Berdayakan Warga Setempat

Berdayakan Warga Setempat

  Minggu, 3 April 2016 09:29
ARAHAAN: Gubernur Cornelis memberikan pengarahan di depan Kepala BKPM, Bupati Ketapang dan Site Manager PT WHW. istimewa

Berita Terkait

KETAPANG - Gubernur  Kalimantan Barat Cornelis meminta perhatian kepada managemen PT WHW agar memperhatikan masyarakat sekitar dalam pemberdayaan masyarakat sekitar, baik bidang penyerapan tenaga kerja maupun bidang perekonomian rakyat. 

“Tolong diperhatikan masyarakat, kalau mereka tak pandai kerja bagaimana dibuat pelatihan agar bisa kerja. Masa tukang batu pun dibawa dari Tiongkok,“ kata Gubernur.

Menurut Gubernur kalau memang pekerjaan itu bisa diberikan kepada masyarakat sudah sejogjanya diberikan kepada masyarkat. Tak hanya itu seperti halnya dengan warung-warung kecil Gubernur meminta agar pihak perusahaan memfasilitasi dengan menyediakan tempat di luar lokasi pabrik supaya masyarakat bisa berjualan.

Proyek investasi WHW  ini diingat Gubernur bukan investasi dalam jangka pendek satu atau dua tahun, tetapi dalam jangka panjang mengingat cadangan alumina bisa mencapai 150 tahun ke depan. “Apakah dengan jangka 150 tahun harus dengan konflik- konflik terus,“ ucap Conelis.

Dijelaskan Gubernur tujuan Pemerintah membangun pabrik agar bisa bermanfaat untuk rakyat, dengan menjaga hubungan harmonis saling menguntungkan bukan hanya keuntungan sepihak yang menikmati hasil pengelolaan sumber daya alam yang ada.

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis MH sempat menanyakan seluruh proses izin yang sedang berjalan. Dia memastikan semuanya beres mulai dari izin lokasi, amdal, pelabuhan,listrik dan lainnya. 

“Jangan sampai kepala BKPM yang setingkat menteri ini datang ke Ketapang ketika mau beroperasi tahu-tahunya ada masalah,“ kata Gubernur.

Senada dengan Gubernur, Bupati Ketapang Martin Rantan dalam sambutannya meminta kepadaWHW disamping menanamkan investasi untuk raih keuntungan kami juga berharap kearifan lokal dan tanggungjawab sosial diperhatikan. “Kami berharap pimpinan WHW ini bisa berbahasa Indonesia. Jangan kami saja kalau keluar negeri harus menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Mandarin,“ kata Bupati.

Hal ini disampaikan Bupati mengingat keberadaan pimpinan PT WHW yang setiap saat  berinteraksi sosial baik di lingkungan kerja maupun lingkungan masyarakat maka  diharapkan Dia para pimpinan harus bisa berbahasa Indonesia. 

Bupati  yakin dengan adanya sinergi Pemerintah baik pusat maupun provinsi kabupaten dan desa pengusaha serta masyarakat dan keberadaan investasi akan berjalan dengan baik dalam rangka memberikan nilai tambah untuk mewujudkan Kabupaten Ketapang yang maju menuju masyarakat sejahtera. (afi/ser)

Berita Terkait