Belum 17 Tahun, Sudah Pasti Belum Miliki SIM

Belum 17 Tahun, Sudah Pasti Belum Miliki SIM

  Kamis, 19 November 2015 09:30
BERI PENYULUHAN: Kapolsek Teluk Batang Iptu Aris Pramuji Widodo saat menyampaikan pentingnya para pelajar menaati peraturan lalu lintas serta kewajiban memiliki SIM saat berkendara. POLSEK TELUK BATANG FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

TELUK BATANG – Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Markas Kepolisan Sektor (Mapolsek) Teluk Batang mengalakkan kegiatan sosialisasi ketertiban lalu lintas ke berbagai sekolah. Mereka mendatangi berbagai SMP, SMA, serta SMK, demi memberikan pemahaman kepada siswa akan syarat mapun ketentuan saat  mengendarai kendaraan.

“Jadi, maksud dari kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan kepada para pelajar, khususnya di Kecamatan Teluk Batang ini, sebaiknya, yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) tidak dulu membawa kendaraan ke sekolah. Karena ini semua mengacu kepada UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Ketertiban Lalu Lintas,” kata kepala Polsek (Kapolsek) Teluk Batang, Iptu Aris Pramuji Widodo, Rabu (18/11) di Teluk Batang. Kapolsek mengingatkan bahwa larangan ini mereka sampaikan, menyangkut peraturan yang ditetapkan sesuai dengan peraturan yang ada. Apalagi, dia menambahkan, upaya pencegahan ini sudah menjadi salah satu program mereka, untuk menyampaikan pentingnya menaati peraturan lalu lintas saat berkendara.

“Khusus untuk anak yang masih di bawah umur, kita sarankan agar tidak dulu untuk membawa kendaraan seperti sepeda motor ke sekolah. Hal inipun kita sampaikan pada saat upacara bendara, dan dalam kelas di masing-masing sekolah, di hadapan para dewan guru mereka. Selain mengenai SIM, kita juga memberikan pengarahan lainnya, yang menyangkut ketertiban berlalu lintas. Nah, hal ini pula diharapkan para dewan guru atau kepala sekolah, dapat lebih berperan aktif, agar dapat menegur sisiwa yang belum memiliki SIM, tidak dulu membawa kendaraan ke sekolah,” tutur Kapolsek.

Ia menyarankan, untuk sementara, bagi siswa yang masih di bawah umur, sebaikanya dapat menggunakan sepeda engkol terlebih dahulu saat berangkat ke sekolah. Atau, dia menyarankan, agar pelajar bersangkutan meminta diantar orang tua mereka masing-masing, dengan mengunakan sepeda motor tersebut. Karena, diingatkan dia, hal ini menyangkut pada ketentuan dalam berlalu lintas. Ditegaskan dia jika kepemilikan SIM hanya bisa diusulkan bagi mereka yang usianya sudah mencapai 17 tahun. Untuk usia tersebut, dia menyarankan agar segera mengantongi SIM, jika ingin membawa kendaraannya sendiri. “Mengenai hal ini, tanpa adanya kerja sama antara orang tua dan dewan guru, tidak akan dapat berjalan dengan apa diharapkan sesuai dengan peraturan yang ada. Mana tidak, misalnya orang tua malah memberikan sepeda motor kepada anaknya, dan padahal anaknya tersebut belum memiliki SIM, dan para guru membiarkan begitu saja terdapat siswanya yang jelas masih di bawah umur sudah membawa kendaraan ke sekolah, apalagi anak tersebut masih duduk di sekolah mengenai pertama (SMP),” kata Kapolsek.

Sementara itu, kepala MA Babussadah Teluk Batang, Pahmi, meyambut baik langkah yang dilakukan Polsek Teluk Batang tersebut. Menurut dia, hal ini sangat baik untuk dilakukan, agar para siswa yang belum memiliki SIM dapat mengetahui apa pelanggaran yang sudah mereka lakukan.“Kita tentunya sangat menmyabut baik tentang apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam memberikan penjelasan di sekolah masing-masing, khusunya di Teluk Batang ini. Sementara itu, untuk di MA Babussaadah, kita juga telah memberikan pengertian kepada siswa, bagi yang belum memiliki SIM sebaiknya tidak  dulu untuk membawa kendaraan ke sekolah,” tutupnya. (dan)

 

Berita Terkait