Berantas Narkotika Pegawai Bea Cukai Mendadak Tes Urine

Berantas Narkotika Pegawai Bea Cukai Mendadak Tes Urine

  Jumat, 15 December 2017 10:00
TES URINE: Pegawai dan staf Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Pontianak melakukan tes urine oleh BNN Pontianak, kemarin. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Upaya memberantas penyalahgunaan narkotika dari dalam, puluhan pegawai dan staf Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Type Madya Pabean B Pontianak dilakukan tes urine oleh petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pontianak, Kamis (14/12) pagi.

Sebelum dilakukan tes urine, puluhan pegawai dan staf Bea Cukai Pontianak dikumpulkan dalam satu ruangan, kemudian diberikan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika, selanjutnya dilakukan test urine.

Kepala KPPBC Type Madya Pabean B Pontianak Dwiyono Widodo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kantor Bea Cukai Pontianak dalam upaya memberantas penyalahgunaan narkotika di lingkungan Bea Cukai, khususnya Kantor Bea Cukai Pontianak.

"Tujuan merujuk surat edaran Kemenpan RB itu yakni pembinaan dan deteksi dini. Jadi kalau ada pegawai atau staf yang bermasalah, maka segera dilakukan pembinaan," kata Widodo, kemarin.

Selain itu, ia menegaskan adanya tes urine ini memang tidak direncanakan tapi hal itu harus dilakukan, dan dirinya melaksanakan ini wujud komitmen turut memberantas narkotika.

"Ini juga wujud dari komitmen kami memberantas narkotika. Jadi salah satu tugas pokok kami melakukan pengawasan peredaran barang, termasuk narkotika. Jadi bagaimana mungkin kami memberantas barang seperti narkotika, jika diri kita sendiri tidak bersih," paparnya.

Berdasarkan data, sejak lima tahun terakhir ini pertama kali di KPPBC di lakukan test urine kepada staf dan pegawai, termasuk dirinya pun turut mengikuti test urine.

"Keseluruhan staf dan pegawai di KPPBC Pontianak ada 79 orang, tadi yang mengikuti test urine ada 70 orang termasuk saya yang di urutan ke 68," katanya.

Lanjutnya, hari ini memang ada beberapa pegawai yang ‎tugas luar dan itupun nanti juga akan di test urine, namun jika ada yang tidak datang maka akan ada sanksi dan disiplin yang akan di kenakan ke pegawai atau staf tersebut.

Sementara itu Kepala BNN Pontianak AKBP Agus Sudiman mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan program pemerintah, khususnya intruksi dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, setiap ASN wajib melaksanakan tes urine. 

Tujuannya, untuk mencegah jangan sampai ada ASN yang menggunakan narkotika. 

"Jadi terkait dengan program ini, saya selaku Kepala BNNK Potianak memberikan apresiasi kepada Bea Cikai Pontianak. Artinya, dengan kegiatan ini kita mendukung program pemerintah. Sekaligus pembinaan pegawai di lingkungan Bea Cukai," paparnya.

Diakuinya, ada indikasi ASN yang menggunakan narkotika. Bahkan, ada beberapa oknum ASN di lingkungan instansi tertentu yang positif menggunakan narkotika. Hal itu diperkuat dengan hasil razia di beberapa tempat hiburan malam (THM), pengguna dari ASN.

"Jadi narkotika ini sudah masuk ke dalam lingkungan atau semua lini, termasuk ASN," katanya.

Untuk pencegahan penyalahgunaan narkotika, baik di lingkungan masyarakat maupun ASN, kata Agus, selalu melaksanakan sosialisasi dan memberikan informasi-informasi terkait bahya narkotika. 

"Kami dari BNN selalu mengajak dari lingkungan pemerintah, sama-sama kita membuat program untuk memerangi narkotika. Intinya menekan angka pengguna narkotika, khususnya Pontianak. Dengan menekan angka pengguna, artinya kami juga menekan suplay narkotika," terangnya. (arf)

Berita Terkait