Bawa 1 Kg Sabu, Pasutri Ditangkap Polisi

Bawa 1 Kg Sabu, Pasutri Ditangkap Polisi

  Selasa, 10 November 2015 08:26
PANAH KAPUAS: Polisi menangkap 37 tersangka yang berhasil dijaring dalam Operasi Panah Kapuas di Mapolda Kalbar kemarin. Para tersangka ini melakukan kejahatan yang meresahkan masyarakat. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Sepasang suami istri di Kampung Luar Jalan Tanjung Raya I Pontianak Timur ditangkap polisi karena kedapatan memiliki sabu seberat 1 kilogram, Senin (9/11). Keduanya pun langsung digelandang menuju Polresta Pontianak untuk diperiksa.Berdasarkan informasi yang dihimpun Pontianak Post, penangkapan pasangan suami istri yang diduga kuat sebagai kurir ini berawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di Kecamatan Pontianak Timur. Mendapatkan informasi tersebut, anggota Satuan Narkoba Polresta Pontianak langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pasangan suami istri berinisial N dan J itu. Mereka kedapatan membawa sabu seberat kurang lebih 1 kilogram. "Sabu disimpan di dalam tas warna merah yang dibawa oleh N," kata seorang sumber kepada Pontianak Post, malam kemarin.

Barang haram tersebut terdiri dari 10 paket ukuran sedang dengan dibungkus plastik transparan. ‎Hingga pukul 22.10 tadi malam, kedua kurir narkoba itu diperiksa polisi.Kedua kurir sabu itu dikabarkan ingin mengantarkan narkoba jenis sabu ke salah satu Gang Jalan di Tanjung Raya 1 Kecamatan Pontianak Timur. Namun, sebelum sampai ke tempat tujuan, polisi keburu menciup keberadaan mereka dan langsung melakukan pengkapan.

Kepala Satuan Narkoba Polresta Pontianak Kompol Abdullah Syam ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan atas penangkapan tersebut. Namun demikian, pihaknya masih belum memberikan keterangan secara detail karena masih dilakukan pengembangan. Sebelumnya Direktorat Narkoba Polda Kalbar menangkap 10,75 kilogram dari seorang sopir taksi bernama Dwi Kuswoyo di Jalan Trans Kalimantan Kecamatan Sungai Ambawang. Sabu bernilai miliaran rupiah itu berasal dari Malaysia yang lolos dari pemeriksaan PPLB Entikong.Pelaku menyamarkan barang‎ haram itu dengan mengemas seperti kemasan susu bubuk khas negeri jiran itu.

 

Ungkap 37 Tersangka

Selama dilaksanakan Operasi Panah Kapuas 2015, Polda Kalbar berhasil menangkap 37 pelaku yang menjadi target operasi (TO). Mereka terlibat berbagai kejahatan, di antaranya pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).Selain mengamankan 37  pelaku kejahatan, Polda Kalbar juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya linggis, senjata tajam, alat pemotong besi dan beberapa barang bukti lainnya. Selain itu juga diamankan barang bukti hasil kejahatan seperti sepeda motor dan barang lain.

Kapolda Kalimantan Barat, Brigjen Pol Arief Sulistyanto mengungkapkan, dalam Operasi Panah Kapuas 2015 sesi 2 yang dilaksanakan sejak tanggal 31 Oktober 2015 ini, dirinya menargetkan 42 jenis target operasi baik orang maupun barang, termasuk Direktorat Kriminal Umum Polda Kalbar sendiri. Dimana masing-masing polres jajaran yang menjadi pelaksana operasi diberikan enam target operasi.“ Alhamdulilah dari target operasi yang diberikan, 25 target operasi terungkap. Artinya prosentase 49,5 persen,” kata Arief saat memberikan keterangan pers,kemarin.

Enam polres pelaksana operasi Panah Kapuas 2015 sesi 2 ini di antaranya Polresta Pontianak, Polres Mempawah, Polres Singkawang, Polres Sintang, Polres Ketapang, Polres Sanggau dan Direktorat Kriminal Umum. Di mana masing-masing Polres tersebut telah menyelesaikan 3-4 target, dengan rincian; Polresta Pontianak berhasil mengungkap empat target dengan tujuh tersangka, Polresta Mempawah mengungkap empat target dengan enam tersangka, Polres Singkawang mengungkap tiga target dengan lima tersangka, Polres Sintang mengungkap empat target dengan empat tersangka, Polres Ketapang mengungkap empat target dengan enam tersangka, Polres  Sanggau mengungkap tiga target dengan lima tersangka dan Direktorat Kriminal Umum Polda Kalbar sendiri mengungkap empat target dengan empat tersangka.“Upaya-upaya yang kami lakukan ini bertujuan untuk menciptakan situasi kondusif menjelang pilkada,” lanjut Arief. (arf)

Berita Terkait