Bentrok Polisi Vs Satpol PP, Balaikota Makasar Diserang

Bentrok Polisi Vs Satpol PP, Balaikota Makasar Diserang

  Senin, 8 Agustus 2016 09:25

MAKASSAR - Gedung Balaikota Makassar diserang orang tidak dikenal, Minggu dini hari, (7/8). Seorang anggota Satpol PP Makassar terluka.

Belasan orang yang mengenakan pakaian preman tiba-tiba masuk ke dalam halaman gedung Balaikota. Para pelaku, spontan melemparkan batu ke arah jendela. Pecah. Pelaku juga masuk ke sekretariat Satpol PP.

Di luar gedung, sejumlah orang masih melakukan perusakan. Sepeda motor yang terparkir dirusak. Bukan hanya kerusakan fasilitas, seorang anggota Satpol PP Makassar, Anca, dikabarkan terluka akibat luka tusukan. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Stella Maris. "Saya tidak tahu pelakunya. Saya baru datang," kata Kasatpol PP Kota Makassar, Iman Hud.

Beberapa jam sebelum terjadinya penyerangan ke Balaikota, personel Satpol PP yang bertugas di Anjungan Pantai Losari mengeroyok seorang anggota Satuan Sabhara Polrestabes Makassar, Akmal Sulaiman. Kejadiannya pukul 19.45 Wita.

Berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/1890/VIII/2016/Polda Sul-Sel/Restabes Makassar, saat itu Akmal bersama Hendrik yang masih mengenakan pakaian dinas masuk ke Anjungan Pantai Losari, mengendarai sepeda motor.

Di depan ia ditegur personel Satpol PP agar berjalan pelan. Korban kemudian balik bertanya, "Kenapa Bos, Saya Anggota Polri". Akan tetapi, pertanyaan itu justru dijawab enteng dan menantang. Safri cs memegang leher dan kerah baju korban.

Aksi pengeroyokan pun terjadi. Korban mengalami luka di bagian pelipis di atas mata sebelah kiri dan bibir bagian bawah robek. Rekan korban, Hendrik berusaha memisahkan kejadian itu. Beberapa pemimpin Satpol PP dan Polsekta Mariso melerai.

Dalam laporan itu, juga disebutkan setelah upaya melerai dilakukan seorang anggota Satpol PP Makassar, justru membawa sangkur dan mengancam korban. Salah seorang anggota Sabhara Polrestabes, Bripda Michael Abraham, tertusuk sangkur dan dilarikan ke RS Akademis. Bripda Michael Abraham hanya bertahan beberapa menit dirawat, dia pun mengembuskan nafasnya. (ful)