Belajar dari Lebah

Belajar dari Lebah

Jumat, 3 November 2017 09:16   46

Lebah tidak hanya sebagai hewan penghasil madu saja. Namun, dibalik itu semua, Allah SWT menciptakan lebah agar manusia bisa belajar darinya. Firman Allah, “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: ‘Buatlah sarang–sarang di bukit–bukit, di pohon–pohon kayu, dan di tempat-tempat  yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu’. Dan dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat  yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang–orang yang memikirkan.” (An-Nahl:69-69).

Pelajaran apa yang dapat dipetik dari kehidupan lebah? Pertama, lebah hanya mengisap saripati bunga. Ia hanya mengambil yang inti yang baik dan membiarkan yang lain. Dengan kalimat lain, tidak serakah. Ini mengajarkan bahwa setiap Muslim harus mengambil sesuatu yang baik dan halal saja. Sebab mengambil hak yang lain hukumnya adalah haram.

Allah SWT berfirman, “Hai orang–orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (Al Baqarah:172).

Kedua, lebah menghasilkan madu yang sangat bermanfaat bagi manusia. Maka kita sebagai manusia, harus bermanfaat bagi sesama. Nabi SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia, yang paling memberi manfaat pada sesama.” 

Ketiga, lebah membuat sarang sesuai yang ditentukan oleh Allah SWT. Lebah mampu membangun “rumah” yang memberi rasa aman dan nyaman. Perasaan aman seseorang di tengah keluarga (masyarakat) di mana ia tinggal adalah syarat utama mencapai kebahagiaan. Keluarga yang merupakan unit terkecil dan basis utama masyarakat harus dibangun menjadi sebuah komunitas  yang berkualitas, baik secara lahir maupun batin, dengan mengoptimalkan  segala potensi yang dimilikinya. Rasa aman tersebut hanya bisa dirasakan bila kebutuhan pangan, sandang, perumahan, pendidikan, spiritual keagamaan, dan kesehatan bisa terpenuhi.

Keempat, lebah tidak merusak. Dimanapun ia hinggap, tak ada tangkai daun ataupun ranting pohon yang patah. Betapa santunnya hewan kecil ini dalam bergaul. Dia tidak menyakiti siapa pun dan senantiasa menjaga kedamaian dalam setiap suasana.

Kelima, lebah mempunyai harga diri. Ia tidak akan mengganggu  siapa pun selama kehormatannya dan harga dirinya dihormati. Namun ketika lebah  diganggu mereka akan menyerang bersama-sama meskipun harus mengorbankan jiwa mereka. Ini sebuah sikap yang bisa ditiru.

Keenam , lebah mengajarkan tentang pentingnya kerja keras, ikhtiar, ketekunan, dan perjuangan. Allah SWT berfirman, “Jika salat telah dilaksanakan, maka berpencarlah kalian di muka bumi untuk mencari karunia Allah. Berzikirlah sebanyak-banyaknya  kepada Allah supaya kamu memproleh keuntungan.” (Al Jumu’ah:10). 

Lebah sering dijadikan permisalan sebagai orang saleh. Dimana ia mengambil yang baik–baik dan mengeluarkan yang baik-baik pula. Dalam  Alquran nama lebah dijadikan sebuah nama yakni surah An Nahl. Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang mukmin itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih, dan tidak merusak atau mematahkan yang dihinggapinya.” (HR.Ahmad).

 

Uti Konsen