Bekuk Bandar Judi

Bekuk Bandar Judi

  Rabu, 17 February 2016 08:32
GELAR BARANG BUKTI: Polisi menggelar barang bukti hasil tangkapan judi liong fu dan kolok-kolok beserta lima tersangka yang diamankan di Polresta Pontianak, Selasa (16/2). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Polisi benar-benar tak ingin memberi ruang bagi bandar dan penggila judi. Penggerebekan demi penggerebekan pun dilakukan, hingga dalam kurun waktu sepekan terakhir sebanyak 20 pemain judi berhasil ditangkap.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean, mengatakan yang terbaru dua kasus perjudian yang berhasil diungkap yakni tiga orang pemain judi jenis kolok-kolok di Jalan Parit Haji Mukhsin, Kubu Raya. “Dua pemain satu bandar judi berhasil ditangkap,” kata, Andi saat menggelar konferensi pers di Polresta Pontianak, Selasa (16/2).Dari tangan para pemain dan bandar, lanjut dia, berhasil disita uang tunai sebesar Rp1,5 juta, lapak judi, dua buah dadu. “Ketiga orang yang diamankan, yakni PSF sebagai bandar dan dua pemain, Su dan Tju,” ungkapnya.

Sementara pada Senin, 15 Februari, dia menambahkan di tempat terpisah tepatnya di Jalan Khatulistiwa, Pontianak ditangkap satu orang bandar, Musaki dan penyedia tempat judi Liungfu, Bakctjia.Andi menuturkan dari tangan bandar disita barang bukti uang tunai kurang lebih sebesar Rp1,3 juta, lapak judi. “Selain dua orang ini, masih ada beberapa orang yang diamankan untuk diperiksa karena saat dilakukan penggerebekan orang-orang tersebut ada di lokasi perjudian,” ucapnya.

Andi menuturkan, pengungkapan kasus perjudian sebelum dan saat pelaksanaan Imlek berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat, yang resah dengan aktivitas perjudian yang dilakukan secara terang-terangan. Dari laporan tersebut dilakukanlah penyelidikan dan penggerebekan hasilnya ditemukan aktivitas perjudian tersebut. “Untuk kelima orang yang ditangkap dua hari terakhir, semuanya sudah mengakui perbuatannya,” sambungnya.

Andi mengungkapkan, hanya dalam waktu sepekan terakhir, total keseluruhan pemain judi, dan bandar yang berhasil ditangkap sudah mencapai 20 orang. “Kesemuanya akan dikenakan pasal 303 dengan ancaman pidana penjara selama sepuluh tahun,” tegasnya.Andi menyatakan sampai dengan saat ini, masih banyak laporan masyarakat yang masuk mengenai perjudian di wilayah hukum Polresta Pontianak. Ia pun memastikan akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Untuk judi ini, di Polresta ada namanya Satgas perjudian yang  fokus meninidaklanjuti informasi masyarakat dan menangkap. Insya Allah sore ini (kemarin) akan ada pemain judi yang akan ditangkap lagi,” pungkasnya.

Salah tersangka judi, yakni Musaki, mengaku baru pertama kali membuka lapak judi Liongfu tersebut. “Saya hanya coba-coba buka lapak karena biasanya Imlek gini ramai orang yang mau main judi,” kata tersangka.Musaki menuturkan, untuk menjadi seorang bandar ia harus mengeluarkan modal sebesar Rp600 ribu. Namun belum sempat merasakan keuntungan dirinya sudah ditangkap polisi. “Saya sehari-hari kerjanya petani, buka lapak hanya untuk cari penghasilan tambahan,” dalihnya. (adg)

Berita Terkait