Berkah Kue Keranjang, Saat Imlek Datang , Banjir Pesanan, Hingga Luar Kalimantan

Berkah Kue Keranjang, Saat Imlek Datang , Banjir Pesanan, Hingga Luar Kalimantan

  Selasa, 9 February 2016 11:02
PRODUKSI BERTAMBAH: Ng Sin Phin, pemilik pabrik Kue Keranjang “Sau Chong Moon Cake” ini selalu kebanjiran pesanan menjelang imlek. Pesanan bahkan datang dari luar pulau Kalimantan. FAHROZY/PONTIANAK POST

Kue keranjang merupakan makanan yang harus ada saat merayakan Imlek. Dipercaya, bagi yang mengkonsumsi kue berwarna merah ini, keluarganya akan selalu dalam keharmonisan. Tentu saja, setiap menjelang Imlek. FAHROZI- Singkawang

USAHA pembuatan kue keranjang panen rejeki. Lantaran pemesanan dipastikan meningkat dibanding hari-hari biasa. Seperti Pabrik kue keranjang "Sau Chong Moon Cake" di Jalan Pastoran, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat. Pabrik ini harus menambah jam produksi alias lembur untuk memenuhi meningkatnya pesanan kue keranjang saat Imlek datang.Di hari biasa, Apin mulai memproduksi sekitar pukul 07.00 WIB hingga sore. Namun jelang Imlek, sampai dengan tengah malam, sekali produksi.

Bahan baku utama (matang), yakni tepung beras ketan lebih dari satu ton. Sementara di hari biasa dibawah jumlah tersebut. "Produksi matang dihari biasa sekitar 1 ton. Jelang Imlek, produksi lebih dari 1 ton. Jadi karyawan harus lembur," kata kata Owner Sau Chong Moon Cake, Ng Sin Phin yang akrab dipanggil Apin (45). Berbagai ukuran kue keranjang pun dibuatnya bersama belasan karyawan yang ada. Mulai dari setengah hingga 10 kilogram. Dan itu bukan saja untuk memenuhi kebutuhan maupun pesanan dari Singkawang. Tetapi juga ke luar pulau Kalimantan. Diantaranya ke Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. "Pesanan yang dikirim, setiap hari sekitar ratusan kilo. Pengirimannya melalui jasa ekspedisi pesawat," kata Apin.

Perkilonya, Apin mematok harga Rp25 - Rp26 ribu. "Kalau kue keranjang, untuk penjualannya sesuai beratnya. Dan yang paling laku biasa setengah hingga satu kilogram," katanya.Selain kue keranjang, Apin juga memproduksi aneka jenis dodol. Diantaranya dodol kribang, kacang hijau, pepaya, labu, ketan hitam, dan durian (jika musim durian). Bahan-bahan untuk pembuatan dodol pun didapatkan dari petani-petani di Kota Singkawang. "Kalau untuk aneka dodol, sekarang ini masih untuk penuhi permintaan lokal," katanya.

Meningkatnya pesanan kue keranjang ditempatnya, biasa terjadi satu minggu jelang Imlek. Namun ada juga pesanan sudah jauh-jauh hari, jika jumlahnya banyak. Selain melayani pemesanan, Pabrik kue keranjang "Sau Chong Moon Cake" di Jalan Pastoran, juga ramai didatangi para pembeli. Bahkan beberapa pejabat pemerintahan  maupun dari kepolisian sering datang untuk langsung membeli aneka kue dan dodol di tempat usahanya.

Warga yang merayakan Imlek, Lip Siong mengaku pada hari tersebut ada tradisi kumpul keluarga. “Anggota keluarga yang tinggal di luar Singkawang, pada saat Imlek kembali ke rumah orang tuanya. Ada sebuah tradisi dimana sore hari adalah waktu yang baik berkumpul dengan seluruh anggota keluarga," katanya.Saat kumpul inilah, waktu yang pas untuk menikmati kue keranjang. Dimana kue ini merupakan perlambang pemersatu seluruh anggota keluarga. “Ada makna yang terkandung dalam kue keranjang, dimana berbahan beras ketan sehingga bisa melekat, dan bentuknya akan selalu bulat, yang dipercaya apa yang ada di dalam kue keranjang akan membawa keutuhan bagi seluruh keluarga,” katanya.(*)