Berlibur Sembari Mengedukasi

Berlibur Sembari Mengedukasi

  Senin, 16 May 2016 09:37
GOES TO LEMUKUTAN: Selain berwisata menikmati panorama bawah laut Lemukutan, HiLo Green Community juga memberikan edukasi tentang lingkunan hidup kepada masyarakat setempat khususnya anak-anak.

Berita Terkait

​Pulau Lemukutan merupakan salah satu pulau yang berada di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Beberapa tahun belakangan ini, Pulau Lemukutan terkenal dengan pesona bawah lautnya. Sehingga Pulau Lemukutan menjadi objek wisata snorkeling dan diving yang patut dituju. Berbagai wisatawan lokal dan mancanegara pun berbondong-bondong mengunjungi Pulau Lemukutan. Unfortunately, karena banyaknya wisatawan yang berkunjung dan kurangnya penyuluhan kepada masyarakat setempat menyebabkan banyak sampah bertebaran. Hilo Green Community (HGC) pun aware dengan masalah ini, sembari menikmati keindahan bawah laut Lemukutan mereka pun mengedukasi masyarakat di sana tentang lingkungan hidup.

By: Indry Agnesty

Melalui agenda tahunan Explore Exotica Borneo, HiLo Green Community berkesempatan untuk berlibur dan mengedukasi masyarakat Pulau Lemukutan mengenai lingkungan hidup. Kegiatan ini diadakan pada bulan Februari 2016. Terdapat 13 anggota Hilo Green Community yang mengikuti kegiatan yang diadakan selama 4 hari 3 malam ini. Pulau Lemukutan ini nggak memiliki penginapan umum tetapi hampir tiap rumah penduduk setempat bisa menjadi homestay para wisatawan. Tentunya dengan menginap di rumah penduduk akan membuat wisatawan merasakan langsung kearifan lokal.

Selama 2 hari pertama para greeners (anggota HGC, red) menghabiskan waktu ber-snorkeling ria di Pulau Lemukutan. Keindahan terumbu karang dan ikan-ikan hiasnya berhasil memukau mereka. Apalagi kejernihan air laut yang masih biru juga menjadi daya tarik utama dari Pulau Lemukutan. Tetapi keindahan tersebut sedikit ternodai saat ombak besar menerjang karena akan ada banyak sampah yang terlihat di balik ombak.

Masalah sampah di Pulau Lemukutan diakibatkan oleh kurangnya penyuluhan terhadap masyarakat setempat. Apalagi masyarakat Pulau Lemukutan juga memiliki local wisdom yang nggak memperbolehkan mereka untuk membakar sampah. Sehingga biasanya mereka akan membuang sampah langsung ke laut. Tentunya, sampah yang dibuang ke laut akan merusak ekosistem laut. Nggak jarang ditemukan sampah plastik di dalam perut ikan.

Prihatin dengan keadaan Pulau Lemukutan, Hilo Green Community memberikan peyuluhan kepada masyarakat setempat. Para greeners ini mengajarkan pengelolaan sampah dan pembuatan pupuk kompos. Agar masyarakat nggak membuang sampah ke laut, para greeners menyarankan masyarakat untuk menimbun sampah dalam tanah atau menjadikan sampah sebagai pelapis saat menyemen dinding bangunan.

Selain mengedukasi masyarakat, Hilo Green Community juga turut menghibur anak-anak. Mereka memberikan bimbingan belajar gratis setiap sore dan mengadakan pentas seni saat malam terakhir kunjungan mereka. Absolutely, rangkaian kegiatan ini merupakan wujud terima kasih mereka atas sambutan hangat dari masyarakat Pulau Lemukutan.**

Berita Terkait