Berkas Perkara Penyelundupan Sabu Dilimpahkan

Berkas Perkara Penyelundupan Sabu Dilimpahkan

  Rabu, 14 September 2016 09:50
RILIS KASUS: Direktorat Narkoba Polda Kalbar merilis kasus narkoba yang telah diungkap. Dua tersangka yang telah masuk tahap P21 dihadirkan di depan wartawan. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Berkas perkara tersangka penyelundupan sabu asal Malaysia dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pontianak. Hal itu diungkapkan AKBP Sigit Dedi Wakil Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar, kemarin.

Berkas perkara yang dilimpahkan diantaranya tersangka KS alias A, MR (Malaysia), dan MS dengan barang bukti 5,12 kilogram asal Malaysia.

"Berkas perkara ketiganya dinyatakan lengkap dan telah dilimpahkan tahap II di Kejaksaan Negeri Pontianak," kata Sigit.

Menurut Sigit, tiga tersangka tersebut melanggar pasal 112 ayat 2, pasal 113 ayat 2, pasal 132 ayat 2 Undang Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.

Ketiganya ditangkap berdasarkan kerja sama antara Direktorat Narkoba Polda Kalbar dengan petugas Bea Cukai Entikong pada 1 Mei 2016, dimana tersangka menyelundupan sabu seberat 5,12 kilogram menggunakan Bus Eva dari Entikong nopol QAV755 jurusan Kuching (Malaysia) tujuan Pontianak.

Modus penyelundupan yang dilakukan tersangka dengan mengemas sabu bersama beberapa paket kosmetik yang dikemas di dalam sebuah koper atau false compartment di ruang toilet bus. 

Terbongkarnya aksi penyelundupan barang haram ini bermula dari kecurigaan petugas saat melakukan pemeriksaan barang melintasi Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB). Pada saat bersamaan, petugas melihat ada sesuatu yang aneh pada bus tersebut. 

Petugas mendapati pintu toilet bus dalam keadaan terkunci. Melihat kejanggalan itu, petugas kemudian mendobrak pintu toilet dan melakukan pemeriksaan. 

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan dinding palsu di dalam toilet bus yang didalamnya kedapatan adanya barang import berupa ratusan packs komestik dan sparepart sepeda motor dan barang barang lainya yang tidak dilaporkan kepada petugas bea dan cukai.

Hasil pemeriksaan juga ditemukan lima kantong plastik kemasan teh asal Malaysia yang setelah dibuka berisi terdapat butiran kasar bening dengan berat bruto 5,15 kilogram. "Setelah dilakukan pengujian dengan narkotest kit, terbukti sebagai methamphetamine," kata Saifullah. 

Petugas mengamankan tiga orang diantaranya MR yang merupakan warga negara Malaysia sekaligus pemilik kosmetik dan sabu, Japar yang merupakan sopir bus, dan Frans Darsono, sopir cadangan. "Ketiganya telah kami tetapkan sebagai tersangka, karena diduga melanggar undang undang kepabeanan," jelasnya.

Tak hanya sampai disitu. Untuk mengetahui siapa pemesan barang haram ini, pihak Bea dan Cukai berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba Polda Kalbar untuk mengembangkan penyelidikan tersebut.

Dari hasil interogasi terhadap tersangka yang sudah diamankan sebelumnya, paket sabu tersebut akan diambil oleh seseorang bernama Safei di Terminal Bus International Pontianak pada hari Senin (2/5) sekitar pukul 06.30.

Safei kemudian berhasil ditangkap saat hendak mengambil barang tersebut dari bagasi bus dan berencana akan memindahkannya ke pos pengamanan yang ada di dalam komplek terminal.

Berdasarkan hasil interogasi mengenai kepemilikan barang, Safei mengaku, barang tersebut akan diserahkan kepada Khun Seng alias Aseng. Gerak cepat petugas melacak keberadaan Aseng membuahkan hasil. Aseng ditangkap di rumahnya yang beralamat di Jalan Tanjung Pura Gang Kedah, Kelurahan Benua Melayu Darat, Pontianak Selatan.

Dari kasus tersebut, polisi telah menahan lima orang, tiga di antaranya ditangkap petugas Bea Cukai di Entikong, sedangkan dua lainnya merupakan hasil pengembangan pihak kepolisian.

Selain berkas perkara ketiga tersangka tersebut, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar juga melimpahkan berkas perkara tersangka lain, yakni Urai Erik dan Erix Andri Yanto warga Sambas.

Keduanya ditangkap berikut barang bukti sebanyak 4, 8385 gram di depan ruko tepi jalan Parit Baru Desa Siaga Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas.

Selain mengamankan barang bukti sabu, polisi juga mengamankan sepeda motor sebagai sarana. (arf)

Berita Terkait