Bayi Kembar Tiga Lahir di Pontianak

Bayi Kembar Tiga Lahir di Pontianak

  Minggu, 21 February 2016 07:30
KEMBAR TIGA: Bayi kembar tiga yang lahir selamat di RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Pontianak di mana semuanya berkelamin perempuan. Bayi pertama dirawat bersama bayi ketiga dan bayi kedua dirawat di inkubator terpisah. MIFTAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Bayi kembar tiga lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Pontianak, Senin, sekitar pukul 22.01 WIB. Bayi kembar tiga tersebut merupakan buah hati pasangan Naisyah (37) dan Asmadi (40).

Kelahiran bayi yang melalui proses operasi caesar itu, langsung disambut gembira keluarga yang menunggu di luar ruangan operasi. Bukan hanya keluarga, seisi rumah sakit yang mengetahui kabar tersebut langsung ingin menyambut si bayi dengan gembira.

Menurut sang ayah, Asmadi, sejak 5 bulan kehamilan, sebenarnya dia sudah mengetahui melalui proses USG bahwa istrinya mengandung tiga anak. Sementara ibu bayi kembar tiga tersebut, Naisyah, begitu terkejut dengan perasaan campur aduk, saat mengetahui dia sedang mengandung tiga anak. Sementara sebelumnya, dia telah melalui proses tiga kali melahirkan secara normal. “Sedih juga, suka juga rasanya, takut juga. Tapi sekarang sudah lebih tenang,” kata Naisyah yang saat itu ditemani sang kakak.

Asmadi, ayah bayi kembar tiga, mengungkapkan bagaimana gugupnya dia menghadapi proses kelahiran anaknya. Ketakutan dan kegugupannya dari beberapa bulan lalu tersebut, diakui dia, baru bisa hilang setelah melihat anak dan istrinya sehat. Diungkapkan dia jika perasaan tersebut muncul setelah mengetahui istrinya akan melahirkan dengan cara caesar. “Karena sebelumnya istri saya melahirkan selalu normal dan kali ini dibilang akan caesar, saya itu jadi takut ini akan bagaimana? Untung saja dokternya juga semangat mendengar kabar istri saya mengandung tiga anak kembar, lalu dokter menyanggupi operasi, saya jadi merasa tertolong,” ungkapnya.

Neni Dwi Anggraeni, dokter yang menangani proses kelahiran tersebut menjelaskan, setelah 5 bulan kehamilan, diketahui bahwa Naisyah mengandung tiga calon anak. Selanjutnya, dia memberikan kepada ibu calon bayi obat penguat paru-paru, agar tetap sehat selama kehamilan. “Kelahiran ini sebenarnya prematur, karena sebelumnya dijadwalkan operasi akan dilaksanakan 11 Maret nanti. Tapi karena ketubannya sudah pecah, saya langsung ambil tindakan,” ceritanya bersemangat.

Sementara, Fatimah, bidan yang selama ini merawat Naisyah, menjelaskan jika ketiga bayi tersebut saat ini masih dirawat di ruangan khusus NICU (Neonatal Intensive Care Unit). NICU ini sendiri adalah unit perawatan intensif untuk bayi baru lahir. Perawatan tersebut, menurut dia, dibutuhkan karena bayi kembar tiga ini memiliki berat badan rendah. “Semuanya berkelamin perempuan, dengan berat masing masing, bayi pertama 2,1 kg, bayi kedua, 1,9 kg; dan bayi ketiga 1,7 kg, dengan kondisi sehat,” ungkap Fatimah.

Saat ini pasien sedang dirawat intensif di ruang isolasi agar kondisinya semakin baik. Ketiga bayi kembar ini masih mendapat perawatan intensif dari Rista Lestari, dokter spesialis anak di rumah sakit tersebut. “Bayi pertama dirawat bersama bayi ketiga dan bayi kedua dirawat di inkubator terpisah. Walaupun prematur, tapi ketiga bayi terlihat sehat karena dipantau terus kondisinya,” kata dokter Rista. (mif)

Berita Terkait