Beban Disebut John Mayer Indonesia

Beban Disebut John Mayer Indonesia

  Jumat, 21 Oktober 2016 09:07
PROMO: Rendy Pandugo berkunjung ke redaksi Jawa Pos Surabaya. Saat ini dia sedang mempersiapkan album solo.ARYA DHITYA/JAWA POS

Berita Terkait

Berawal dari kebiasaan menyanyi di aplikasi rekaman suara SoundCloud, Rendy Pandugo, 31, membuka lebar karirnya di dunia musik. Cover single Sebuah Kisah Klasik yang dirilisnya diterima baik oleh pendengar. Tampilan dan gaya bermusiknya mengingatkan pada musisi John Mayer. Berikut wawancara dengannya saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos Surabaya. 

----------------

Kenapa meng-cover lagu Sheila On 7 (SO7) sebagai single perdana? 

Saya memang suka banget sama lagu ini. Ceritanya tentang perpisahan sama orang terkasih. Tapi, lirik dan musiknya itu enggak cengeng dan bener-bener asyik untuk didengar. Walaupun asyik didengar, makna dan esensi perpisahannya dapat banget. 

Setelah dirilis Juni lalu, Sebuah Kisah Klasik jadi chart-topper di Spotify Indonesia. Kira-kira apa yang bikin hit ya? 

Biasanya, saya sering cover lagu bahasa Inggris, terutama lagu-lagunya John Mayer. Nah, dengan saya merilis cover lagu bahasa Indonesia, para pendengar juga penasaran mendengarkan saya nyanyi. Plus, nama SO7 sebagai pelantun asli juga kembali ngehit. Para penggemarnya juga seolah bisa menikmati lagu SO7 dengan nuansa baru.

Aslinya apakah memang senang SO7?

Iya. Saya tumbuh dengan lagu-lagu Duta dan kawan-kawan. Mulai dari SMP sampai kuliah, saya ngefans sama lagu-lagu mereka yang easy-listening, penuh makna, dan ngetop banget. Karena mereka juga, saya jadi tertarik mendalami musik. Pokoknya, mereka inspiring. 

Ingin kolaborasi dengan SO7?

Pengin banget. Semoga bisa kesampaian. Sementara harus puas dengan cover lagunya saja dulu. Mungkin next project bakal lobi ke mereka. 

Masih sering cover lagu-lagu John Mayer?

Masih. Buat saya, dia sosok yang membuat saya berani menjajal dunia vokal selain bermain gitar. Saya akhirnya memberanikan diri main gitar sambil nyanyi karena terinspirasi dia. Awalnya sulit membagi konsentrasi antara menyanyi dan bermain gitar. Tapi, sekarang sudah gampang. 

Rendy sering disebut John Mayer-nya Indonesia. Merasa begitukah? 

Ya, banyak yang bilang begitu. Bangga pasti. Tapi, saya juga terbebani. Kemampuan John Mayer itu bener-bener keren, kok bisa disandingkan dengan saya. Kalau sudah mulai dijuluki John Mayer, pasti ekspektasi terhadap kualitas bermusik saya pun semakin tinggi. Saya sendiri ingin dikenal sebagai Rendy Pandugo saja supaya lebih orisinal.  

Setelah bikin single, ada rencana mengeluarkan album?

Sebuah Kisah Klasik bakal ada dalam album kompilasi Y2Koustic. Dalam album itu, bakal ada recycle dari lagu-lagu era 2000-an yang dibawakan para musisi yang ngehit lewat media sosial. Terus, saya juga sudah merampungkan produksi album solo di Swedia dan sekarang lagi finishing. Rencananya, akhir tahun atau awal 2017 akan dilempar ke pasar. 

Ceritain soal album barunya dong. 

Semua lagu pakai bahasa Inggris. Total ada 13 lagu. Delapan lagu bener-bener saya yang bikin di Indonesia. Dua orang musisi Indonesia sempat bantu saya co-writing. Terus, lima lagu sisanya saya dibantu sama tim produksi dari Swedia. Liriknya masih seputar romance, tapi gaya bermusiknya akan lebih luas. Intinya, album debut saya nanti ngasih sound yang lebih variatif. Tanggal 2 November nanti lagu yang berjudul Don't I bakal dirilis lebih dulu sebelum albumnya, (len/and/c6/ayi)

Berita Terkait