Berharap Kepedulian Masyarakat

Berharap Kepedulian Masyarakat

  Selasa, 10 November 2015 08:45

Berita Terkait

Marrah (44 tahun) sedang asyik berbicara dengan suaminya di depan salah satu toko di kawasan Sungai Jawi Pontianak. Ia mengenakan rompi dari Dinas Kebersihan Kota Pontianak. Sang suami yang sudah lebih dari 60 tahun usianya ini memang kerap menemaninya. “Kalau dia tidak enak badan, ya saya jalan kaki,” ucapnya disamping sang suami yang sedang duduk di becaknya.

Saat itu ia sudah selesai menjalankan tugasnya menyapu di sekitar wilayah tersebut. Setiap harinya ia bangun pukul 04.00 wib. Sebelum bekerja, ia memasak terlebih dulu. Saat ini mereka tinggal di rumah anaknya. Dia juga memiliki tanggung jawab merawat 3 orang cucu dari salah satu anaknya yang pergi ke Malaysia.  Tak jauh beda dengan yang lainnya, saat menjalankan rutinitas pekerjaannya, Marrah kadang menemukan masyarakat yang asal saat membuang sampah. “Sampahnya itu tidak dimasukkan ke dalam tempatnya. Kadang kalau saya ketemu saya langsung bilang, tolonglah sampahnya dimasukkan, tapi kalau tidak ketemu ya mau gimana,” ujarnya. Daun-daun pepohonan yang mulai kering dan berguguran juga membuat kesulitan tersendiri baginya. Kadang tempat yang sudah disapu, ada lagi sampah dedaunannya. “Saat hujan juga kesulitan memungut sampahnya. Mau tidak mau mengambil sampah di cair-cair itu,” tandasnya.

Dia mengaku pekerjaan ini digeluti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pendapatan suaminya sebagai tukang becak tidak menentu. Kadang ada, sering pula tidak ada penumpang. “Suami saya ini khan dulunya tukang sapu juga, tetapi harus berhenti karena umurnya sudah tua. Jadi saya yang gantikan,” pungkasnya. (mrd)

Berita Terkait