BBM Tanpa Dokumen Ditahan

BBM Tanpa Dokumen Ditahan

  Senin, 11 April 2016 09:58
DITAHAN: Mobil pengangkut BBM ilegal yang ditahan polisi. MUSTAAN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kapuas Hulu, Senin (3/4) pekan lalu mengamankan satu unit mobil Toyota Hilux KB 8040 AJ. Mobil itu ditahan polisi lantaran membawa BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis bensin tanpa dokumen. Oleh penyidik, tersangka dikenakan Pasal 53 huruf B dan atau D Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001, tentang migas (minyak dan gas bumi).

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin SIK melalui Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu Iptu Charles Berto Nikolas Karimar SIK mengatakan, kronologis kejadian bermula pada Mingggu 3 April 2016. Sekira pukul 10.00 WIB tim Reskrim yang dipimpinnya melaksanakan Giat Operasi Bersinar 2016 dan barang-barang ilegal di kabupaten Kapuas Hulu jalur Jalan lintas selatan daerah kecamatan Silat Hilir.

Kemudian pada Senin 4 April 2016, sekira pukul 13.00 WIB, Satreskrim memutuskan memonitoring wilayah lintas selatan, tepatnya dusun Jelemuk, desa Miau Merah, kecamatan Silat Hilir. Saat itu melintas satu unit mobil Toyota Hilux pikup berwarna abu-abu metalik dengan Nopol KB 8040 AJ. Dalam bagian baknya ditutupi terpal, tim memeriksa barang-barang yang dibawa sopir bernama Sap.

 “Setelah digeledah ditemukan drum dan jeriken berisikan BBM yang dicurgai ilegal,” terang Charles di Mapolres, Minggu (10/5). Setelah diperiksa, petugas menanyakan dokumen pengangkutan dan penjualan BBM serta siapa pemilik BBM tersebut. Pemiliknya tidak bisa menunjukan dokumen yang sah, oleh petugas mobil, BBM serta sopir langsung dibawa ke Mapolres Kapuas Hulu untuk diperiksa.

Hasil interogasi terhadap sopir, kata Charles, pemilik BBM atas nama AN, sesuai alamat KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang bersangkutan Kelahiran Demak 1994, dengan alamat Dusun Nanga Silat, Desa Nanga Dangkan Kecamatan Silat Hulu.

“Pemilik sudah kami panggil dengan status sebagai tersangka, karena dia pemilik BBM, sementara sopir yang sempah diperiksa hanya sebagai saksi saja,” tuturnya.

Adapun Barang Bukti (BB) yang disita petugas saat itu diantaranya BBM jenis bensin sebanyak 740 liter, yang dimuat dalam dua buah drum masing-masing berisikan sekitar 220 liter, 6 jeriken masing-masing berkapasitas 50 liter.

Menurut keterangan sopir, BBM tersebut dibeli di Sintang. Tersangka dijerat dengan Pasal 53 huruf B dan D, UU No. 22 Tahun 2001, tentang Migas (minyak dan gas bumi).

 “Terkait penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga BBM, dengan ancaman 3-4 tahun penjara dengan denda Rp30-40 juta,” tegas Charles. Dia menyebutkan, jajaran Polres Kapuas Hulu memang tengah mengintensifkan razia dan penertiban. Baik terkait masalah barang-barang ilegal, narkoba dan persoalan lainnya yang terjadi dimasyarakat termasukmasalah kebakatan hutan dan lahan.(aan)

Berita Terkait