Bekas Kondom Berserakan di GOR , Desak MUI Keluarkan Fatwa

Bekas Kondom Berserakan di GOR , Desak MUI Keluarkan Fatwa

  Rabu, 24 February 2016 10:00
SISA: Bekas kemasan kondom yang berserakan di komplek GOR ODM Mempawah WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Pergaulan remaja di Kota Mempawah semakin mengkhawatirkan. Aktivitas kencan pasangan muda-mudi di sejumlah fasilitas umum (fasum) sudah mengarah pada praktek mesum. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya alat kontrasepsi seperti kondom di komplek GOR Opu Daeng Menambon (ODM) Mempawah.

Maraknya aktivitas mesum di tempat-tempat fasum di Kota Mempawah mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Terlebih organisasi masyarakat (ormas) Islam diwilayah itu. Sebab, praktek mesum yang dilakukan oknum muda-mudi trsebut sebagai bentuk kemaksiatan yang mengundang azab Allah SWT.Bukan hanya sekali atau dua kali, melainkan sudah sering kali masyarakat memergoki perbuatan tidak senonoh di fasum-fasum yang ada di Kota Mempawah. Namun, tidak adanya tindakan tegas dari aparat setempat hingga tak memberikan efek jera kepada para pelakunya.

Salah satu fasum yang kerap dijadikan tempat mesum seperti Komplek GOR ODM Mempawah. Lokasi fasum yang terletak di Desa Antibar Kecamatan Mempawah Timur itu memang strategis menjadi tempat mojok. Selain tempatnya yang jauh dari pemukiman warga, kurangnya penerangan juga menjadi faktor pendukung.“Sudah banyak masyarakat menemukan bukti-bukti kalau GOR itu menjadi lokasi mesum. Mulai dari temuan bekas kondom hingga dinding stadion yang icoret-coret dengan tulisan yang jorok,” sesal Ketua FPKR Mempawah, Sudianto Nursasi, SH, Minggu (21/2) siang ketika berkeliling di Komplek GOR ODM Mempawah.

Bukan itu saja, sambung Sudianto, bangunan fasum juga dirusak oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggungjawab. Harusnya, menurut dia, berbagai peralatan dan inftrastruktur fasum bisa dilindungi dan terawat dengan baik.“Inilah lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah dalam menjaga dan melindungi aset. Harusnya Sat Pol PP bisa lebih maksimal dalam melaksanakan pengawasan dilapangan. Terutama melindungi aset termasuk fasum tersebut,” tegasnya.

Dilain pihak, Anggota Laskar Gerakan Anti Maksiat (Geram) Mempawah, Hasan Effendi menyampaikan keprihatinan yang sama terhadap kondisi itu. Bahkan, dirinya mengaku saat ini Geram sedang mengumpulkan dukungan untuk mendorong MUI agar mengeluarkan fatwa untuk menanggulangi maraknya fasum yang dijadikan tempat mesum.“Permasalahan ini sangat serius dan harus segera ditanggulangi bersama. Karena bukan hanya menyangkut akidah masyarakat muslim saja, melainkan rusaknya moral generasi muda di Kabupaten Mempawah,” ungkapnya.

Menurut pria yang juga Koordinator Pembinaan Generasi Muda Gerakan Cinta Masjid (GCM) itu, aktifitas mesum dilingkungan fasum di Kot Mempawah sudah berlangsung lama. Pihaknya pun telah melaporkan kondisi itu kepada pihak terkait. Mulai dari Sat Pol PP, Dishubbudpar, Dinas PU, KONI dan pihak kepolisian. Namun, sampai saat ini hasilnya tetap nihil dan tidak ada upaya penindakan.“Perilaku mereka sudah menyimpang dari hukum negara dan hukum agama. Dan kami menemukan fakta-fakta yang membuktikan fasum di Kota Mempawah ini menjadi tempat maksiat pasangan muda-mudi,” paparnya.

Melihat kemaksiatan yang semakin berkembang, maka Geram pun berinisiatif untuk menggagas dukungan dari ormas-ormas di Kabupaten Mempawah. Supaya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa untuk mengatasi persoalan tersebut.“Harapan kami, MUI dapat mencarikan solusi dan jalan keluar terbaik. Berikan kami fatwa atas persoalan ini agar tidak berlarut-larut hingga mengundang kemurkaan Allah SWT yang dapat membinasakan daerah dan masyarakat Mempawah,” pungkas PNS DPPKAD UPT Sungai Pinyuh itu. (wah)

Berita Terkait