Berawal dari Mencoba, Kini Jadi Tempat Magang Pelajar

Berawal dari Mencoba, Kini Jadi Tempat Magang Pelajar

  Jumat, 12 January 2018 10:10
TEKUN dan BERHASIL: Amir menunjukkan hasil mengembangkan sayuran hidroponik di halaman rumahnya. OZY/Pontianak Post

Berita Terkait

Berawal dari ingin mencoba, kebun sayur-sayuran hidroponik yang dikembangkan Amir, Warga yang tinggal di Desa Tumuk Kecamatan Sambas. Kini menjadi tempat magang pelajar SMK dari sejumlah sekolah di Sambas, bahkan diantaranya dari pelajar Singkawang. “Awalnya dari rasa ingin mencoba mengoleksi aneka sayur hidroponik,” kata Amir, pria berusia 42 tahun ini.

Sejak saat itulah, beberapa jenis sayuran ditanamnya. Selanjutnya, Amir sempat ikut dalam pameran Pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sambas bersama dengan anggota dan pengurus Gegertani Sambas lainnya. “Dua tahun lalu, kami bersama dengan Gegertani Sambas ikut pameran pembangunan, dan saat itu stand kami mendapat antusias dari masyarakat yang datang ke ajang pameran,” katanya.

Dalam upaya mengembangkan sayuran hidroponiknya. Amir pun terus belajar dari berbagai sumber. Lama kelamaan, sayur hidroponiknya berkembang. Hal ini seiring dengan banyaknya masyarakat yang meminatinya. “Ternyata sayuran hidroponik diminati masyarakat, lantaran dalam pembudidayaannya tanpa menggunakan bahan kimia. Hal ini juga menjadi pendorong kami untuk mengembangkan sayuran ini,” kata Munir.

Munir pun tak kehabisan akal, dalam memperluas pangsa pasarnya. Dirinya menggunakan media sosial Facebook. “Ternyata setelah dipublikasi lewat Facebook banyak sekali respons baik dari masyarakat yang penasaran akan tanaman hidroponik, walaupun saat itu secara peluang pasar masih belum ada, tapi dengan berjalannya hari dan sampai hari ini alhamdulillah sayur organik bisa diminati secara luas, bahkan kami sudah membuka beberapa kecamatan lain di Kabupaten Sambas,” katanya.

Bahkan, sekarang banyak pelajar dari sejumlah sekolah di Sambas maupun dari Singkawang yang magang di tempat sayur hidroponik yang dibudidayakannya. “Sejumlah pelajar, diantaranya dari SMK Jawai, SMK Sejangkung kemudian Pelajar dari Singkawang pernah magang ditmepat saya,  selain itu juga tempat saya sering di kunjungi oleh kelompok ibu-ibu,” katanya.

Atas apa yang telah dilakukannya, Amir pun mengajak pemuda atau warga Sambas untuk dapat mencoba sebuah peluang yang ada, karena kalau tidak mencoba maka tidak akan pernah tahu.”Ke depan, setelah sayur hidroponik, kami akan mengembangkan budidaya lele organik, ini terinspirasi dari pemuda yang ada di Bogor, yang sudah lebih dulu melakukannya,” katanya.(fah) 

Berita Terkait