Belajar dari Selandia Baru

Belajar dari Selandia Baru

  Selasa, 5 December 2017 10:00
HAVE FUN: Kebersamaan Alpha Zetizen of The Year 2017 saat di New Zealand.

Berita Terkait

GELAR Honorary Youth Ambassador telah didapatkan oleh Alpha Zetizen of The Year (AZOTY) 2017 dari seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Jessica Pratiwi dari Kalimantan Barat. Cewek yang akrab disapa Jeje ini tak kuasa menahan tangisnya saat farewell party di gedung New Zealand Trade and Enterptrise (NZTE), Wellington pada Sabtu (2/12) lalu.

Didampingi Tim Anderson selaku komisioner New Zealand Trade and Enterprise dan Caroline Wilson, Second Secretary of Political Affairs New Zealand Embassy, Jeje menerima gelar tersebut. Tim Anderson pun mengaku bangga dan akan menunggu prestasi para AZOTY di masa mendatang. “Aksi positif yang kalian lakukan melebihi ekspektasi dan mindset anak seusia kalian pada umumnya. Setelah pulang ke Indonesia, kalian punya tanggung jawab membawa ilmu untuk teman, keluarga, dan lingkungan sekitarmu,” ungkap Tim.

TERHARU: Jeje terharu saat menerima sertifikat dan gelar Honorary Youth Ambassador oleh Tim Aderson dan Caroline Wilson dari New Zealand Embassy.

Sebagai pengajar muda di daerahnya, Sanggau Ledo, Bengkayang, Jeje tentu punya tugas dan tanggung jawab baru untuk bisa membawa ilmu tersebut ke teman-teman dan juga adik-adik didiknya. Berada di ujung Kalbar, membuat Jeje semakin semangat untuk bisa berbagi ke lingkungan sekitar. 

“Yang pastinya Jeje harus bisa lebih disiplin. Jeje akan mulai dari diri sendiri dulu. Selama di New Zealand Jeje dan teman-teman azoty lainnya secara nggak langsung belajar disiplin waktu. Semoga bisa terus Jeje pertahankan,” ujarnya. 

Tak hanya untuk diri sendiri, siswi SMAN 1 Sanggau Ledo, Bengkayang, ini juga ingin menerapkan ilmu yang diperolehnya kepada lingkungan sekitarnya. Di Selandia Baru, suku Maori yang merupakan suku asli sangat dihargai oleh masyarakat di sana. Desanya juga terjaga. Bangsa New Zealand sama sekali nggak melupakan adat dan budaya yang mereka miliki. Mereka benar-benar menghormati sejarah dan budaya yang mereka miliki. Oleh sebab itu Jeje ingin menereuskan energi cinta budaya bangsa sendiri kepada adik-adik didiknya.

“Saya pengin memperkenalkan dan mengajak adik-adik didik untuk menghargai seni dan budaya kita sendiri. Dalam beberapa acara saya akan menyelipkan pertunjukan seni budaya, mengajarkan mereka menari. Itu salah satu hal kecil yang bisa saya lakukan,” beber Jeje.

Melestarikan desa-desa di tempat tinggalnya dengan budaya daerah sendiri menjadi impian Jeje. Kalimantan Barat bisa memiliki desa-desa adat yang dilindungi dengan keberagaman suku-suku yang ada hingga menjadi wisata budaya seperti di New Zealand. Ya, langkah besar memang harus diawali dengan langkah kecil terlebih dahulu. Tetap semangat anak-anak muda Indonesia. Jangan pernah berkecil hati untuk melakukan aksi. Tetap percaya diri dan terus lah beraksi positif. (sya)

 

Berita Terkait