Bensin Capai Rp11 Ribu

Bensin Capai Rp11 Ribu

  Sabtu, 22 Oktober 2016 09:09

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Harga jual bahan bakar minyak (BBM) di wilayah perairan sungai Kapuas dan danau masih jauh tinggi jika dibandingkan dengan harga BBM di daerah Lintas Selatan dan Utara Kabupaten Kapuas Hulu. Itu dikarenakan di wilayah lintas selatan dan utara sudah tersedia banyak APMS dan SPBU.

Sementara jalur sungai masih terbas, sedangkan di daerah danau-danau tidak ada sama sekali. Mahalnya harga BBM di jalur sungai Kapuas dan danau tersebut dikarenakan besarnya biaya angkut pengambilan minyak menggunakan transportasi jalur sungai kapuas.

Seperti yang diungkapkan oleh Saikosarkawi, warga Kecamatan Bunut Hilir.

Dia mengungkapkan harga BBM khususnya bensin berkisar diantara Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu per liter, demikian dengan solar juga jauh lebih mahal.

“Harga BBM mahal di jalur Kapuas dan Danau karena biaya angkut pengambilan minyak dari APMS atau SPBU sudah tinggi,” kata pria yang karib disapa Sukor ini.

Biasanya, kata dia lagi, kios-kios membeli minyak di APMS terapung yang ada di Putussibau atau Jongkong.

Untuk mencapai ke kedua tempat tersebut dibutuhkan waktu satu hari perjalan menggunakan motor air, atau motor bandong.

Senda dengan Sukor, Ketua Danau Sunjung Kecamatan Bunut Hilir Abang Marhaban mengatakan, minyak merupakan kebutuhan pokok bagi nelayan untuk mencari ikan baik disungai atau didanau. Jika harga BBM mahal, maka pendapatan nelayan semakin kecil. Karena hasil tangkapan nelayan tak pernah banyak dalam satu hari.

"Semakin murah harga BBM semakin besar hasil nelayan,” papar dia.

Sebab untuk satu kali turun mencari ikan, nelayan harus membeli minyak minimal 5 liter untuk menghidupkan mesin tempel mereka. Ia berharap kepada Pemda Kapuas Hulu agar mampu menyetabilkan harga jual minyak di jalur sungai kapuas.

"Pemda harus punya solusi untuk mengatasi harga minyak jalur kapuas dan danau. Karena ekonomi masyarakat nelayan sangat lemah," tuturnya.

Direktur APMS PT. UKM Kapuas Hulu H. Syarif Abubakar Al-Qadri mengatakan, Untuk menstabilkan harga jual BBM di wilayah jalur sungai dan danau, Bupati Kapuas Hulu berencana akan membangun APMS terapung di tiga tempat.

Yakni di Kecamatan Bunut Hilir, Embaloh Hilir dan Hulu Kapuas.Nanti APMS terapung tersebut menggunakan izin dari Pertamina, tetapi dibawah PT.UKM Kapuas Hulu ini.

Perusahaan flat merah milik Pemda ini, kata dia lagi akan mengkoordinir APMS-APMS terapung itu. Selama ini yang membuat harga minyak di jalur sungai kapuas mahal karena tingginya biaya angkut menggunakan transportasi air, selain itu tempat pengambilan minyaknya pun sangat jauh. Kalau sudah banyak APMS dijalur sungai kapuas, maka secara otomatis harga BBM tentu bisa murah.(aan)

Berita Terkait