Belasan Anak Jalanan Dipulangkan

Belasan Anak Jalanan Dipulangkan

  Kamis, 23 June 2016 10:00
PEMBINAAN: Belasan anak jalanan beserta orang tuanya diberikan pembinaan di Dinsosnakertrans Mempawah. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Sosnakertrans) Kabupaten Mempawah melakukan pembinaan terhadap anak jalanan. Sebanyak 17 anak jalanan hasil razia dipulangkan ke orang tua masing-masing, kemarin. Mereka dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring).

“17 anak jalanan ini hasil razia yang dilaksanakan jajaran Polsek Jungkat beberapa waktu lalu. Mereka terjaring razia sedang berkumpul melewati jam malam di fasilitas umum yang ada diwilayah Jungkat. Semua anak itu merupakan warga Jungkat,” terang Kasi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinsosnakertrans Mempawah, Heru Agung, Rabu (22/6) di ruang kerjanya.

Heru menerangkan, 17 anak jalanan tersebut sebelumnya telah menjalani proses hukum tipiring di Polres Mempawah. Sanksinya, selama dua bulan para anak jalanan tersebut tidak boleh terlibat tindak kriminalitas. Jika tidak, maka yang bersangkutan akan dikenakan pidana penjara satu bulan.

 “Setelah diserahkan dari Polres Mempawah, kami melakukan pembinaan. Mengingat tidak tempat rehabilitasi khusus, maka anak-anak jalanan tersebut hanya kita berikan pembinaan singkat di Aula Dinsosnakertrans,” papar Heru.

Dalam pembinaan itu pula, imbuh Heru, pihaknya memanggil orang tua dan keluarga dari anak jalanan bersangkutan. Kepada para orang tua, pihaknya berpesan agar meningkatkan kontrol dan pengawasan terhadap anak-anak.

 “Pada kasus anak jalanan, sering ditemukan berasal dari keluarga yang broken home. Makanya, kita menekankan kepada pihak keluarga agar memberikan perhatian kepada anak-anak ini agar tidak berkeliaran di jalanan,” sebut Heru.

Sebab, dia mengaku khawatir jika anak-anak tersebut kembali ke jalanan maka akan melakukan tindak kriminalitas. Mengingat sudah banyak kasus anak jalanan yang melakukan perbuatan melakukan hukum. Seperti pencurian hingga dugaan perdagangan manusia dan perempuan.

 “Apalagi dari 17 anak jalanan itu, ada 4 orang  perempuan. Kita antisipasi agar mereka tidak melakukan tindakan kriminalitas,” ujarnya.

Lebih jauh, Heru mengatakan, pekan lalu pihaknya juga menerima tujuh orang anak jalanan yang dirazia polisi di daerah Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh. Diketahui mereka berasal dari Kota Pontianak. Setelah diberikan pembinaan, ketujuh anak jalanan tersebut dikembalikan ke keluarganya.

 “Mereka bertujuan ingin ke Singkawang. Dari tujuh orang anak jalanan itu, dua diantaranya perempuan. Ada yang dijemput orang tuanya, ada pula yang kita antar langsung kerumah,” tukas pria berkacamata itu.(wah)

Berita Terkait