Berhenti jadi Karyawan, Pilih Jualan Bakmi

Berhenti jadi Karyawan, Pilih Jualan Bakmi

  Kamis, 7 April 2016 09:15
AKMIE KERING BOGITA : Eka Budi Hartanto, owner Bakmi Kering Bogita. Pria yang disapa Bogi ini harus 74 kali uji coba meracik cita rasa mie-nya yang berbahan baku sayur dan buah. RAMSES/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Bisnis yang berangkat dari hobi adalah hal yang menarik. Keuntungan pertama enjoy menjalaninya. Ini juga yang dialaminua Eka Budi Hartanto. Hobinya makan mie mengantarkanya menjadi pengusaha kuliner. 

Ramses L Tobing

BAKMI Kering Bogita namanya. Tempatnya di Jalan Merdeka Kota Singkawang. Tepatnya di depan Kantor Polisi Militer. Pemiliknya akrab disapa Bogi. Pria tinggi besar ini memang penggila kuliner bakmie. 

Terinspirasi dari Bakmie ala Chinese, membuat Bogi  dan istrinya harus bereksperimen sebanyak 74 kali, sampai akhirnya menemukan formula yang pas dan siap untuk dipasarkan.  “Hobi itu juga yang membawa saya mendalami ilmu kuliner di Universitas Negeri Semarang,” kata Bogi saat diwawancarai wartawan koran ini.

Sebelum membuka usaha kuliner sendiri, Bogi sempat merasakan bekerja di beberapa hotel dan restoran. Namun Bogi tak betah dan akhirnya memutuskan keluar dari pekerjaan. Dia lantas membuka usaha Bakmie kurang lebih dua tahun yang lalu bersama sang istri.

Menariknya mie yang buat oleh Bogi menggunakan bahan baku sayur dan buah. ada Empat varian warna mie yang sesuai dengan bahan baku yang digunakan. Mie hijau dari bahan Sawi. Mie yang Orange dari bahan wortel sedangkan mie yang Pink dari sari buah naga.  “Kami juga menyediakan mie original,” kata dia.

Bogi memastikan mie yang dibuatnya bebas pengawet sebab dia mengusung konsep konsep healthy mie. Apalagi mie yang dibuatnya hanya bertahan 14 jam. Jika mie tidak habis terjual maka akan diberikan ke orang lain. Baru esok harinya, Bogi kembali memproduksi mie. “Mie kami olah sendiri secara manual. Mie menggunakan sayur biasa, bukan sayur dan buah organik,” ujar dia. 

Semangkok bakmie sawi bogi dihargai Rp12 ribu. Harga yang sama juga untuk bakmi original, wortel dan buah naga. Bogi juga menjual bakmie menggunakan tambahan level dari satu hingga sepuluh. Level diberikan untuk konsumen yang suka tantangan pedas ketika memakan bakmie.

Meski promosi dilakukan hanya melalui media sosial dan mulut ke mulut ke mulut, Bogi bisa menjual kurang lebih 150 porsi. Omzet yang dikantongi pun cukup lumayan.

Bogi menilai perkembangan bisnis ini di Singkawang sangat bagus. Mengingat dirinya adalah pioner untuk kategori kuliner kreatif yaitu menyajikan mie dalam berbagai warna pilihan yang alami.
Apalagi Bogi belum memiliki saingan dalam bisnis ini. Kemudian diperkuat dengan promosi dan menjaga kualitas, produk Bogi semakin dikenal masyarakat, khususnya di Singkawang.

Menariknya lagi, Bogi memiliki konsumen khusus. Mereka adalah orang-orang yang gemar makanan sehat. Atas dasar itulah, Bogi membuat produk menggunakan bahan alami dari sayur dan buah.

“Untuk distribusi masih di Singkawang dan sekitarnya. Mungkin jika nanti semua sudah berjalan normal dan matang, baru kami akan ekspansi ke wilayah Pontianak, Sintang dan Ketapang,” terangnya.

Namun usaha yang dibangunnya tidaklah mudah. Jatuh bangun mendirikan usaha sudah pasti dialaminya. Kendala utama yang dihadapi tak jauh lari dari kata modal. Namun akhirnya dia mendapatkan investor yang mau menanamkan modal sehingga usaha ini bisa berjalan seperti sekarang dan dapat meraih omzet yang cukup lumayan dalam satu bulan.

Bagi Bogi tantangan itu tidak berhenti begitu saja. Justru kini ada tantangan lain yang dihadapinya. Di antaranya manajemen usaha dan karyawan. Kemudian tantangan untuk memasarkan produknya ke luar market yang lebih luas.

Sedangkan tantangan lain yang dihadapinya, Bogi harus selalu menciptakan inovasi dan kreasi baru dalam menu yang ditawarkan ke pengunjung. Ini harus dilakukan agar pengunjung tetap bertahan dan terus bertambah.

Bogi merasa, tantangan itu harus dituntaskan. Sebab dia tidak hanya ingin menjadi pedagang saja, akan tetapi seorang pengusaha.  “Saya ingin nantinya usaha ini bisa berjalan tanpa saya awas penuh,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait