Begini Kondisi Kanker Menyebar ke Bagian Tubuh

Begini Kondisi Kanker Menyebar ke Bagian Tubuh

  Senin, 12 December 2016 16:51
FOTO pixabay.com

Berita Terkait

Rasa nyeri makin hebat pada penderita kanker jika sel kankernya terus menyebar ke bagian tubuh lainnya (metastase). Umumnya kondisi ini sudah dialami pasien stadium 3 dan stadium 4. Pengobatan yang diberikan dari mulai operasi, kemoterapi, radioterapi.

“Jika sudah metastase itu sudah kemana-mana, sudah nyeri sekali,” kata Pakar Nyeri Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, Darto Satoto.

Seseorang yang mengalami nyeri umumnya kualitas hidupnya makin menurun dan putus asa. Kanker dapat menyebar ke sejumlah bagian tubuh. Contohnya kanker ovarium bisa menyebar ke tulang dan paru-paru.

Lalu kanker payudara bisa sampai menjalar ke otak. Jika sudah mengenai saraf otak maka akan merambat ke saraf mata dan mengalami kesulitan penglihatan.

“Bisa kemana-mana, namun ada pasien saya sembuh dari kanker ovarium setelag disinar, pasang morfin di leher lalu dicabut. Kalau memang bisa sembuh, nyerinya sembuh. Padahal sudah metastase stadium 3,” katanya.

Jika rasa nyeri dapat diatasi, kata Darto, maka kualitas hidup pasien akan meningkat. Mereka yang bekerja, bisa kembali ke kantor melanjutkan aktivitasnya.

“Kualitas hidup pasien kanker akan meningkat seperti sehari-hari, ke kantor tetap bisa, jalan bisa. Ada semangat hidup,” tuturnya. 

FAKTOR MEMPERPARAH

Berbagai metode teknik intervensi rasa nyeri pada pasien kanker kini mulai banyak dilakukan. Banyak penelitian yang meningkatkan cara lebih efektif mengatasi nyeri pada pasien kanker.

Pasien kanker umumnya menjalani pengobatan kemoterapi, radioterapi, dan operasi. Namun tidak menutup kemungkinan saat menjalani kemoterapi rasa nyeri lebih sakit atau bahkan sel kanker tetap menyebar.

“Kemoterapi berhasil apa enggak, kita enggak pernah tahu ya. Ada pasien yang sudah 15 tahun kemoterapi  kanker payudara hasilnya bagus, ternyata setelah 15-20 tahun kemudian kankernya ternyata menyebar,” jelas Pakar Nyeri Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, Darto Satoto.

Bisa saja penyebaran kanker tersebut terjadi karena banyak faktor, salah satunya pola hidup tak sehat dalam rentang 15-20 tahun setelah kemoterapi. Darto meminta para pasien kanker dan siapa saja menjaga pola hidup sehat.

Darto menyebutkan sejumlah faktir yang memperparah rasa nyeri pasien kanker. Salah satunya karena cara hidup yang salah.

“Banyak faktor seperti cara hidup yang salah, tak mau berobat, enggak punya obat kemoterapi. Lalu stres,” katanya.

Darto mencontohkan bagi wanita harus rajin memeriksa di area payudara untuk mencegah kanker payudara. Jika rasa nyeri sudah datang, kata dia, maka harapan hidup pasien kanker kurang baik.

“Enggak bisa diramalkan usia sampai kapan, stadium 4 umumnya sulit. Walaupun ada yang sembuh entah itu miracle tapi itu 1 banding sekian juta pasien,” tukas Darto. 

PERPANJANG USIA

 

Pasien kanker umumnya menderita nyeri yang begitu hebat. Banyak pengobatan yang dilakukan secara medis seperti kemoterapi, operasi, dan radiasi. Pasien kanker dapat mengalami peningkatan kualitas hidup jika rasa nyeri mampu diatasi.

Nyeri yang terkontrol dapat memperpanjang usia pasien kanker. Para pasien diharapkan dapat hidup lebih baik dan beraktivitas seperti orang sehat pada umumnya.

“Kalau orang nyeri, itu orangnya makin stres. Bisa terjadi gangguan hormon dan lainnya. Hormon itu menyebabkan penyakitnya lebih berat. Umurnya jadi lebih pendek,” kata  Pakar Nyeri Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, Darto Satoto.

Menurut Darto rasa nyeri adalah persepsi seseorang. Rasa nyeri tersebut langsung dirasakan pasien kanker hingga ke otak.

“Sekarang kan nyeri itu persepsi. Kalau orang nyeri itu, merasa nyerinya persepsi orang itu,” jelasnya.

Rasa nyeri diperparah jika penyebaran (metastase) terjadi ke sejumlah bagian tubuh. Darto bercerita sejumlah pasiennya dapat merasakan kualitas hiduplebih baik saat rasa nyerinya dapat dikontrol.

“Pasien saya bilang bisa enggak umurnya diperpanjang sedikit, mau kawinkan anaknya. Mintanya 3 bulan tapi ternyata bisa sampai 9 bulan miracle. Dan dia memang advance ya, stadium 4 walau akhirnya meninggal juga,” katanya.

Banyak pasien kanker yang mengatasi rasa nyeri dengan pergi ke pengobatan non medis atau alternatif. “Non medis bukan buat pengobatan kankernya tapi pengobatan nyerinya. Non medis itu kan bukan dokter, hanya rasa nyerinya,” jelasnya. (cr1/JPG)

Berita Terkait