Belajar Menjadi Guru dari Para Guru Besar

Belajar Menjadi Guru dari Para Guru Besar

  Kamis, 14 April 2016 10:23
SERAH CENDERAMATA: Bupati Kayong Utara Hildi Hamid menyerahkan cenderamata kepada guru besar Universitas Brawijaya, Prof Dr H Masykuri, pada Seminar Pendidikan yang berlangsung di Gedung Balai Praja Sukadana, Rabu (13/4). HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Pemkab Gelar Seminar Pendidikan
 
SUKADANA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara melalui Dinas Pendidikan menyelenggarakan Seminar Pendidikan. Kegiatan tersebut mengangkat tema: Menjadi guru yang hebat untuk membentuk dan mencetak SDM yang hebat di Gedung Balai Praja Sukadana, Rabu (13/4).

Kegiatan tersebut menghadirkan guru besar Universitas Brawijaya (Unibraw) dan Rektor Unisma Prof Dr H Masykuri. Seminar itu juga dihadiri Bupati Kayong Utara Hildi Hamid, Sekda Hilaria Yusnani, para pejabat struktural di lingkungan Dinas Pendidikan, Kepala Bagian Kessos, dan Kepala Bagian Kepegawaian Setda Pemkab Kayong Utara. Hadir pula guru-guru jenjang SMP dan SMA sederajat sejumlah 100 orang sekabupaten ini.

Dalam sambutannya, Bupati Hildi Hamid terlebih dahulu memaparkan sekilas tentang visi pemerintah daerah. Visi tersebut berkaitan dengan tema yang diangkat dalam seminar tersebut. Guru yang hebat, dikatakan Hildi, ialah guru pembelajar yang selalu berusaha membuat dirinya pantas menjadi seorang guru.

Adapun indikator guru yang hebat itu, dilanjutkannya pula, adalah memiliki kualitas diri, integritas moral, kedalaman ilmu, keterampilan (terutama mendayagunakan metode dan media), dan komitmen (adanya panggilan jiwa dan penuh tanggung jawab). “Untuk menjadi guru yang hebat menuntut keahlian dan keterampilan tersendiri karena guru hebat harus menjadi komunikator, motivator, inspirator, dan pembangun kepribadian dan karakter siswa,” katanya.

Untuk SDM yang profesional, diakui Bupati, sama dengan guru selaku profesional. Seseorang dikatakan profesional, menurutnya, apabila memiliki karakteristik. Karakteristik yang ia maksud meliputi kemampuan profesional (professional capacity), yaitu kemampuan SDM dalam intelegensi, sikap, prestasi.

Dia mencontohkan, kemampuan guru atau penguasaan guru tentang materi pembelajaran yang diajarkan. Selanjutnya, upaya profesional (professional  efforts), merupakan upaya seorang guru untuk mentransformasikan kemampuan profesional yang dimiliki kedalam tindakan nyata dalam mengelola pendidikan dan pembelajaran. Terakhir, sambung Hildi, waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional (profesional time devotion), meripakan banyaknya waktu yang digunakan guru untuk melaksanakantugas-tugas profesinya.

Hildi mengakui, banyak guru yang sudah bersertifikasi atau telah memperoleh pengakuan negara sebagai guru profesinal tetapi kualitas pembelajaran yang dilakukan tidak lebih baik daripada guru yang lain. Hal tersebut kurangnya motovasi untuk mengaktualisasikan kemampuan profesional yang dimiliki dalam proses pembelajaran.

“Untuk itu, mari kita ikut andil dalam mewujudkan visi pemerintah daerah Kayong Utara Maju sebagai kabupaten unggulan dengan sumber daya manusia yang berahklak mulia, sehat, cerdas, dan kesejahteraan. Dan ikut berkontribusi dalam mempersiapkan generasi emas Kayong Utara. Guru harus mengambil peran dominan dalam mencetak generasi selanjutnya yang lebih kuat,” ajaknya.

Sementara itu, rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Prof Dr H Masykuri Bakri, dalam pemaparannya mengungkapkan peran para guru dalam menyampaikan pendidikan di sekolah. Tentunya, diingatkan dia, para guru tersebut harus benar-benar berkompeten. Dengan kompetensi mereka, dia yakin tujuan agar dapat memperoleh hasil yang benar-benar memuaskan, saat menyampaikan kepada peserta didik.

“Jadi untuk guru-guru tersebut tentunya harus benar-benar berkompeten, yang hebat-hebat. Jadi bagiaman caranya, tentunya melalui rekayasa. Dengan memberikan pelatihan dan pencerahan, agar pada saat berada di sekolah masing-masing sudah memiliki wawasan yang luas, bagiaman cara berfikir inofatif, keratif, dan intentif. Agar dapat mempu bersaing tidak hanya lokal saja, melainkan mampu bersaing hingga tingkat nasional,” terang Rektor Unisma, usai memberikan pemaparan materi kepada para dewa guru.

Tentunya, dia menambahkan, jika guru-guru tersebut saat berada di luar, kemudian mampu dalam bersaing dengan guru-guru yang lainnya, tentu hal tersebut akan menjadi kebanggan tersendiri bagi Kayong Utara. Karena, diakui dia jika ini semua merupakan dari nilai  kesatuan, yang selalu siap dalam bersaing saat di mana pun berada.

“Harapannya pendidikan di Kayong Utara, khususnya bagi para guru-guru yang menyampaikan ilmu pendidikan di sekolah jika pada saat mengikuti pelatihan, baik seminar atau pun lainnya guru tersebut dapat lebih berkompeten lagi. Ke depannya pun sudah disampiakan ke Pak Bupati jika memang Dinas Pendidikan akan melakukan kegiatan pengembangan Kurikulum 2013, penelitaian tindakan kelas, media pembelajaran, metode pembelajaran, Unisma siap datang  ke Kayong Utara untuk menyampaikan hal itu. Ini semua tentunya dilakukan untuk menigkatkan mutu guru, agar anak-anak di sekolah dapat lebih hebat-hebat di dunia pendidikan,” jelasnya. (dan)