Bekuk Tujuh Pejudi

Bekuk Tujuh Pejudi

  Selasa, 29 March 2016 09:55
Belen A Pratama

Berita Terkait

DUA pelaku judi togel berhasil digelandang ke Mapolres Ketapang, Senin (28/3) siang. Keduanya, Wahyudin (42) dan Acin (44), tak berkutik, saat dibekuk ketika sedang bertransaksi. Sementara satu orang lainnya yang diduga sebagai bandar masih diperiksa oleh polisi.

Penangkapan mereka berdasarkan informasi dari masyarakat, di mana sering berlangsung judi togel di wilayah Kota Ketapang. Sebelumnya, pada
Sabtu dan Minggu, Polres juga mengamankan dua pejudi togel. Dengan demikian, sejak Januari hingga saat ini, sudah ada tujuh penjudi yang diringkus polisi.

Kapolres Ketapang melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) AKP Belen Anggara Pratama, mengungkapkan bagaimana mereka memang sedang gencar mengincar pelaku judi. "Total sudah ada tujuh kasus perjudian dan tujuh tersangka yang sedang kita proses," kata Belen kepada wartawan, kemarin (28/3).

Ia menjelaskan, tujuh kasus perjudian tersebut di antaranya judi remi box, togel, dan liongfu. "Untuk yang ditangkap hari ini (kemarin, Red) kasus perjudian togel. Ada tiga orang. Dua orang sudah mengaku dan satu lagi masih diperiksa. Ada juga perjudian remi box dan liongfu," jelasnya.

Belen juga menjelaskan jika pengungkapan kasus judi togel pada Senin (28/3) siang, berawal dari tertangkapnya pengepul judi togel, Wahyudin. Polisi pun mengembangkan kasus tersebut dan menangkap Acin, diduga sebagai bandar togel. "Si Wahyudi ini sudah menyetor ke Acin sebanyak Rp356 ribu. Kemudian anggota menggeledah kediaman Acin dan menemukan rekapan judi togel," ungkap Belen.

Tidak sampai di situ, polisi masih melakukan pengembangan dan mengarah kepada salah satu orang yang diduga terlibat, yaitu Akuang. "Saat ini baru dua pelaku yang terindikasi. Sementara Akuang, berdasarkan pengakuan kedua pelaku, merupakan penadah judi togel dan sedang dalam proses pemeriksaan," paparnya.

Di hadapan polisi, Acin mengakui jika dia memang menerima setoran dari pengepul judi togel, yakni Wahyudin, sebesar Rp356 ribu. Ia pun mengaku baru sekitar 5 bulan bekerja sebagai penadah judi togel. "Saya biasa setor uangnya ke abang saya (Akuang, Red). Satu hari biasa setor Rp1
juta lebih," katanya saat diperiksa polisi, kemarin (28/3) siang.

Ia juga tak memungkiri kalau bukti rekapan yang ditemukan aparat di kediamannya adalah miliknya. "Ya, itu memang milik saya," ucapnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku judi ini diancam pasal 303 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara. (afi)

Berita Terkait