Basecamp Pekerja Masjid Terbakar

Basecamp Pekerja Masjid Terbakar

  Kamis, 13 Oktober 2016 09:30
HANGUS : Api menghanguskan basecamp pekerja pembangunan masjid Nurul Hidayah di Desa Anjongan. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Malang menimpa pekerja pembangunan Masjid Besar Nurul Hidayah, Desa Anjongan Dalam, Kecamatan Anjongan. Basecamp pekerja asal Jember, Jawa Timur ini ludes terbakar, Rabu (12/10) sekitar pukul 13.00 WIB. Tidak ada korban jiwa, namun satu unit motor hangus dilalap api.

Ketua Pembangunan Masjid Besar Nurul Hidayah, Tri Margono menceritakan kebakaran itu berlangsung ketika para pekerja sedang melakukan aktivitasnya di masjid. Seluruh pekerja sibuk melakukan pengecoran lantai masjid usai istirahat makan siang.

Sedang asik bekerja, tiba-tiba saja asap mengepul dari dalam basecamp. Tak lama kemudian, api pun mulai melalap bangunan basecamp yang berukuran kurang lebih 6 x 8 meter itu. Melihat api semakin membesar, pekerja pun berusaha memadamkan api. Menggunakan ember dan tempat penampungan air lainnya, pekerja dibantu warga mencoba menjikan si jago merah.

Namun, faktor angin kencang membuat api semakin beringas melalap seluruh bangunan basecamp beserta isinya. Pekerja pun hanya bisa tertunduk lesu melihat basecamp beserta barang-barang berharga miliknya ludes dilalap api. Termasuk satu unit sepeda motor jenis mio milik pekerja tak bisa diselamatkan.

“Tidak ada yang bisa diselamatkan dalam musibah kebakaran ini. Identitas, uang, peralatan kerja, televisi, tempat tidur dan lainnya habis terbakar. Hanya tersisa pakaian di badan yang dimiliki para pekerja,” lirih Margono.

Ditanya penyebab kebakaran, Margono mengaku belum mengetahuinya. Namun, kuat dugaan penyebab kebakaran akibat konsleting listrik di basecamp. Mengingat, ketika kebakaran itu terjadi basecamp dalam keadaan kosong.

“Untuk identitas pekerja, sudah kami koordinasikan dengan Kepala Desa setempat. Bahkan, Pak Camat pun sempat turun ke lokasi dan melihat kebakaran. Kita akan upayakan agar pekerja ini mendapatkan surat identitas sementara selama menyelesaikan pembangunan masjid,” tuturnya.

Lebih jauh, Margono memastikan musibah kebakaran tersebut tidak menghambat pembangunan Masjid Besar Nurul Hidayah, Anjongan. Pembangunan masjid akan terus berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ada.

“Sementara waktu, para pekerja akan tinggal di bangunan masjid yang telah rampung. Masalah kerugian dalam musibah ini, kita belum bisa memastikan nominalnya. Tetapi dari perkiraan bisa mencapai puluhan juta rupiah,” tukasnya.

Kebakaran bangunan basecamp pekerja Masjid Besar Nurul Hidayah, Desa Anjongan Dalam itu menarik perhatian masyarakat. Mereka tampak berdatangan ke lokasi kebakaran untuk melihat puing-puing basecamp yang telah dilalap api. (wah)

Berita Terkait