Berharap Ritiro Miha Berhasil

Berharap Ritiro Miha Berhasil

  Sabtu, 9 April 2016 10:25
AC Milan vs Juventus

Berita Terkait

MILAN – Ada nada kepasrahan ketika allenatore AC Milan, Sinisa Mihajlovic, mengumumkan bakal melangsungkan ritiro atau retret selama sepekan di kamp latihan tim di Milanello, pasca kekalahan 1-2 dari Atalanta, Minggu lalu (3/4).

”Hanya inilah kesempatan yang kami punya,” kata Mihajlovic saat itu sebagaimana dilansir La Gazzetta dello Sport. ”Sebab, aku masih berbicara tentang masalah yang sama hingga 31 laga. Ini berarti kami benar-benar memiliki isu serius yang harus kami selesaikan,” terangnya.

Miha, sapaan akrab Mihajlovic, merasa bahwa ritiro ini harus segera dilakukan. Sebab, giornata ke-32 yang bakal berlangsung dinihari nanti, timnya bakal berhadapan dengan kandidat kuat scudetto, Juventus.

Ini menjadi momen untuk melihat seperti apa hasil retret yang diberlakukan Miha selama seminggu terakhir.

Dan tentu saja, Miha pun dituntut memberikan poin penuh bagi Milan. Karena jika sampai kalah, bisa jadi ini merupakan partai terakhir allenatore berkebangsaan Serbia itu bersama Rossoneri, julukan Milan.

Tidak hanya ambisi mereka dalam menembus zona Liga Champions buyar, posisi mereka yang merupakan slot terakhir Europa League, juga bisa tersingkir oleh Sassuolo yang hanya berselisih satu poin dari Milan.

Mampukah? Hmm... sepertinya sangat sulit untuk melihat Milan bisa menaklukan Juventus meski di depan ribuan pendukung mereka sendiri.

Itu jika melihat rapor Milan sepanjang Maret kemarin dimana mereka gagal menorehkan satu pun kemenangan.

Ditambah dengan hasil melawan Atalanta kemarin, maka total Milan telah melewatkan empat laga winless. Hanya memperoleh dua poin dari hasil dua kali seri.

Statistik itulah yang membuat CEO sekaligus Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani, marah besar ketika mengunjungi Milanello Senin waktu setempat (4/4).

Galliani tidak habis pikir. Pada 9 Januari hingga 27 Februari lalu, Milan mampu menorehkan sembilan laga tanpa terkalahkan (lima menang, empat seri).

Hasil itu semakin bertambah manis karena mereka mampu memberikan kejutan dengan menahan beberapa tim kuat.

Diantaranya AS Roma (9/1), dan Napoli (22/2) yang sama-sama ditahan imbang 1-1, serta menyingkirkan Fiorentina 2-0 (17/1), dan Inter Milan 3-0 (31/1). Namun, selepas kemenangan tipis 1-0 dari Torino (27/2), performa Milan langsung terjun bebas kala melawan tim yang secara kualitas berada dibawah.

Kekalahan Atalanta bisa menjadi contoh bagus karena skuad besutan Eduardo Reja itu berada di peringkat 12 klasemen sementara.

”Aku mencoba untuk menganalisis data yang kami miliki. Namun, aku masih tetap gagal memahami mengapa hal ini bisa terjadi selepas jeda internasional,” kata Galliani sebagaimana dikutip Colonna in Milan.

Rasa frustrasi Galliani itu bisa semakin memuncak karena Si Nyonya Tua, sebutan Juve, tengah menikmati 21 pertandingan tanpa terkalahkan.

Pasukan Massimiliano Alllegri itu menduduki capolista dengan 20 kemenangan dan hanya satu kali imbang 0-0 di kandang Bologna (19/2).

Diantara 21 laga itu, sepuluh diantaranya secara beruntun didapatkan Juve dengan status cleansheet, yang mengantarkan Gianluigi Buffon sebagai kiper tertangguh sepanjang masa Serie A dengan 974 menit cleansheet.

Galliani pun mengatakan bahwa Miha harus segera memberikan hasil bagus kali ini. Sebab, owner Silvio Berlusconi sudah mengantongi kandidat pelatih yang bakal menggantikan Miha diakhir musim setelah pertemuan segitiga dengan Galliani dan eks allenatore Milan selama dua periode, Arrigo Sacchi.

Selain mempertimbangkan arsitek Sassuolo Eusebio Di Francesco, harian Il Messaggero memberitakan nama mantan pelatih AS Roma, Rudi Garcia, juga masuk dalam pembahasan. Namun, Galliani mengaku masih memberikan dukungan kepada pelatih 47 tahun tersebut. ”Kami memilihnya. Karena itu, kami bakal terus bersama Mihajlovic,” jelasnya.

Miha sendiri dalam konferensi pers tadi malam (8/4), mengatakan bahwa dia sudah berusaha membenahi kelemahan utama Il Diavolo, julukan lain Milan. Yakni, faktor mentalitas.

Miha merasa bahwa timnya sering sekali kedodoran, terutama jika tim lawan berhasil menyamakan skor, atau bahkan unggul terlebih dahulu.

Seperti yang terjadi ketika dikandaskan Sassuolo (6/3). Sebelum gol pertama dari Alfred Duncan lahir, Milan begitu mendominasi dengan melakukan sembilan tembakan berbanding empat dari Sassuolo. Namun, setelah Duncan mencetak gol di menit 27, Sassuolo balik mendikte Milan dengan 11 tendangan, sementara Milan hanya bisa melakukan dua kali serangan.

”Dari sudut pandangku, ini tidak menyenangkan. Sebab, kami gagal mendapatkan konsistensi,” terang Miha sebagaimana dikutip Football Italia.

Apalagi, pada laga kali ini, Milan terancam tidak diperkuat kapten tim Riccardo Montolivo yang masih belum pulih dari cedera di paha kanannya setelah menjalani sesi latihan Selasa (5/4) serta Andrea Bertolacci akibat skorsing larangan bertanding.

Tanpa Montolivo, aliran serangan Milan terancam tidak stabil karena Juraj Kucka dan Andrea Poli bukanlah tipe conductor permainan. Karena itu, Keisuke Honda dan Giacomo Bonaventura bakal diharapkan untuk mendukung duet Carlos Bacca-Mario Balotelli dari sayap.

Lebih lanjut, Miha mengatakan bahwa dia siap jika nantinya kehilangan jabatan di San Siro. ”Namun, selama aku masih ada, aku bakal memberikan yang terbaik bagi tim,” janjinya.

Terpisah, attaccante Paulo Dybala kemungkinan besar tidak akan dibawa ke San Siro karena Football Italia melaporkan, Dybala kembali berlatih terpisah karena mengeluh tidak nyaman dengan otot kakinya pasca menang telak 4-1 atas Torino di Derby della Mole (20/3).

Posisi bomber Argentina itu bakal diisi oleh Alvaro Morata sebagai tandem Mario Mandzukic di lini depan.

”Melawan Milan selalu sulit bagi kami. Apalagi ketika di San Siro,” kata Morata sebagaimana dilansir Sky Sport Italia. ”Namun, kami harus menang agar peluang kami memastikan gelar bisa semakin besar,” lanjutnya. (apu)

Berita Terkait