Berharap Perekonomian Semakin Baik

Berharap Perekonomian Semakin Baik

  Selasa, 9 February 2016 09:29
SEMBAHYANG : Warga Tionghoa sedang sembahyang di Vihara Paticca Samuppada di Jalan WR Supratman, Senin (8/2). Warga Tionghoa bersembahyang disejumlah Vihara yang ada di Kota Pontianak saat hari pertama perayaan Imlek. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya berharap perekonomian di provinsi ini semakin baik pada Tahun Imlek 2567.“Tak hanya bagi masyarakat Tionghoa tetapi semua masyarakat Kalbar,” ujar Christiandy di sela-sela perayaan Tahun Baru Imlek 2567, Senin (8/2).

Perayaan Tahun Imlek 2567 di kediaman Christiandy dihadari berbagai kalangan, mulai dari jajaran Forkompinda Provinsi Kalbar, Forkompinda Kota Pontianak, Walikota Pontianak, Ketua DPRD Kota Pontianak, kepala satuan kerja perangkat daerah, hingga masyarakat. Semuanya membaur bersama.Menurut Christiandy, suasana perayaan Imlek berangsung meriah. Banyak yang merayakannya dengan kembang api. Kondisi ini menunjukkan kondisi perdagangan masyarakat di Kalbar lumayan baik.

“Pantauan dari kemarin malam khususnya Kota Pontianak suasana sangat meriah. Informasinya di Singkawang juga,” ungkap Christiandy.Christiandy mengatakan kemeriahan Imlek maupun even budaya lainnya menjadi aset wisata di Kalbar. Khusus budaya Tionghoa, tak hanya Imlek dan Cap Go Meh yang bisa menjadi aset wisata melainkan juga Ceng Beng. Saat Ceng Beng atau sembahyang kubur tersebut banyak wisatawan yang datang bahkan dari luar negeri.

“Setiap tahun menjelang Imlek tiket pesawat selalu penuh. Bahkan menjadi salah satu pendorong inflasi di Kalbar. Kondisi ini menggambarkan wisatawan tertarik untuk datang,” kata Christiandy.

Kedepannya, lanjut Christiandy, tantangan kedepan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari even budaya ke Kalbar harus dihadapi bersama-sama. Tak hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan juga pengusaha travel dan perhotelan untuk mengemas sektor wisata menjadi lebih baik lagi.

“Dalam setahun ada beberapa even budaya. Ini seharusnya menjadi peluang untuk sisi lain pertumbuhan ekonomi,” ujar Christiandy.

Sementara itu, Panitia Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2567 dari Yayasan Bhakti Suci (YBS) siap menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan even tahunan ini. Pihak penyelenggara akan bersinergi dengan Pemerintah Kota Pontianak, sekaligus mendukung misi kota sebagai smart city dan menyapa dunia.

“Intinya melalui perayaan Imlek da Cap Go Meh tahun ini pihak panitia siap mendukung Pontianak menuju Smart City dan Menyapa Dunia,” ungkap Ketua Panitia Imlek dan Cap Go Meh 2016, Sugioto (Rico).

Untuk itu dia berharap seluruh masyarakat dan semua pihak terkait siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan. “Bagaimana mau menyapa dunia jika tidak ada kerja sama yang baik, karena itu kami perlu dukungan penuh dari semua,” katanya.

Mengenai jadwal kegiatan secara rinci, dia menjelaskan akan dimulai pada tanggal 17 Februari mendatang. Yaitu pembukaan pekan promosi dan kuliner di sepanjang Jalan Diponegoro. Kawasan tersebut nantinya akan menjadi pusat acara perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini. Selain stan-stan kuliner dan pernak-pernik khas Kota Pontianak, di sana juga akan disediakan panggung hiburan rakyat seluas 8 x 10 meter.

Lalu pada 20 Februari ada ritual naga buka mata yang dipusatkan di Vihara Kwan Tie Bio Jalan Diponegoro. Setelah itu selama dua hari naga akan berkunjung ke instansi pemerintah dan para donaturnya. Puncaknya adalah saat perayaan Cap Go Meh pada 22 Februari, dimana akan ada pawai dan arakan naga. Terdiri dari dua sesi, rutenya untuk siang hari mulai dari sepanjang Jalan H Agus Salim, Gajah Mada, Jalan Pahlawan dan Jalan Tanjung Pura. Kemudian sesi kedua di malam hari, hanya untuk naga bersinar di sepanjang Jalan Gajah Mada.

Untuk tahun ini naga yang disiapkan panitia lebih banyak dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu hanya 12 ekor naga, tahun ini dipastikan ada 14 ekor naga dari 14 yayasan yang berbeda. Ditambah satu naga spesial, yaitu naga langit raksasa, dengan panjang 100 meter dan terbagi atas 36 sambungan. "Lalu hari terakhir pada 23 Februari seperti biasa akan dilaksanakan ritual naga tutup mata dan pembakaran naga," jelasnya.

Rico menilai, jika seluruh kegiatan bisa berjalan tertib, aman dan lancar, tentu para wisatawan yang datang ke Pontianak akan memberikan kesan positif. “Mereka akan menganggap Kota Pontianak cocok sebagai ladang investasi, karena mampu mengadakan even besar dan berjalan tertib dan aman,” pungkasnya.(bar)

Berita Terkait