Belajar Tidak Mengenal Usia

Belajar Tidak Mengenal Usia

  Jumat, 25 March 2016 13:54
AKSARA: Ketua Tim Pengerak PKK Ny Diah Permata Hildi meninjau kegiatan lomba membaca dan menulis dan berhitung. Humas KKU.

Berita Terkait

SUKADANA--Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kayong Utara  menyelenggarakan lomba membaca, menulis dan berhitung (Calistung) sebagai bentuk evaluasi kerja anggota dalam mengatasi buta aksara masyarakat di Kabupaten Kayong Utara.

Usia lanjut tidak menyurutkan keinginan warga buta aksara yang bermukim di Kecamatan Simpang Hilir untuk mau belajar serta menguji kemampuannya dalam hal calistung, terbukti ramainya masyarakat yang menghadiri acara lomba yang digelar di gedung serbaguna Kecamatan Simpang Hilir, Desa Teluk Melano, Rabu (23/03).

Warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pengrajin ini, memang telah lama mendapatkan pendidikan calistung dari tim pendidik yang disiapkan oleh Pemerintah Kayong Utara bersama TP-PKK di masing-masing desa. Mereka diajarkan dasar-dasar menghitung, membaca dan menulis yang selebihnya dapat diterapkan dalam lingkungan kerjanya masing-masing

Dikatakan Diah Permata Hildi penilaian dilakukan berupa kerapian, ketepatan dan kefasihan saat membaca. Selanjutnya Diah  mengatakan  tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi jumlah buta aksara yang masih tergolong besar di wilayah Kabupaten Kayong Utara.

Ia pun mengharapkan dapat memberikan pemahaman serta motivasi kepada masyarakat akan pentingnya Calistung dalam kehidupanya sehari-hari.

“Dalam profesinya sebagai pengrajin anyaman misalkan dibutuhkan perhitungan untuk membuat ukuran yang pas sesuai permintaan. Atau profesi usaha makanan, dibutuhkan kemampuan membaca untuk mengetahui resep dan takaran adonan yang pas untuk menghasilkan makanan yang lezat,”ucapnya.

Diah menambahkan kelanjutan dari kegiatan ini bagi warga yang dianggap telah dapat membaca, menulis dan menghitung dengan baik akan diberikannya Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA). Pemerintah kabupaten nantinya akan membuatkan program keterampilan bagi masyarakat yang diberi nama Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM).

Program KUM tersebut bertujuan untuk peningkatan kemampuan keberaksaraan  melalui pembelajaran keterampilan usaha yang dapat meningkatkan produktivitas seseorang maupun kelompok secara mandiri bagi warga belajar yang telah mengikuti dan atau mencapai kompetensi keaksaraan dasar.

“Sertifikat SUKMA merupakan suatu jenjang awal untuk mendapatkan program pemerintah yang berbentuk pelatihan tentang keterampilan, kerajinan tangan, maupun anyaman yang nantinya dapat membentuk meningkatkan ekonomi keluarga. Terutama yang akan segera kita hadapi diakhir tahun ini yaitu Sail Selat Karimata. Diharapkan kita dapat menjual hasil kerajinan daerah kita sendiri kepada warga pendatang,”tuturnya.

Sebelum menutup kegiatan Diah tidak lupa memberikan motivasi kepada warga binaannya untuk selalu belajar dan belajar baik itu dari saudara, anak ataupun cucunya yang telah menempuh pendidikan formal. “Jangan malu untuk bertanya. Asah selalu kemampuan dalam kesempatan apapun,”tutupnya. (dan/humas)

 

 

Berita Terkait