Bekuk Gerombolan Jambret

Bekuk Gerombolan Jambret

  Senin, 19 March 2018 11:00
Ilustrasi: JPNN

Berita Terkait

Kriminalitas

Setelah membekuk dua dari empat sindikat pencurian dengan kekerasan, polis berhasil menangkap satu pelaku lainnya, yakni T alias A, pada Sabtu malam (17/3). Pemuda 21 tahun itu ditangkap tanpa perlawanan di kediamannya di Kabupaten Kubu Raya. Dia diketahui satu dari empat sindikat pencurian dengan kekerasan (jambret) yang meresahkan masyarakat. T diketahui berperan sebagai orang yang merampas tas target.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli mengatakan, penangkapan pelaku T alias A berdasarkan dari pengakuan dua pelaku yang berhasil ditangkap terlebih dahulu, yakni D dan J.

Dimana, lanjut Husni, dari keterangan tersangka, D bahwa pada saat  melakukan aksi kejahatan di beberapa tempat kejadian ia melakukannya  bersama temannya, yakni  T.

"Pengakuan tersangka D aksinya bersama T dilakukan di depan Rumah Sakit Anugerah Bunda Khatulistiwa, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak selatan," kata Husni membeberkan pengakuan tersangka D, Minggu (18/3). Husni menjelaskan, masih dari pengakuan  tersangka D aksinya bersama T dilakukan pada Sabtu 13 Januari 2018 lalu. Yang mana pelaku T saat itu berperan merampas secara paksa tas pengendara sepeda motor. "Serangkaian penyelidikan dilakukan untuk mencari keberadaan T. Lalu didapat informasi jika dia  sedang berada di rumah," sambungnya.

Husni menerangkan, pada Sabtu malam 17  Maret timnya bergerak menuju alamat tersebut dan berhasil menangkap pelaku  tanpa perlawanan. Dari interogasi yang bersangkutan mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian bersama tersangka D.

"Pelaku mengaku merampas tas pengendara di Jalan Ahmad Yani. Sementara dari penjelasannya D berperan sebagai joki atau yang mengendarai motor," terangnya. Husni mengungkapkan dari penangkapan pelaku T disita  barang bukti yakni satu unit sepeda motor sebagai sarana untuk melancarkan aksi kejahatan dan satu unit telepon genggam barang hasil kejahatan.

Husni menyatakan, dari hasil pemeriksaan, pelaku bersama tersangka D telah beraksi di tiga tempat berbeda, yakni depan kantor Gubernur Kalbar, di depan dealer Honda, dan depan ATM Center BNI, Jalan Ahmad Yani, Pontianak Selatan. "Terhadap pelaku akan dikenakan pasal 363 dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun. Kami masih memburu satu pelaku lainnya," pungkas Husni. (adg)

Berita Terkait