Belum Miliki PAUD, Manfaatkan ADD

Belum Miliki PAUD, Manfaatkan ADD

  Selasa, 30 Agustus 2016 09:30
DIKLAT: Kegiatan Diklat tingkat Dasar Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD Tahun 2016 di Gedung Graha Korpri Jalan Rahadi Usman, Senin (29/08).

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero menyarankan bagi desa yang belum memiliki lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dapat menggunakan alokasi dana desa (ADD). Hal tersebut disampaikan dia saat membuka Diklat Berjenjang Tingkat Dasar Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD Tahun 2016 Di Graha Korpri Jalan Rahadi Usman, Senin (29/08).

"Bila dipersentasekan, hanya 37,59 persen desa yang belum memiliki PAUD, sementara 62,41 persen desa di Kapuas Hulu telah memiliki PAUD," katanya. Maka untuk pendirian PAUD bagi desa yang belum memiliki lembaga tersebut, menurut Wabup, dapat menggunakan ADD. Saran tersebut disampaikan dia, mengingat anggaran yang dikelola desa cukup besar. Sehingga, harapan dia, mereka tidak perlu lagi membebani dalam penganggaran pada APBD.

Wabup juga mengatakan, saat ini banyak permasalahan yang dihadapi oleh anak, seperti banyaknya terjadi kasus aksi kekerasan terhadap anak dan balita, pornografi, narkoba, dan lainnya. Sehingga, menurut dia, diperlukaan peran aktif bersama dalam mengatasi permasalahan tersebut. "Permasalahan terhadap anak seperti ini jelas sangat memperihatinkan, ini tugas bersama untuk mengatasinya," kata dia.

Ia mengatakan, pendidikan anak usia dini sangat penting dan harus diberi pada anak-anak di usia emasnya. Walaupun pendidikan itu, kata dia, bukan merupakan pendidikan formal. Tapi, dia menambahkan, sangat membantu orang tua dan anak untuk mengenal dunia pendidikan, sebelum mereka duduk di sekolah dasar (SD). Ia mengungkapkan, berdasarkan data per-Januari 2016 di Kabupaten Kapuas Hulu, dari 282 desa/kelurahan yang ada, hanya 106 desa yang belum memiliki PAUD dan perlu komitmen dari desa.

Kesehatan dan pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang mesti diperhatikan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu konsisten memperhatikan penganggaran untuk pendidikan dan kesehatan. Itu dapat dibuktikan dengan besarnya persentase pengalokasian dana bagi pendidikan dan kesehatan dalam APBD Kabupaten Kapuas Hulu di tahun 2016 ini.

Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk kesehatan dan pendidikan tersebut diungkapkan Wabup dalam kegiatan tersebut. Dikatakan dia, untuk pendidikan, besaran pengalokasian dananya mencapai 20 persen dan untuk kesehatan 10 persen dari ABPD Kapuas Hulu. Kendati demikian, dia tetap merasa belum cukup, karena masih banyak desa dan dusun di Kapuas Hulu yang terisolir.

“Sebetulnya cukup besar, tapi saya merasa belum cukup, karena daerah Kapuas Hulu ini cakupannya sangat luas," beber Wabup. Untuk pendidikan dan kesehatan, diakui dia pula bahwa itu merupakan hal yang terpenting bagi masyarakat. Karena, kata politisi PKPI Kapuas Hulu ini, salah satu indikator kemajuan suatu bangsa adalah pendidikan dan kesehatan, yang harus diberikan perhatian yang lebih. "Kami sudah komitmen untuk memajukan dunia pendidikan serta kesehatan di Kabupaten Kapuas Hulu," janjinya. (aan)

Berita Terkait