Berkah Rezeki dari Salon Muslimah

Berkah Rezeki dari Salon Muslimah

  Rabu, 9 December 2015 08:28
MINIM PESAING : Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak, peluang bisnis salon muslimah sangat menjanjikan. Potensi pasar sangat besar, terutama perempuan berjilbab, lantaran menawarkan privasi saat mereka merawat rambut dan tubuhnya. FOTO MARSITA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Salon-salon kecantikan tumbuh subur di Kota Pontianak. Tingginya kesadaran wanita untuk merawat penampilan, baik dari luar maupun dalam, semakin mendukung perkembangan usaha ini. Tak terkecuali salon khusus perempuan. Peluangnya cukup besar tetapi pesaing masih minim.Oleh : Marsita Riandini

Tampil cantik, wangi, segar dan menarik menjadi keinginan banyak wanita. Ada yang ingin memanjakan diri, ada pula yang memang ingin memanjakan para suaminya. Tak peduli berjam-jam waktu yang dihabiskan untuk perawatan kecantikan, tak soal biaya yang dikeluarkan cukup besar. Terpenting hasil yang didapat memuaskan. Tak semua wanita senang memanjakan dirinya di setiap salon kecantikan. Terutama bagi mereka yang sudah menikah, ditambah lagi sudah mengenakan hijab. Hilir mudik para pria yang masuk ke salon tentu mengganggu. Itulah kenapa banyak dari mereka yang memilih ke salon khusus perempuan. Tentu ini bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Berkembangnya tren wanita berhijab tentu semakin membuat salon kecantikan khusus perempuan dilirik. Apalagi di Kota Pontianak, salon khusus perempuan masih sedikit.

Leni Lindiawati telah membuktikannya. Kini dia telah memiliki dua rumah cantik muslimah yang diberi nama Baiti Ummi. “Saya membuka usaha ini sejak tahun 2011 di Jalan Hasanuddin, Sungai Jawi. Terus berkembang dan banyak pelanggan yang datang dari arah pusat kota, saya pun menambah satu cabang di Jalan Perdana,” ucap dia.

Mendirikan salon khusus perempuan ini, bukan tanpa tantangan. Awalnya dia sempat ditentang oleh sahabatnya. “Awalnya ditentang karena kawan saya bilang, akan sulit cari pelanggan, kecuali salon gabung. Tapi saya bismillah saja. Saya coba hingga akhirnya terus berkembang sampai sekarang,” jelasnya.

Sebenarnya ada alasan khusus kenapa Leni mendirikan salon khusus perempuan. Hal ini berawal dari pengalamannya yang merasa risih bila melakukan perawatan di salon yang juga menyediakan fasilitas perawatan untuk pria. “Terasa kurang bebas, risih. Kalau kembanan itu pas ada laki-laki yang masuk jadi tidak tenang,” ucapnya. Leni saat ini telah memiliki 14 orang karyawan. Setiap harinya dia hanya mengontrol kinerja karyawan tanpa harus turun tangan. “Kami itu menyediakan beragam perawatan, mulai dari rambut, wajah, perawatan badan dan lainnya,” tambahnya. 

Setiap hari, pengunjung yang datang bervariasi. Paling ramai menjelang libur, seperti hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Para pengunjung yang datang juga beragam, ada yang ibu rumah tangga, pekerja kantoran, hingga guru. Bahkan banyak pula yang memintanya untuk membuka usaha ini di setiap kabupaten kota. “ Ada keinginan seperti itu, tapi saya fokus di dua tempat ini dulu. Kalau sudah berkembang, dan tenaganya juga ada baru saya buka cabang lagi. Kalau pun tidak yang mungkin franchise saja,” timpal dia.

Untuk memulai sebuah usaha, maka Leni mengatakan harus didukung dengan kemauan. Pandai-pandailah melihat peluang. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. “Modal itu juga penting, tetapi tidak selalu harus besar. Usahanya disesuaikan dengan modal saja. Bahkan bila memungkinkan bisa pula menerima jasa perawatan ke rumah-rumah,” papar dia.

Tahap awal sebaiknya gunakan karyawan secukupnya saja. Bila memungkinkan, lanjut Leni untuk mengurangi pengeluaran anggaran untuk gaji karyawan, Anda sendirilah yang terjun langsung membantu. Mengusung tema muslimah, Leni juga memilih tidak menyediakan jasa rebonding, lantaran pro kontra yang berkembang di masyarakat. “ Lebih baik menghindarinya, makanya saya tidak menyediakan jasa rebonding,” ujarnya.

Tak Sekedar Treatment
Sebagai rumah cantik muslimah, kebanyakan pelanggan adalah para muslimah. Meskipun Leni mempersilahkan setiap wanita, dari agama apapun menggunakan fasilitas perawatan kecantikan yang disediakan. Tak hanya perawatan saja, Leni juga kerap memberikan informasi seputar kesehatan dan perawatan kecantikan melalui buku, majalah, dan artikel yang bisa pengunjung baca. “Mereka yang datang tak sekedar cantik, tetapi juga menambah wawasan dengan membaca buku-buku ataupun tulisan tersebut,” ucapnya.

Khusus pelanggan muslimah, Leni juga menyediakan tulisan hadist dan ayat yang dimasukkan kedalam bowl. “Mereka yang datang bisa mengambil tulisan tersebut yang kami gulung. Ketika membukanya, mereka akan mendapatkan hadis atau pun terjemahan ayat Al Quran. Harapannya ketika sudah membacanya, bermanfaat bagi dia,” pungkasnya.

 

Berita Terkait