Berburu Like di Social Media, Yay or Nay?

Berburu Like di Social Media, Yay or Nay?

  Kamis, 30 June 2016 10:28

Berita Terkait

Sekarang ini kata 'like' identik dengan social media. 'Like' atau 'Love' yang sering digunakan ini diakui dapat memberi suatu influence bagi pengguna socmed. Surely, it has an advantage and disadvantage. Respon para pengguna socmed pun turut beragam. Nah, buat kamu sendiri setuju nggak sih dengan berburu like di socmed?

Nggak Perlu Ngemis Like

Menurut Anita Jogi Nasution, like yang didapat saat mengupload sesuatu di socmed itu nggak begitu penting. “Sebenarnya berburu like tu conditional seperti kalo lagi ikut suatu kontes yang salah satu kategori penilaiannya berdasarkan jumlah like foto di socmed. Itu dapat dimaklumi sih. Tapi kalo berburu like cuma buat senang-senang aja sih nggak banget ya. Ngapain sih ngemis-ngemis minta like. Kalo emang postingannya bagus, orang-orang juga bakal ngelike dengan sendirinya. Malah orang yang berburu like seperti itu bakal dicap kayak fakir like ngebet pengen eksis hehe,” ceplos mahasiswi Kebidanan POLTEKKES Pontianak ini. Hal yang paling ditakutkan saat berburu like adalah anggapan orang lain yang akan melabeli pemburu like sebagai orang yang ngebet pengen eksis. Surely, nggak semua orang suka dengan label seperti itu. Makanya kamu nggak perlu ngebet berburu like. Jika apa yang kamu posting berisi konten yang bagus, orang lain pun akan memberi like dengan sukarela.

Bantuin Aja

Memiliki pengalaman berburu like membuat Abdul Haris Ridho memiliki sudut pandang yang berbeda. “Aku pernah minta like gitu, tapi jarang banget. Tujuannya sih kalo kayak di instagram tu semakin banyak yang nge-like, foto kita bakal diliat sama orang-orang yang bukan followers kita. Fotonya akan muncul di bagian explore instagram. Tentunya itu jadi prestige tersendiri. Tapi kalo orang yang ngebet berburu like gitu mungkin dia mau jadi artis. Kita bantuin aja supaya ketenarannya melonjak. Ngeluangin waktu buat nge-like juga nggak sampe 2 detik kok,” tutur mahasiswa Teknik Sipil UNTAN ini. Disadari atau nggak, ternyata keloyalan dalam memberi like menjadi suatu kebahagiaan bagi pemburu like. Certainly, membahagiakan orang lain akan menjadi ladang pahala bagimu.    

 It’s Up to You

Berbeda dengan Anita dan Ridho, Asfiyah Radhya Rahimah memiliki pendapat yang lain. Siswi SMA Negeri 4 Pontianak ini, nggak mau ambil pusing dengan orang yang gemar berburu like. “Tergantung tiap orang sih. Biasanya kan yang minta like itu ada tujuan atau misi tertentu. Pastinya selama yang mereka lakuin nggak mengganggu kita, ya nggak masalah. Kalo tiap postingan banyak yang nge-like bakal membuka kesempatan buat lebih eksis dan bisa open endorse. Lumayan menguntungkan tapi jangan sampe jadi annoying,” ujar cewek yang akrab disapa Dea ini. 

Nah, berburu like di socmed ini memang menjadi suatu pro-kontra. Semuanya kembali lagi pada diri masing-masing. So pasti, sebagai pengguna socmed yang baik kamu harus bijak menyikapinya. (ind)

 

Berita Terkait