Baru Dibangun, Puskesmas Belitang, Sekadau Ambruk

Baru Dibangun, Puskesmas Belitang, Sekadau Ambruk

  Sabtu, 16 December 2017 16:58

Berita Terkait

SEKADAU – Puskesmas Desa Belitang II, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau, ambruk, Jumat (15/12) petang. Puskesmas yang dibangun pada 2016 lalu itu memang belum beroperasi. Belum diketahui penyebab pasti ambruknya bangunan tersebut.

Kapolsek Belitang, IPDA Agus Junaidi menuturkan, adapun bagian tiang diteras Puskesmas patah dan beberapa bagian dinding retak. Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.00.

Agus mengatakan, belum mengetahui secara pasti penyebab ambruknya Puskesmas yang dibangun 2016 lalu itu. Berdasarkan informasi, Puskesmas tersebut dibangun dengan menelan dana sekitar Rp2,4 miliar. 
“Masih diselidiki penyebabnya. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polres Sekadau,” ujarnya, Sabtu (16/12).

Sementara itu, Camat Belitang Saut Parulian terkejut setelah mendapatkan informasi ambruknya Puskesmas tersebut dari stafnya.

Mengetahui hal itu, ia meminta stafnya untuk melaporkan hal tersebut kepada pemerintah daerah. “Itulah saya keget dengarnya, tapi mau diapakan lagi memang sudah begitu (Ambruk, red),” ucapnya.

“Saya suruh staf foto dan kirimkan ke Bupati untuk dilaporkan melalui Humas Pemkab. Sudah dilaporkan,” sambungnya. 

Saut mengatakan, Puskesmas yang terletak di Desa Belitang II itu dibangun pada 2016 lalu saat dirinya belum menjabat sebagai Camat. Dirinya mengaku belum mengetahui penyebab pasti ambruknya Puskesmas tersebut. Saut mengungkapkan, sebelum ambruk bangunan tersebut telah dicek bersama Inspektorat. 

“Belum tahu juga penyebab pastinya, itu kan baru dibangun belum ditempati. Mungkin fondasinya tidak kuat atau kontraktornya entah bagaimana kerjanya tak tahu lah, yang pasti sudah kami laporkan kondisinya,” jelasnya. 

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, Aloysius Ashari mengatakan, pembangunan Puskesmas tersebut berasal dari anggaran tahun 2016. Proyek itu, kata dia, melampau masa kontrak yang telah ditentukan. 

“Jadi tidak bisa dibayarkan ditahun lalu. Rencananya akan dilakukan pembayaran tapi menunggu hasil audit dari Inspektorat Kabupaten Sekadau,” bebernya. 
Ia mengatakan, adapun dari Inspektorat memberikan rekomendasi agar Dinas Kesehatan memanggil tim teknis Untan. Sehingga, dilakukan pengecekan lapangan dan study lapangan.

“Hingga saat ini belum ada datang, dikarenakan anggaran untuk tinjau lapangan tidak ada. Apakah dianggarkan ulang atau seperti apa,” tuturnya. (dina/kapuaspost)
 

Berita Terkait