Bentuk Brigade Cegah Kebakaran

Bentuk Brigade Cegah Kebakaran

  Selasa, 10 November 2015 08:18
KEBAKARAN: Sejumlah kios di kawasan Pasar Tengah, Senin dinihari (9/10) terbakar. Dalam sebulan ini kebakaran sering terjadi pada malam hari. MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Sebanyak 22 Kelompok Petani Peduli Api dan 10 brigade di sembilan kabupaten/kota di Kalimantan Barat dibentuk untuk mencegah kebakaran lahan dan kebun. Demikian dikatakan Kasi Pencegahan Kebakaran Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Agus Hartono, Senin (9/11).“Seluruh Indonesia ada sembilan provinsi rawan kebakaran diberi bantuan sarana prasarana cegah kebakaran lahan dan kebun dari Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian. Salah satunya Kalbar. Selain bantuan alat, kami juga membentuk 22 KPPA dan 10 brigade di sembilan kabupaten/kota di Kalbar,” ungkapnya, kemarin.

Pembentukan brigade dan KPPA difokuskan kepada masyarakat dan kelompok-kelompok yang diberikan peralatan untuk pemadaman. Nantinya brigade dan KPPA juga ada honor yang diberikan tiap bulan. “Besarannya Rp300 ribu,” ungkapnya.Dasar dari pembentukan brigade dan KPPA merupakan upaya pencegahan dari Dinas Perkebunan membantu dalam hal pemadaman kebakaran lahan dan kebun. Terlebih akibat kebakaran lahan, sebagian wilayah Indonesia di Pulau Sumatera dan Kalimantan dirundung kabut asap. “Ini sebagai cara kami untuk mencegah kebakaran,” terangnya.

Tugas fungsi brigade dan KPPA ini nantinya akan berkoordinasi dalam hal pemadaman lahan dan kebun dengan petugas pemadam kebakaran. Itu merupakan tugas pokok. Selain itu, mereka ditunjuk untuk siap siaga jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran lahan dan kebun.Di dalam brigade pihaknya melibatkan instansi BPBD sebagai insiden komando. Sehingga dalam penanganannya nanti mereka dapat berkoordinasi dalam upaya cegah kebakaran kebun dan lahan. “Kami juga melibatkan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Nanti mereka juga wajib menyediakan regu dan satgas kebakaran di tiap perusahaan,” ungkapnya.

Hal tersebut merupakan imbauan Kementerian Pertanian. Karena aturan telah tertera dan menegaskan bagi perusahaan perkebunan wajib membentuk regu dan satgas dalam rangka kesiagaan kebakaran lahan dan kebun.Dia menambahkan, bantuan alat lengkap diberikan tetapi dalam naungan Manggala Agni, seperti cangkul, kapak mata dua, senso, pompa jinjing, punggung, serta pompa induk. “Itu untuk brigade, sedangkan kelompok tani hanya minus pompa induk saja,” tutupnya. (iza)

 

Berita Terkait