Berharap Bantuan Tepat Sasaran

Berharap Bantuan Tepat Sasaran

  Jumat, 8 April 2016 09:08
DATANG MELAUT: Sejumlah nelayan tengah menurunkan hasil tangkapan ikan di dermaga Pasar Rangga Sentap. Saat ini harga ikan merosot, sementara biaya melaut tetap mahal. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG - Ketua Forum Tempat Pelalangan Ikan (TPI) Rangga Sentap, Razi, mengatakan, selama ini perhatian pemerintah kepada nelayan masih kurang merata. Bantuan yang diberikan juga diberikan kepada kelompok tertentu. Sedangkan nelayan yang tidak memiliki kelompok tidak mendapatkan bantuan sama sekali pemerintah daerah.

“Selama ini masih banyak nelayan Ketapang belum membentuk kelompok nelayan. Jadi tidak pernah mendapat binaan ataupun bantuan alat tangkap nelayan seperti, pukat ataupun perahu nelayan,” katanya.

Dia menambahkan, bantuan alat tangkap nelayan dari Pemerintah Daerah Ketapang sangat dibutuhkan. Mengingat hasil tangkapan nelayan selama ini belum maksimal. Sehingga dibutuhkan alat tangkap yang memadai dan berkualitas terbaik.

Ia mengharapkan, di tahun ini bantuan pemerintah untuk alat tangkap dan perahu nelayan bisa disalurkan kepada nelayan kurang mampu. Sehingga hasil tangkapan nelayan kurang mampu tersebut bisa meningkat dan menompang kehidupan keluarga. 

“Jika ada bantuan alat tangkap untuk nelayan, kami minta disalurkan tepat sasaran. Supaya bantuan alat tangkap ikan benar-benar bermanfaat bagi nelayan pinggiran,” harapnya.

Sementara itu, harga ikan di Pasar Tradisional Rangga Sentap, turun. Hal ini disebabkan melimpahnya hasil tangkapan ikan. Nelayan pun mengeluh karena kost untuk melaut tetap mahal.

Salah satu nelayan asal Kalteng, Soleh, mengatakan, saat ini harga ikan di pasar tradisional sedang melorot. “Pasaran ikan sekarang ini lagi murah. Tidak sesuai dengan biaya pengeluaran. Belum lagi solar mahal untuk berangkat melaut,” keluhnya, kemarin (7/4).

Ia mengatakan, memasuki ada saat-saat tertentu yang membuat harga ikan murah. Salah satunya dikarenakan tingkat pemasaran ikan yang lemah. Akibatnya, harga ikan tidak stabil di pasaran. “Harga ikan bandeng biasa dijual di kalangan tengkulak Rp12 ribu per kilonya,” jelasnya.

Sedangkan jenis ikan kualitas baik biasanya paling tinggi harga Rp20 ribu per kilogram. Semua hasil tangkapan ikan nelayan dijual langsung kepada tengkulak. “Hasil tangkapan ikan langsung dijual kepada pengepul yang datang kepada nelayan. Sehingga jenis ikan dibeli dengan harga yang cukup rendah,” jelasnya. (afi)

Berita Terkait