Bebas dari Demam

Bebas dari Demam

  Sabtu, 6 Agustus 2016 10:04
Maria Londa

Berita Terkait

KABAR tidak menyenangkan datang dari atlet lompat jauh Maria Londa. Peraih emas Asian Games 2014 Incheon itu dikabarkan terkena demam. Londa akan berlomba dalam kualifikasi pada 16 Agustus waktu Rio di Olympic Stadium. Kalau mencatat hasil bagus, dia bisa bertarung di babak final yang berlangsung sehari setelahnya.

 
Karena perbedaan waktu sampai 10 jam dan cuaca yang agak dingin, fisik Londa mulai terpengaruh. Namun, dia mulai pulih kemarin.

Maria mulai mengalami penurunan fisik dalam latihan sore pada Selasa (2/6). Awalnya, pelatih Ketut Pageh berencana menghentikan latihan untuk menjaga agar Maria tidak semakin sakit. Namun, atlet asal Bali berusia 25 tahun tersebut berkeras untuk tetap tampil. Namun, sepulang ke perkampungan atlet, Maria mendapat perawatan dari dokter kontingen Andi Kurniawan. Pageh mengungkapkan, Maria membutuhkan waktu dua hari untuk recovery. Namun, jangka waktu itu sangat sayang dihamburkan tanpa latihan. ’’Kami harus memaksakannya,’’ ucap Pageh.

Maria Londa memang tidak dibebani target muluk di Olimpiade. Dia akan menjalani pertarungan yang sangat berat. Catatannya saat menjadi juara Asian Games 2014, yakni 6,55 meter, jauh dibandingkan level dunia yang sudah menembus lebih dari 7 meter. Sebagai perbandingan, peraih emas London 2012 Brittney Reese asal Amerika Serikat berhasil mencatat hasil terbaik dengan 7,12 meter.

Apalagi, kondisi makin berat karena Maria sempat mengalami cedera sebelum terbang ke Rio. Dia juga tidak bisa berkembang karena fasilitas latihan di Denpasar tidak representatif. Namun, sebelum Olimpiade, Maria bertekad meraih hasil sebaik-baiknya.

Sementara itu, kondisi lifter nasional Deni juga mengalami peningkatan dan bebas dari demam yang sempat menyerang. Kemarin atlet yang akan turun di nomor 77 kilogram tersebut sudah berlatih penuh bersama skuad angkat besi nasional di kawasan Barra da Tijuca.

Manajer angkat besi Alamsyah Wijaya menyatakan, kondisi Deni baik-baik saja. Pelatih Dirja Wiharja juga memastikan anak asuhnya siap tempur.

Alamsyah menerangkan, Deni dipindah dari kelas 69 kg ke nomor 77 kg. Sebab, di nomor tersebut, setiap negara hanya boleh menurunkan dua lifter. Dan, jatah itu diisi andalan Indonesia Triyatno dan I Ketut Ariana.

Skuad pelatih sempat mempertimbangkan antara Deni dan Ketut yang pindah kelas. ’’Ini bukan dibuang ya. Saya juga bertanya kepada atletnya apakah mau pindah kelas. Dia mengatakan siap, ya akhirnya kita lakukan,’’ ucap Alamsyah. (*/c17/tom)

Berita Terkait