Bentengi anak sejak dini

Bentengi anak sejak dini

  Rabu, 18 May 2016 09:30

Berita Terkait

Endah Fitriani, Psikolog

“Ada banyak kasus kejahatan yang menimpa anak. Bentengi anak sejak dini dengan memberikan pemahaman yang tepat. Komunikasi yang baik memiliki peran penting agar apa yang disampaikan orang tua diterima anak.”

///////////////////////////////////

Tidak hanya kejahatan seksual saja yang harus mendapat perhatian serius dari orang tua. Beragam aksi kejahatan lainnya juga mengintai anak-anak. Ada baiknya, sedari kecil anak sudah mendapatkan pemahaman untuk menghindari aksi kejahatan yang mengintai mereka. 

Oleh : marsita riandini

Orang dewasa, terutama orang tua memiliki peranan penting dalam menjaga keselamatan dan keamanan anak-anak. Pemahaman yang baik dari orang tua, akan membuat anak memahami bahwa ada berbagai ancaman yang mungkin saja dialami mereka. Demikian yang disampaikan oleh Endah Fitriani, M. Psi, Psikolog kepada For Her. “Ada banyak kasus kejahatan yang menimpa anak. Ini seharusnya mendorong orang tua agar lebih peduli lagi dalam menjaga keselamatan dan keamanan anak-anak mereka,” Ucap Konselor Remaja di BKKBN Perwakilan Kalbar ini.

Jika anak tidak mendapatkan pemahaman tentang bahaya yang mengancam dirinya, bisa saja anak merasa aman-aman saja. Alhasil tidak menaruh curiga pada orang asing,  tidak mau terbuka dengan orang tua ketika menjadi korban kejahatan seksual, takut mendapatkan ancaman. “Tentu saja cara oran tua menyampaikannya kepada anak itu menyesuaikan dengan usia anak. Ketika anak masih PAUD, sampaikanlah dengan bahasa yang mereka pahami dan mereka mengerti,” saran dia. 

Mencegah tindakan kejahatan seksual, tak ada salahnya mengajarkan anak pendidikan seks sejak dini. Tetapi penyampaiannya tentu saja bukan yang bersifat vulgar, melainkan pengenalan secara bertahap terkait organ vital yang mereka miliki. “Sejak kecil anak sudah diajarkan untuk tidak membiarkan orang lain memegang alat kelaminya. Kenalkan pula apa fungsinya. Ketika anak sudah remaja, orang tua bisa memberikan informasi tentang bahaya video porno, seks bebas, dan pengetahuan lainnya yang penting diketahui anak,” ungkap Guru BK di SMP 10 Pontianak ini. 

Komunikasi memiliki peran penting agar apa yang disampaikan orang tua diterima dengan baik. Jangan biarkan jarak antara anak dan orang tua, membuat anak enggan terbuka ketika ada masalah atau kejahatan yang dialaminya. “Kalau sejak kecil orang tua melatih kebiasaan anak untuk bercerita apa yang dialami dan orang tua juga mau mendengarkan dengan baik, maka ketika ada apa-apa anak mau bercerita kepada orang tua. Sebab banyak kasus yang menimpa anak, tetapi baru diketahui orang tua setelah sekian lama,” tegasnya. 

Sayangnya tidak mudah membangun komunikasi dengan anak. Bahkan banyak yang ketika usia remaja, memilih bercerita pada temannya, dibanding orang tuanya. “Orang tua harus bisa membangun komunikasi dengan anak. Caranya pun beragam. Bisa diwaktu santai, diwaktu habis shalat berjamaah bagi yang muslim, ataupun di kesempatan lain yang mendorong anak untuk mau bercerita apa saja yang dialaminya,” ucap dia. 

Pola asuh yang diterapkan orang tua juga berpengaruh. Orang tua dengan pola asuh otoriter sangat keras dalam mendisiplinkan anak. Biasanya mereka tidak mau atau tidak mampu menunjukkan kasih sayang dan kurang berkomunikasi. “Anak-anak mungkin akan nampak menurut. Namun, sebenarnya mereka memilih untuk bersikap pasif demi terhindar dari hukuman. Anak pun enggan terbuka pada orang tua,” kata dia. 

Sementara bila ingin anak mau berkomunikasi dengan orang tuanya, pola asuh yang diterapkan sebaiknya yang bersifat tarik ulur. Ada kebebasan yang diberikan orang tua kepada anak, tetapi ada masanya perlu bersikap tegas dalam menetapkan aturan. “anak biasanya mau bercerita. Dia merasa orang tua mau mendengarkan. Tidak takut pada orang tua,” jelasnya.

Walau bagaimana pun kepedulian dari orang tua terhadap perkembangan anak sangat dibutuhkan. Sekalipun anak sudah dewasa, orang tua tidak bisa bersikap acuh, sebab anak mungkin saja mengalami banyak masalah, tetapi tidak berani menceritakan kepada orang tua. ** 

------------------------------

Bekali Anak :

Pendidikan Seksual

Kejahatan seksual menjadi ancaman serius bagi keselamatan anak. Apalagi saat ini pelakunya adalah orang terdekat. Bahkan di rumah pun ancaman tersebut memungkinkan untuk terjadi. “Orang tua harus memberikan pemahaman terhadap hal ini. Apa yang harus dilakukan anak ketika ada orang yang mulai menyentuh dia. Inilah kenapa pendidikan seks itu penting,” ucap Psikolog Endah Fitriani. 

Berteriak Minta Pertolongan

Ajari anak untuk segera berteriak minta tolong ketika merasa mengalami tindakan kejahatan. Mungkin terdengar sepele, tetapi setidaknya dengan berteriak, orang lain mungkin saja mendengar dan membantu. “Ajarkan pula anak apa yang harus dilakukan ketika mendapatkan ancaman dan sebagainya,” terangnya. 

Ancaman Orang Asing

Kemudahan teknologi, maraknya media sosial seringkali dimanfaatkan orang asing untuk menuai keuntungan. Termasuk pula memanfaatkan keluguan dari anak-anak. Ini juga menghindari anak terutama yang sudah remaja menjadi korban penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.

Membiasakan Anak Bercerita

Membiasakan anak bercerita tentang aktivitasnya selama seharian, bisa menjadi salah satu cara orang tua untuk memantau anak. “Ketika anak bercerita bertemu dengan orang asing yang dikenalnya, maka disinilah orang tua memberikan pemahaman kepada anak. Apa yang harus dilakukannya ketika bertemu orang asing itu lagi,” sarannya.  (mrd)

 

Berita Terkait