Berbohong, Rio Capella Dibentak Hakim, Surya Paloh Kembali Absen Bersaksi

Berbohong, Rio Capella Dibentak Hakim, Surya Paloh Kembali Absen Bersaksi

  Selasa, 1 December 2015 10:26

Berita Terkait

JAKARTA – Sidang kasus dugaan suap dalam pengamanan perkara dana bansos yang menjerat mantan Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella memanas. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin (30/11), Hakim Ketua Arta Theresia Silalahi membentak Rio karena dia dianggap berbohong soal komunikasinya dengan saksi Fransisca Insani Rahesti (Sisca) dan istri Gubernur (nonaktif) Sumut Gatot Pujo Nugroho, Evy Susanti. 

Sidang dimulai pukul 09.30 dengan jadwal pemeriksaan terhadap Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Namun, Paloh absen karena sedang dirawat di rumah sakit di Singapura. Akhirnya, sidang berlanjut dengan pemeriksaan terhadap Rio.Awalnya, hakim anggota Alexandre Mawarta mempertanyakan pertemuan antara Rio dan Sisca serta Evy.  ’’Dalam komunikasi melalui WhatsApp, Sisca meminta untuk bertemu dengan terdakwa. Lalu, mengapa Anda jawab minta ketemu terus, memangnya kegiatan sosial? Nah, pernyataannya, kegiatan sosial itu apa maksudnya?’’ tanya Alexandre kepada Rio.

Saat itu Rio menjawab bahwa dirinya hanya mempertanyakan mengapa Sisca terus ingin bertemu. ’’Tidak ada maksud apa-apa. Saya hanya mempertanyakan kenapa kok ingin bertemu,’’ ujarnya. 

Ternyata, Theresia langsung menyambut pernyataan Rio dengan nada tinggi dan setengah membentak. Dia menyebut kegiatan sosial tersebut berkonotasi pada kegiatan yang tidak menghasilkan profit. ’’Sekali lagi saya bilang, Anda jangan berbohong dan kalau berbohong itu jangan ketahuan,’’ ujarnya.Saat itu Rio hanya terdiam. Dia sama sekali tidak merespons pernyataan Theresia. Akhirnya, Alexandre melanjutkan pertanyaan untuk Rio. ’’Anda kalau mengaku tidak punya maksud apa-apa, mengapa memancing Sisca? Kalau begitu, bukankah Sisca beranggapan bahwa ada permintaan sesuatu?’’ katanya.

Alexandre lantas bertanya soal maksud penerimaan uang Rp 200 juta. ’’Sisca sudah mengetahui Anda anggota DPR. Lalu, mengapa dia memberi uang Rp 200 juta dari Evy?’’ ujarnya kepada Rio. Rio saat itu menjawab tidak mengetahui peruntukan uang tersebut. Karena itulah, dia kemudian mengembalikan uang tersebut. ’’Saya berkali-kali mencoba mengembalikan, tapi tidak diterima Evy,’’ paparnya. Saat itu Alexandre langsung men-sekakmat Rio. ’’Kalau tidak mengetahui maksud pemberian uang itu, mengapa uangnya dibagi-bagi ke Sisca Rp 50 juta? Itu untuk apa?’’ ungkapnya.

Rio langsung gelagapan mendengar pertanyaan tersebut. Dia hanya menjawab bahwa uang itu dibagikan karena belum bisa dikembalikan. ’’Saya memang berikan Rp 50 juta ke Sisca, tapi itu tidak bermaksud apa-apa. Apalagi saya sudah kembalikan uangnya,’’ tuturnya.Alexandre langsung memotong pernyataan Rio. Dia menyatakan, jika uang sudah dibagikan Rp 50 juta, lalu dikembalikan Rp 200 juta, berarti Rio merugi?

Rio menjelaskan, Rp 50 juta yang sudah diberikan kepada Sisca itu lalu dia talangi agar bisa dikembalikan kepada Evy. Dia mengaku menggunakan uang pribadi untuk menutupi kekurangan tersebut. ’’Saya memang rugi dalam masalah ini, tapi tidak apa-apa,’’ ujarnya.Setelah sidang, Rio mengaku menyesal telah menerima uang Rp 200 juta dari Evy. ’’Saya tidak menyangkal menerima uang itu, tapi sudah saya kembalikan. Itu pangkal masalahnya sekarang,’’ paparnya.Rencananya, tuntutan untuk kasus Rio dibacakan 7 Desember mendatang. Lalu, vonis bagi Rio ditentukan pada 23 Desember mendatang. (idr/c5/end)

Berita Terkait