Berburu Paket Wisata Liburan Akhir Tahun

Berburu Paket Wisata Liburan Akhir Tahun

  Jumat, 18 December 2015 07:44
Gambar dari Internet

Berita Terkait

Setelah aktivitas panjang selama setahun, banyak orang yang merencanakan untuk berpelesir di liburan tutup tahun ini. Berbagai jasa biro perjalanan wisata pun menggelar berbagai promo paket wisatanya, baik tujuan domestik maupun luar negeri.

Aristono, Pontianak

Masa liburan akhir tahun akan segera tiba. Selain libur Natal dan tahun baru, sekolah-sekolah libur pergantian semester. Pada masa ini banyak jasa biro perjalanan wisata menghadirkan berbagai promo menarik. Paket-paket tersebut dibikin semenarik mungkin untuk memancing minat para calon pelancong. Lebih-lebih saat ini pilihan tujuan wisata kian banyak, yang didukung maraknya penerbangan dari dan menuju Pontianak. Animo masyarakat kian tinggi.
Direktur Utama Duta Tour & Travel, Lukas misalnya menyebut pihaknya menggelar promo menarik untuk kunjungan ke luar negeri pada liburan akhir tahun ini. Promo tersebut meliputi paket wisata negara-negara di Asia Tenggara; seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan negara-negara lainnya. Pihaknya juga mengadakan paket tur ke destinasi wisata terkenal di Indonesia seperti; Bali, Yogyakarta, Bandung, Lombok, Jakarta, Surabaya dan lain-lain. “Kami punya promo untuk akhir tahun ini. Misalnya ke Genting, Malaysia untuk paket selama lima hari. Adapula paket ke Bangkok-Pattaya yang hanya US$780. Dan paket ke Singapura Explorer yang hanya U$350. Kami juga menyediakan paket-paket lain yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat costumer,” jelas dia.
Kendati demikian, tahun ini, kata dia, walaupun harga tiket pesawat tak semahal beberapa tahun lalu, permintaan akan perjalanan wisata ke luar negeri menurun. “Walaupun belum masuk ke puncak pemesanan, sepertinya akan turun dibanding tahun lalu. Turunnya bisa sampai 50 persen. Biasanya sejak awal Desember yang memesan sudah banyak, tetapi sekarang masih sepi,” ungkap Lukas.
Menurut dia, penurunan kunjungan ke luar negeri ini terjadi lantaran pengaruh kondisi perekonomian yang lesu sepanjang tahun 2015 ini. Banyak pelanggan Lukas yang mengalihkan tujuan liburannya ke kota-kota domestik, yang punya penawaran paket lebih menarik. “Konsumen lebih banyak memilih paket domestik dan bepergian ke kota yang dekat seperti Jakarta. Kalau pun ke luar negeri, paling yang masih stabil hanya ke Kuching, Sarawak saja karena dekat dan murah,” jelas dia.
Sementara itu, kota-kota yang dikenal sebagai pusatnya wisata domestik seperti Bali dan Yogyakarta, menurut dia, tidak terlalu mengalami penurunan. Namun belakangan ini harga paket wisatanya mulai mengalami kenaikan. “Permintaan ke dalam negeri memang masih seputar  Pulau Jawa, seperti Yogyakarta, Surabaya, Bandung dan lainnya. Itu pun harga juga sudah tinggi seperti ke luar negeri,” ucapnya.
Dia berharap, tahun depan perekonomian nasional, khususnya Kalbar bisa lebih menggeliat lagi. Sehingga permintaan paket wisata baik dari dan menuju Kalbar bisa lebih banyak lagi. Tak kalah penting dalam bisnis ini adalah nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Naik turunnya kurs sangat mempengaruhi hitung-hitungan keuntungan bisnis ini.

Asia Tenggara, Destinasi Favorit
Nadi Khatulistiwa Tour & Travel adalah salah satu biro perjalanan yang membuat paket wisata  ke luar negeri dan domestik di akhir tahun. Direktur jasa travel ini, Hefni AS mengatakan pihaknya memfokuskan diri pada rute domestik dan negara-negara Asia Tenggara. Menurutnya,  paket wisata ke Asia Tenggara lebih banyak peminatnya lantaran lebih terjangkau. “Paket tur ke dalam negeri seluruh Indonesia dan yang ada objek wisata. Tapi luar negeri tidak semua, hanya ada beberapa negara saja yang kami tangani, seperti Malaysia, Brunei, Thailand dan Singapura. Tapi kita tidak menutup kemungkinan ke Eropa dan Amerika karena ada mitra kerja yang mendukung perusahaan kita,” tukasnya.
Sementara itu, Risan Syakirin, pelaku jasa wisata dari Zahran Travel mengaku paling banyak permintaan adalah ke Malaysia, Thailand, dan Singapura. Negara-negara tersebut adalah destinasi favorit warga Kalbar yang berplesir ke luar negeri. Namun kunjungan ke Malaysia yang paling tidak terpengaruh oleh fluktuasi kurs mata uang dunia belakangan ini. “Hanya ringgit Malaysia saja yang masih stabil nilai tukarnya. Kunjungan ke Malaysia, terutama ke Kuching sampai saat ini belum terlalu terpengaruh,” pungkasnya. *

 

 

Berita Terkait