Begini Cara Penyelundupan Mobil Mewah Malaysia ke Kalbar

Begini Cara Penyelundupan Mobil Mewah Malaysia ke Kalbar

  Senin, 29 Agustus 2016 21:31

Berita Terkait

SATUAN  Reserse Polresta Pontianak Kota berhasil mengamankan  dua unit mobil mewah Jenis Mercy dan BMW, yang diduga diselundupkan dari Sarawak, Malaysia Timur.
Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs. Musyafak MM dalam Press Release-nya  Senin (29/8) siang menyampaikan bahwa modus operandi para pelaku kejahatan ekonomi ini,  memanfaatkan fasilitas lintas batas, dimana warga Malaysia termasuk Brunai bisa membawa masuk mobilnya ke wilayah Indonesia khususnya Kalimantan Barat selama 30 hari. Setelah itu bisa diperpanjang di Border Entikong selama 30 hari. Jika selama 60 hari  izin operaionalnya habis,  maka mobil berikut orang asing yang membawa mobil kembali ke negaranya. "Tetapi yang terjadi setelah  mobil masuk wilayah Indonesia, mobil tersebut langsung dijual oleh pemiliknya kepada warga Indonesia dengan harga yang relatif murah," jelas Kapolda.
Modus ini tidak sampai disitu saja. Dimana setelah mobil terjual  biasanya pemilik mobil membuat laporan kehilangan mobil/ kereta di  negaranya untuk mendapatkan  klaim asuransi. Seandainya pihak asuransi ingin mendapatkan kembali kendaraan tersebut, mereka menghubungi Police Di Raja Malaysia Kontinjen Sarawak. Nanti antarnegara mereka akan meminta bantuan Polisi Indonesia untuk mengirimkan kendaraan yang dilaporkan hilang oleh warga Malaysia. "Jadi kerugian warga Indonesia dua kali. Pertama uang pembelian mobil. Kedua mobil ditarik balik karena ada laporan kehilangan dari negara dimana penjual berdomisili," kata Musyafak. "Modus ini sudah berulang kali terjadi, namun untuk kasus ini tidak seperti itu," tambahnya. Pelaku sudah berulang kali melakukan perbuatan yang sama. Dari pengakuan tersangka dia melakukan transaksi seperti ini sudah lima kali.

Pelaku dalam melakukan perdagangan mobil  Illegal ini tentunya tidak sendirian, karena ada unsur pemalsuannya,  yaitu pemalsuan STNK dan BPKB. Untuk memperjelas kasus ini pihak kepolisian sedang mendalami melalui kerja sama dengan Polda Jabar, karena kedua mobil tersebut berplat nomor Bandung. Apakah dokumen tersebut dikeluarkan oleh Kepolisian atau dipalsukan. "Seandainya dipalsukan siapa yang memalsukan," kata Kapolda. 
Makanya kasus ini akan berkembang. Polisi akan mengungkap  terangnya kasus ini. Polda Kalbar sudah berkomunikasi secara intensif dengan  Polda Jabar untuk memastikan penggunaan plat nomor D 1622 RC Mobil Mercedez Benz warna putih metalik. Apakah kendaraan tersebut terdaftar di Kantor Samsat Jabar. Sedang didalami keabsahan nomor plat tersebut. Saat ini tersangka atas nama Gama Satria ( GS ) warga Jalan HE. Suwanda 24 RT 005 RW 004 Kelurahan Padasuka Cimenyan Jabar diamankan di Polresta Pontianak.
Sementara itu barang bukti yang berhasil diamankan oleh Polresta Pontianak Kota berupa dua unit mobil masing masing D 1622 RC merk  Mercedez Benz warna putih dan satu unit mobil Malaysia merk MBM E 30 320i tahun 1984 warna abu-abu grey nomor WBH 2533N satu buah KTP atas nama Gamma Satria, satu unit Pasport atas nama Gama Satria, satu unit HP Leonovo warna hitam, satu unit laptop merk HP Silver, satu buah STNK Asli D1622 RC atas nama pemilik Wahyu Djoendjoenñan merk mercedez benz type 560 Second 6.0 AMG.A/T Model sedan dan satu buah BPKB mobil BMB 635 csi tahun tahun 1984 Plat terakhir D 131 BJ atas nama Matdiman Sihombing diamankam di Polres Pontianak.
Menurut Kapolda Irjen Pol Drs.Musyafak MM bahwa wilayah perbatasan memang perlu diperketat, karena yang diselindupkan ke wilayah Indonesia tidak hanya mobil, tetapi juga narkoba, daging sapi Illegal dan gula rafinasi. Hanya  saat ini modusnya berbeda dengan dahulu. "Sekarang mereka menggunakan mobil pribadi, dititipkan melalui bus antarnegara atau melalui sepeda motor," ujarnya.  (r/PNC AW )

Berita Terkait