Bayar Pajak Kendaraan

Bayar Pajak Kendaraan

  Jumat, 13 May 2016 10:03
RAZIA: Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Kayong Utara dan Polsek Sukadana menggelar razia gabungan. Kepala UPPTD Kayong Utara, Syahrial turun langsung ke lapangan. foto.Istimewa.

Berita Terkait

SUKADANA--Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Kayong Utara (KKU) kembali menggelar razia bersama Polisi Sektor (Polsek) Sukadana, Kamis (12/5) di pertigaan Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah, Jalan Bhayangkara.

Pada razia tersebut turun langsung Kepala UPPD Kayong Utara, Syahrial, yang mengatakan razia gabungan ini selain dimaksudkan sebagai pembinaan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu, juga sekaligus dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan dan penegakkan peraturan berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Razia ini juga bekerja sama dengan pihak kepolisan setempat (Polsek Sukadana-red)

Syahrial menambahkan, razia gabungan tersebut merupakan salah satu usaha yang cukup efektif dalam menertibkan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Selain pemeriksaan kendaraan yang telah jatuh tempo, juga dilakukan pemeriksaan terhadap masa berlakunya Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM), serta masa berlaku KIR Kendaraan Umum. 

“Paling tidak dengan adanya kegiatan razia ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Selain itu dengan melakukan kerjasama bersama pihak kepolisan (Polsek Sukadana.red) dapat menyadarkan masyarakat untuk taat mematuhi peraturan lalu lintas,”terangnya.

Dalam razia ini juga ditekankan kepada pemilik kendaraan roda empat angkutan orang dan barang, yang berplat kuning dan hitam. Kedua kendaraan jenis tersebut memang agak berbeda mengenai pembayaran pajaknya. 

Untuk kendaraan angkutan yang berplat kuning dan hitam memang terdapat perbedaan pajaknya. Kendaraan bermotor roda empat yang berplat kuning pajaknya lebih kecil dibandingkan yang hitam, karena yang berplat kuning merupakan jenis kendaraan umum, bukan pribadi. “Khusus di Kayong Utara, kendaraan roda empat yang berplat kuning memang belum begitu banyak. Mungkin karena masih kabupaten baru, yang waktu penerbitannya masih melalui Kabupaten Ketapang. Kedepannya, sebaiknya kendaraan bermotor yang difungsikan sebagai angkutan barang dan orang, di Kayong Utara, berplat kuning lebih bagus. Kalau berplat kuning sekarang ini ada peraturan baru yang harus berbentuk PT atau CV. Sehingga bukan lagi dalam bentuk perorangan atau pribadi. Memang kendaraan yang berplat kuning itu, yang menerbitkan izinnya pihak Dinas Perhubungan, kita hanya mengurus persoalan pembayaran pajaknya saja,”papar Syahrial.

Pembayaran pajak yang dilakukan para pemilik kendaraan bermotor, sambungnya, khusus roda empat di Kayong Utara, semenjak diadakannya razia secara rutin mulai meningkat. Sebelumnya, per hari yang mengurus pembayaran pajak ke kantor UPPD bisa mencapai belasan, sekarang ini sudah meningkat menjadi 30 an kendaraan per harinya. Artinya dalam razia rutin ini membawa dampak yang baik guna meningkatkan pendapatan daerah.

Sementara itu, Kepala Unit Lalu Lintas (Kanit Lantas), Polsek Sukadana Aiptu Dharmayudin, mengatakan penggunaan plat kuning bagi kendaraan orang dan barang seperti truk, pick up, dan bus serta kendaraan rental tentunya akan mempermudah polisi dalam melakukan pengawasan.

“Perbedaan yang khusus menyangkut plat kuning dan hitam, tentu bisa lebih mudah untuk melakukan pengawasannya. Sebab bagi pengemudi kendaraan yang berplat kuning, surat izin mengemudinya berbeda dengan yang berplat hitam. SIM Umum untuk plat kuning dan SIM A untuk plat hitam. Pengemudi yang memiliki SIM A tidak bisa mengendarai kendaraan berplat kuning. Karena masing-masing sudah memiliki ketentuan,”tutup Kanit Lantas Polsek Sukadana. (dan) 

Berita Terkait