Beragam Profesi, Ajak Anak Didik Gapai Cita-cita

Beragam Profesi, Ajak Anak Didik Gapai Cita-cita

  Senin, 25 April 2016 09:21
BERBAGI: Salah satu fotografer Pontianak Post, Shando Safela hadir dalam Kelas Inspirasi KKB untuk berbagi pengalaman terkait profesi yang digeluti, Sabtu (23/4). KKB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Komunitas Khatulistiwa Berbagi (KKB) terus berinovasi mendidik anak asuh mereka. Melalui Kelas Inspirasi, murid-murid yang berasal dari lingkungan pemulung ini mendapat motivasi dari berbagai profesi untuk mengejar cita-cita. 

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

Sejak awal Januari 2016 lalu, tiap dua minggu sekali ada yang berbeda di Rumah BelajarKhatulistiwa Berbagi yang berlokasi di Jalan Untung Suropati. Tak seperti belajar di hari-hari biasa, puluhan adik-adik binaan rumah belajar informal ini selalu mendapat ilmu berbeda dari orang berbeda pula.

Ketua Komunitas Khatulistiwa Berbagi (KKB) Anggia Anggraini menjelaskan Kelas Inspirasi merupakan salah satu program terbaru yang di berikan KKB. Program edukasi ini merupakan salah satu edukasi terbaik, dimana tamu yang dihadirkan merupakan kakak atau abang yang memiliki profesi dan cita-cita yang mampu memberikan inspirasi kepada anak-anak didik. “Kami khususkan yang hadir adalah mereka dari berbgai profesi di Kalbar,” jelasnya. 

Program ini dihadirkan dengan tujuan, bahwa cita-cita bukan hanya milik anak-anak yang mampu. Namun semua anak Indonesia wajib memiliki mimpi. “Karena hidup diawali oleh sebuah mimpi, maka jangan takut untuk bermimpi,” katanya. 

Dia menceritakan, Kelas Inspirasi merupakan gagasan dari salah satu anak asli Pontianak, Bintang Cahayati Sebayang yang sekarang berprofesi sebagai dokter muda di Medan. “kebetulan Bintang masih saudara saya,” terang Anggia. 

Dari sana dia dan para pengajar lainnya berkolaborasi menciptakan edukasi yang dianggap mampu memberikan inspirasi buat anak-anak didik untuk menggapai cita-citanya. Kelas inspirasi diapresiasi untuk kakak dan abang yang ingin berbagi pengalaman, proses perjalanan dan cita-citanya. “Kami usahakan prosesi yang memang menjadi mimpi adik-adik. Agar mereka bisa mengetahui bahwa proses selalui dimulai dan merintis dari bawah,” katanya.

Namun tidak semua profesi bisa hadir di Kelas Inspirasi, karena program ini khusus dibuat bagi profesi yang benar-benar tulus untuk berbagi bukan sekedar pencitraan. Kelas ini diberikan tiap dua minggu sekali, pada hari Sabtu mulai pukul 16.00 hingga 17.00. Di luar jam belajar biasa tiap Selasa, Kamis dan Jumat jam 15.30-17.00. “Untuk hari Jumat, kami adakan Ngaji bersama di Pondok Modern Munzalan Asyabul Yamin,” terangnya. 

Berbagai profesi sudah pernah hadir, diantaranya dr. Bintang Cahayati Sebayang, dr. Ratna (Dokter Bedah di RSUD Abdul Aziz Singkawang), pengusaha konveksi Ozy Januarzy, Pengusaha Wanita Uray Heni, grup musik coffternoon, dan fotografer Shando Safela. 

Menurut salah satu pemberi materi, dr. Ratna, perubahan harus dimulai dari hal yang sederhana, seperti berbagai cerita dan pengalaman. Dirinya yang menjadi seorang dokter bedah, saat ditawarkan mengisi kelas inspirasi merasa bersyukur. Karena ternyata berbagi dari hal yang sederhana seperti cerita, mampu membuat diri sendiri dan adik-adik  bahagia. “Senang sekali bisa menjadi manusia yang bermanfaat walaupun hanya dalam berbagi cerita,” ucapnya. 

Anak didik KKB, Nanda (12 tahun) mengaku dengan adanya kelas inspirasi dapat memberikan kesempatan untuk melihat bahwa cita-cita sangat banyak sekali. Siswi kelas 6 SD ini mengaku menjadi lebih percaya bahwa semua berhak memiliki cita cita. “Hanya dengan mendengarkan cerita dan pengalaman dari kakak abang rasanya saya percaya bahwa Allah itu adil,” katanya singkat.**  

Berita Terkait