Belanja Sabu di Lubuk Antu, 50 RM per Paket

Belanja Sabu di Lubuk Antu, 50 RM per Paket

  Rabu, 17 February 2016 08:42
NARKOBA : Kedua tersangka narkoba dan mobil Malaysia yang disita polisi.MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Satuan Narkoba Polres Kapuas Hulu kembali mengamankan tersangka pengedar dan pemakai narkoba. Jika sebelumnya lebih banyak di ibu kota kabupaten, akhir-ikhir ini polisi mulai menyisir hingga ke kecamatan. Terbukti dalam bulan Januari hingga Februari tahun 2016 ini saja Sat Narkoba Polres Kapuas Hulu telah berhasil menangani empat kasus narkoba di daerah Kapuas Hulu.

 “Dalam tahun 2016 ini kamis telah tangani empat kasus dengan empat tersangka penyalahgunaan narkoba,” tutur Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin, SIK melalui Kasat narkoba Polres Kapuas Hulu Iptu Edhi T. Tarigan, Selasa (16/2). Dari empat kasus tersebut dua kasus pada bulan Januari dan pada bulan Februari 2016 juga sudah diungkap dua kasus narkoba umumnya pelaku berada di kecamatan.

Dari empat kasus yang ditangani dalam tempo dua bulan, Edhi mengaku telah menyita barang bukti (BB) dengan berat 0.5 gram. “Narkoba di Kapuas Hulu telah masuk sampai ke Plosok desa terpencil,” jelasnya. Namun yang menjadi kendala dalam melakukan penyelidikan secara maksimal terhadap para tersangka narkoba dikarenakan geografis dan jarak di wilayah Kapuas Hulu ini yang sangat luas.

"Kita mencoba mengoptimalkan kemampuan anggota yang ada. Kendala itu tidak menghalangi kami dalam menindak para pelaku. Kedepan Kapuas Hulu harus bersih dari narkoba," tegasnya. Kasat juga mengaku telah menangkap tersangka atas nama Pr alias Ju warga desa kecamatan Tanjung Kapuas kecamatan Suhaid Kapuas Hulu, ia ditangkap di simpang tiga, dusun sungai Lalau Desa Nanga Suhaid.

Pr ditangkap, kata Edhi pada Sabtu (13/02) sekitar pukul 02.00 wib. Pelaku ditangkap setelah yang selesai mengantarkan seseorang keterminal, kemudian petugas yang sudah mengintai tersangka langsung melakukan pemeriksaan dan hasilnya ditemukan disaku celananya satu paket diduga sabu.

"Beratnya 0.5 gram, tersangka sudah jadi target operasi kepolisian selama enam bulan,” terangnya.

Selain sebagai pengedar, tersangka juga sebagai pemakai. Selain Pr, sat narkoba juga menangkap tersangka lainnya. Yakni Mr alias mj (46) di jalan Junter samping terminal Badau Desa Badau sebelah Kanan depan konter Ponsel Pada Senin (15/02) sekitar pukul 10.00 wib. Tersangka ditangkap setelah melakukan transaksi barang haram tersebut. “Mr kami tengkap setelah dia bertransaksi,” terangnya.

Pada saat itu, sambung Edhi, anggotanya disuruh membeli paket Rp 200 ribu, setelah barang pindah ke anggota kami langsung melakukan pengeledahan terhadap tersangka. “Pada saat kami lakukan pengeledahan, tidak ditemukan barang haram itu dibadan korban. Selanjutnya petugas melakukan pengeledahan kendaraan roda empat milik tersangka hasilnya petugas menemukan satu paket sabu.

"Kendaraan jenis Kembara milik tersangka itu tak dilengkapi nomor polisi, mobil itu buatan Malaysia yang masuk secara ilegal,” jelasnya.Setelah mendapatkan barang bukti satu paket jenis sabu di mobil tersangka, petugas kembali melakukan pengeledahan dirumah tersangka dan ditemukan satu paket sabu, enam plastik klip dan pipa. "Tersangka ini kami bawa ke polsek untuk diinterogasi,” terangnya.

Mr ini, kata Edhi sudah satu tahun ini menjadi target operasi polisi. “Tersangka ini sebagai pengedar di wilayah Badau, barang haram itu dibelinya di Lubuk Antok dengan penjual inisial AT,"katanya. Atas pengakuan tersangka mereka sudah sering memasukkan sabu dari Malaysia ke Indonesia untuk diperjualbelikan meskipun dalam jumlah yang sedikit, tetapi mereka rutin membawa narkoba ini.

"Tersangka tetap dijerat dengan pasal 114 dan 112, ancaman hukuman 20 tahun penjara,"terangnya pada wartawan. Sementara itu tersangka Pr warga tanjung kapuas kecamatan Suhaid kabupaten Kapuas Hulu mengaku sudah mengkonsumsi narkoba jenis sabu selama satu tahun dengan alasan mengikuti teman. "Saya bukan pengedar, saya makai, saya beli dari orang juga," ungkap Pr berdalih.

Sedangkan tersangka Mr mengaku mendapatkan barang haram dari Malaysia dan baru pertama kali membeli."Saya beli di Malaysia harga RM50 per paket. Saya tidak ngedar saya pakai sendiri," tutur bapak tiga anak ini.Kendati keduanya mengelak, polisi telah mengantongi bukti-bukti kuat jika keduanya merupakan pemakai dan pengedar yang sudah lama mereka incar sejak setahun ini.(aan)

Berita Terkait