Berat Tapi Mulianya Istiqamah

Berat Tapi Mulianya Istiqamah

Jumat, 26 Agustus 2016 09:23   752

"Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia maha melihat apa yang kamu kerjakan “( Hud ( 11 ) : 112 )

Istiqamah adalah perintah yang sangat memayahkan. Bukan cuma karena jarak tempuh yang tak terkira ujung pangkalnya, tapi juga beratnya proses yang mesti dilalui. Tak heran jika Ibnu Abbas mengatakan, tidaklah ada satu ayat pun yang diturunkan kepada Rasulullah SAW yang lebih berat dan lebih susah dari pada ayat di atas. Suatu saat Nabi SAW lalu ditanya, mengapa Rasulullah SAW seakan terlalu cepat beruban ?. Beliau menjawab “ Yang membuat ( cepat ) beruban adalah surah Hud dan surat-surat semisalnya.”

Bagi pengikut Muhammad SAW keteguhan memegang prinsip dan iman yang kokoh merupakan modal apik dalam meraih kemenangan  atas musuh-musuh Islam. Sejarah membuktikan orang-orang yang punya syak (ragu) dan sangkaan buruk perlahan tertarik dan berangsur menaruh perhatian dan ketertarikan kepada Islam. Sebab mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri , Rasulullah SAW dan para sahabat terbaiknya tak pernah kendor dalam beramal dan mendakwahkan Islam. 

Menurut imam an-Nawawi, istiqamah adalah menetapi ketaatan di jalan Allah dengan mengerjakan kewajiban–kewajiban dan menjauhi larangan-Nya. Hendaknya ia berbuat lurus sampai diwafatkan dengan keadaan seperti itu. Dikisahkan seorang sahabat pernah meminta nasehat kepada Nabi SAW. “ Wahai Rasulullah, katakan kepadaku perkataan tentang Islam yang tidak akan kutanyakan  (lagi) selain kepadamu “. Nabi bersabda “ Katakanlah ‘ Aku beriman kepada Allah kemudian istiqamah.” ( HR.Muslim ). Amalan yang istiqamah amat dicintai Allah. Nabi SAW bersabda “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinyu walaupun itu sedikit “( HR.Muslim dari Aisyah RA ). Dalam hadis lain Beliau SAW bersabda “ Wahai kamu sekalian. Lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. Ketahuilah amalan yang dicintai Allah adalah amalan yang ajek walaupun sedikit “.( HR.Muslim dari Aisyah ). Diantara jaminan Allah SWT kepada orang yang istiqamah “ Sesungguhnya orang – orang yang berkata, “ Rabb kami adalah Allah”, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat – malaikat akan turun kepada mereka dengan berkata “ Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu. Kamilah pelindung – pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat, di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai penghormatan (bagimu) dari Allah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang “( Fushilat (41 ) : 30-32 ). Ayat ini menunjukkan bahwa para malaikat akan turun menuju kapada orang – orang yang istiqamah ketika kematian menjemput, di dalam kubur, dan ketika dibangkitkan. 

Para malaikat itu memberikan  rasa aman dari ketakutan ketika kematian menjemput, menghilangkan kesedihannya dengan sebab berpisah dengan anaknya karena Allah adalah pengganti dari hal itu, memberikan kabar gembira berupa ampunan dari dosa dan kesalahan, diterimanya amal, dan kabar gembira dengan surga yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.

Asy Syibli pernah ditanya orang “ Bulan manakah yang lebih utama, Rajab atau sya’ban ?”. Beliau menjawab “ Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Sya’baniyyin “. Maksudnya agar kita beribadah secara kontinyu sepanjang tahun dan jangan hanya pada bulan Ramadhan saja “ ( Ibnu Rajjab al Hambali ). Para ulama zaman dahulu berkata “ Sejelek–jelek orang adalah yang hanya rajin beramal di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang yang saleh adalah orang yang rajin beribadah sepanjang tahun “

Diantara beberapa contoh amalan yang istiqamah. Ada seorang imam di masjid Quba di zaman Nabi SAW., selalu membaca surah al Ikhlas saja. Ketika dilaporkan kepada Nabi SAW dan beliau lalu menanya alasannya. “Karena saya menyenangi surah itu,“ujarnya. Nabi SAW bersabda “Kecintaanmu pada surah itu menyebabkan kamu masuk surga “. Di daerah Trengganu, Malaysia, ada seorang lelaki berjalan di malam hari melewati areal perkuburan. Ia terkejut, takut dan heran karena melihat segumpal cahaya yang keluar dari atas satu kuburan dan menuju ke langit. Esoknya ia bersama seorang penduduk disitu pergi untuk mengetahui kuburan siapa itu. Ternyata kuburan orang awam yang isterinya masih hidup. Setelah ditanyai, isterinya menerangkan antara lain “Suaminya buta, tidak bisa baca Al Quran. Hanya kebiasaannya sebelum tidur, ia mengambil mushab, dipegang, dipeluk dan dicium-ciumnya. Lalu ia berkata ‘  Ya Allah jangan dihukum aku karena tidak bisa membaca kitab-Mu, karena aku buta’”

Wallahu’alam. 

 

Penulis; tokoh agama Ketapang

                                                         

 

 

Uti Konsen