Berharap Bisa Menikmati Listrik

Berharap Bisa Menikmati Listrik

  Rabu, 20 April 2016 10:00
MENGANYAM: Apai Janggut dan beberapa warga masyarakat Dayak Iban di Sungai Utik menjadikan anyaman rotan sebagai keseharian mereka selain berladang.

Berita Terkait

APAI Janggut berharap kediamannya telah mendapat penerangan listrik. “Mana, katanya tahun 2016 ini sudah masuk listrik, tetapi buktinya tidak ada,” kesalnya.

Sementara PLN sudah melayani sampai di Kampung Pulan (salah satu dusun dari Desa Batu Lintang) sejak lebih 5 tahun lalu, sementara jarak Pulan-Sungai Utik sekitar 3,5 Km. Kampung Mungguk dan Lauk Rugun sudah dilayani dengan PLTS (panel surya) berkapasitas 15.000 watt.

Mungguk dan Lauk Rugun merupakan bagian dari 7 kampung di Ketemeggungan Iban Jalai Lintang (termasuk Sungai Utik). Sehingga dari 7 kampung itu hanya Sei Utik yang belum dapat pelayanan penerangan oleh negara.

Tahun 2014 lau, di Sungai Utik telah dilakukan pemasangan listrik tenaga surya. Bantuan tersebut diperoleh dari program ENTER Nusantara (Energi Terbarukan) melalui kerjasama Greenpeace dan AMAN. Tetapi itu hanya terpasang pada bagian Ruai atau ruang pertemuan di rumah betang sejalan dengan sasaran utama program tersebut yaitu memberi penerangan di tempat umum seperti halnya ruang pertemuan. “Ini pun merupakan bantuan. Jika tidak, kami tetap gelap,” katanya.

Mendengar cerita Apai Janggut membuat saya terkesima. Selaiknya orangtua, Apai Janggut memberikan saya wejangan. Meskipun hanya beberapa jam di Rumah Panjang di Sugai Utik, saya merasa betah berada di sana, terlebih keramahan yang diberikan orang-orang di dalamnya.   (selesai)

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait