di jalan padat. Cukup dari gudang ke gudang atau depo wilayah Kalbar.

“Dengan beroperasinya fuso, juga merugikan truk kecil. Mereka juga menggunakan bahan bakar subsidi Kalbar, tetapi pajak kendaraan yang dibayarkan ke Jawa. Makanya perlu dibuat aturannya,” terangnya. 

Kalau menurut dia, Fuso boleh melintas di Pontianak tetapi waktu pengoperasiannya malam hari saja. Untuk distribusi harus ada pos-posnya. Nanti untuk distribusi ke pasar atau beberapa tempat bisa menggunakan truk kecil. Dengan begitu tak menganggu ketertiban dan keamanan lalu lintas. 

Kejadian truk fuso tumbang di Pal V beberapa waktu lalu bisa jadi pelajaran agar tak terulang kembali. Selain bermuatan besar, beberapa fuso juga dimodifikasi di bagian belakang hingga panjang 8 meter. Jika beroperasi akan membuat jalan macet. “Mereka (fuso) juga tidak koordinasi dengan kita. Kan kasihan sopir lokal. Sedangkan kita tak bisa membatasi mereka. Makanya kita dorong upaya penertiban fuso,” terangnya.

Sebelumnnya Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi mengatakan, wacana pelarangan truk fuso masuk Pontianak akan segera di bahas bersama pihak terkait. Kontruksi jalan Pontianak dianggap belum mampu menahan beban truk fuso jadi perhatian utamanya. Utin juga bilang, sumbangan inflasi dari kendaraan bermuatan besar tak terlalu berpengaruh.(iza)

Berita Terkait