Beri Rasa Aman Bagi Pemudik

Beri Rasa Aman Bagi Pemudik

  Jumat, 1 July 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK-  Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menyiagakan lima ribu personel yang ditempatkan pada 53 pos pengamanan dan pos pelayanan selama Operasi Ramadniya Kapuas 2016. "Kami akan siapkan 5.000 personel, ditambah TNI dan instansi pendamping sehingga jumlah totalnya ada sembilan ribu," ujar Kapolda Kalbar Brigjen Pol Musyafak usai gelar pasukan Operasi Ramadaniya Kapuas 2016 di lapangan Jananuraga Polda Kalbar, kemarin.

Musyafak menjelaskan, pengamanan Lebaran 2016 ini dimulai 30 Juni hingga 15 Juli 2016 atau selama 16 hari. Menurutnya, Operasi Ramadniya sifatnya operasi kemanusiaan, dan mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan pembangunan semua pihak di Kalbar. 

"Target operasi, yakni menekan seminimal mungkin kecelakaan lalu lintas, berkurang korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, berkurang titik kemacetan, menciptakan kamtibmas masyarakat, serta memberikan rasa aman, nyaman kepada para pemudik Lebaran," katanya.

Polda Kalbar dalam melakukan Operasi Ramadniya Kapuas 2016 bekerjasama dengan instansi lintas sektoral dalam rangka menjaga kamtibmas di Kalbar, sehingga perlu dijaga yang telah baik dalam memperlancar arus mudik dan balik Lebaran.

Dalam Operasi Ramadniya Kapuas 2016, Polda Kalbar membentuk 53 titik pos yang terdiri dari sebanyak 33 pos pengamanan dan 20 pos pelayanan serta tiga pos terpadu. "Setiap pos disiagakan personil Polri maupun TNI. Khusus pos terpadu, selain TNI/Polri kami siagakan petugas lain, seperti pemadam kebakaran, petugas medis atau kesehatan dan beberapa pihak dari instansi pendamping lainnya," terangnya. 

Musyafak mengatakan, pengamanan tidak hanya dilakukan di dalam kota atau jalur mudik, seperti pelabuhan, terminal maupun badar udara, melainkan di kawasan perbatasan juga menjadi prioritas. "Untuk wilayah perbatasan kami perketat," tegasnya.

Menurut Musyafak, pihaknya telah menggalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 6,4 kg dan 39.736 butir ekstasi jenis happyfive dari Malaysia. "Kemarin kita ada nangkap kan? meskipun sebelumnya kebobolan. Jadi wilayah perbatasan tetap diperketat," sambungnya.

Sesuai dengan laporan, pos lintas batas resmi hanya ada tiga pos. Untuk itu perlu siapkan anjing pelacak untuk menunjang petugas di perbatasan. "Saat ini Bea cukai sedang menyiapkan kandangnya. Penciuman anjing pelacak cukup peka dibandingkan penciuman manusia," jelasnya.

Selain memperketat jalur perbatasan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menangkal radikalisme di Kalbar. "Di Kalbar alhamdulillah. Walaupun ada tim khusus dari Mabes Polri yang ditempatkan di sini, yang sifatnya silent untuk memantau kegiatan-kegiatan radikal. Dan ini sudah dilakukan koordinasi antara polri/TNI dan instansi terkait dalam rangka menangkal radikalisme di Kalbar," bebernya. 

Musyafak juga mengimbau kepada para pemudik Lebaran 2016 untuk tidak membawa perhiasan dan barang yang berlebihan karena akan membahayakan keselamatan pemudik tersebut. "Sebaiknya kalau mau mudik tidak menggunakan perhiasan yang berlebih karena bisa memicu orang lain untuk berbuat jahat kepada yang membawa perhiasan berlebihan tersebut," kata imbaunya.

Selain itu, menurut dia, para pemudik juga lebih mengutamakan keselamatan dengan mematuhi aturan berlalu lintas, tidak membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi, baik pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pengamanan angkutan lebaran semua lini ditingkatkan guna mencegah zero insiden. Di Kalbar sendiri, upaya itu juga digiatkan dengan melibatkan semua sektor untuk pengamanan jalur Udara, Darat dan Laut.

Pengamanan jalur darat, dimulai dari tes urine driver dan kelengkapan kendaraan. Apabila ditemukan kondisi kendaraan tidak laik, sanksinya tidak diperbolehkan jalan. Sanksi tegas lainnya, Dishubkominfo Kalbar juga memastikan, apabila ditemukan driver positif mengkonsumsi narkoba untuk menambah stamina sewaktu di jalan, perusahaanya akan dibekukan.

“Kalau kedapatan menggunakan obat terlarang, saya pastikan mobil  akan kami bekukan sementara, kalau itu sudah diketahui sebelumnya oleh perusahaan, kami saya akan minta dibekukan perusahaan, selanjutkan kepolisian yang akan menindaklanjuti,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika  Kalbar, Anthony Runtu belum lama ini.

Sanksi tegas ini diberikan,  lantaran menyangkut keselamatan penumpang. Diungkapkannya, ketika satu saja orang yang menggunakan obat terlarang ini, puluhan nyawa penumpang ditaruhkan. “Saya tidak mau sampai terjadi, gara-gara satu orang, kemudian membuat kendaraan tidak sampai pada tujuan,” tegasnya.

Begitu juga dengan kelaikan kendaraan. Apabila ditemukan kondisi kendaraan tidak dalam kondisi laik, mislanya ban, maka diancam tidak diperbolehkan jalan. “Lebih bagus tidak berangkat daripada tidak pernah sampai sama sekali. Jadi, lebih baik tunda satu hari, tetapi kemudian bisa sampai ke keluarga,” ungkapnya.

Untuk kelaikan kendaraan, Anthony juga sudah melakukan rapat koordinasi ke semua Kepala Dinas Kabupaten Kota yang mengeluarkan hasil Uji KIR. Dia meminta, apabila kendaraan tidak laik, tidak dibuatkan surat kelulusan.

Di Pelabuhan Dwikora, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak juga menyiapkan posko lebaran yang dibantu oleh intansi terkait, seperti KP3L, Dinas Kesehatan, BMKG, TNI dan lainnya.

“Untuk keamanan sendiri, dari TNI juga dikerahkan seluruhnya untuk pengamanan angkutan lebaran,” kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli, KSOP Pontianak, Miftakhul Hadi. (arf/gus) 

Berita Terkait