Barca Semakin Merana

Barca Semakin Merana

  Jumat, 15 April 2016 09:04

Berita Terkait

MADRID – Messi Pulang. Judul harian Italia La Gazzetta dello Sport kemarin (14/4). Sang bintang Barcelona Lionel Messi terpotret tak berdaya. Messi berjalan tertunduk sambil menggaruk kepala. Messi seolah masih belum habis pikir. Bagaimana mungkin, tim yang dikatakan berisi alien, karena kemampuan olah bola para individunya di atas rata-rata, kalah. 

Barcelona seperti dejavu. Dua musim lalu, Atletico Madrid juga yang menyingkirkan mereka di perempat final Liga Champions. Kalau tak mau dikatakan keledai, fakatanya Barcelona terantuk di lubang yang sama buat kedua kalinya. 

Kemarin (14/4) pada second leg perempat final Liga Champions di Vicente Calderon, Barcelona disikat Atletico Madrid dua gol tanpa balas. Selain melenggang ke semifinal, lunas sudah dendam Rojiblancos, julukan Atletico, kepada Barcelona.

Pada first leg perempat final Liga Champions di Camp Nou, 6 April lalu, Atletico kalah 1-2. Namun kemenangan yang akhirnya menggemakan tagar #UEFAlona karena 'ketidakadilan' yang diterima Atletico, kemudian mencambuk Gabi dkk agar semakin baik. 

“Ada kebajikan yang lahir setelah kerja keras yang kami lakukan di lapangan. Juga ada hal-hal yang lebih penting ketimbang berpuas diri setelah kami sampai pada semifinal Liga Champions musim ini,” ucap Simeone seperti diberitakan UEFA kemarin. 

Pahlawan bagi Atletico kemarin adalah penyerang Antoine Griezmann. Dua gol pemain 24 tahun itu ke gawang kiper Barcelona Marc Ter Stegen lahir pada menit ke-36 dan 88. Gol kedua Griezmann lahir dari titik penalti diawali insiden kapten Barcelona Andres Iniesta melakukan handball di kotak penalti. 

“Sekali lagi kami melalui pertandingan yang sangat sulit namun menyenangkan. Kami tak pernah putus harapan, kami bekerja untuk mengetahui bagaimana situasi yang kami hadapi serta apa yang bisa kami lakukan,” ujar Simeone. 

Atletico dalam laga kemarin seperti mengumbar Blaugrana, julukan Barcelona, mendominasi laga. Ball possesion yang dipunyai Barcelona sampai 72 persen. Penguasaan bola yang sedemikian tinggi malah menjadi bumerang buat Iniesta dkk. Di babak pertama, hanya sekali Barcelona melakukan shot on goal. Itupun tiga menit sebelum turun minum. 

Ya, dengan formasi klasik 4-4-2, Simeone menjaga kerapatan barisan pertahanan timnya. Instruksinya jelas, persempit jarak tembak para pemain Barcelona. Juga matikan trisula MSN, Lionel Messi-Luis Suarez-Neymar. Dan itu dijalankan dengan baik Diego Godin sebagai tiang utama di jantung pertahanan Atletico. 

Di babak kedua, setelah tertinggal satu gol dari Atletico, agresivitas Barcelona menanjak. Dari hanya tiga tembakan, berlipat menjadi 12 kali di akhir laga. Namun total dari 12 tembakan, cuma empat yang akurasinya pas ke gawang Atletico yang dijaga Jan Oblak. 

Laga kemarin juga tak lepas dari beberapa insiden penting. Misalnya yang terjadi antara bek Atletico Diego Godin dengan penyerang Barcelona Suarez. Meski keduanya sama-sama bertanah air Uruguay, gesekan di lapangan tak terhindarkan. 

Mata Godin lebam akibat sikut Suarez ikut andil dalam pertandingan. Ceritanya pada menit ke-69, Suarez yang berduel di udara dengan Godin menyikut mata bek 30 tahun itu. 

Kemudian pada menit ke-91 atau masa injury time, gelandang Atletico Gabi melakukan handball. Akan tetapi wasit Nicola Rizzoli (Italia) hanya memberikan tendangan bebas karena di mata Rizzoli, handball terjadi di luar kotak penalti. 

“Ya, saya memang melakukan handball. Akan tetapi saya tak menyadari seandainya handball tersebut di dalam area terlarang,” aku pemain bernama asli Gabriel Fernandez Arenaz itu kepada Goal.

Sementara itu, entrenador Barcelona Luis Enrique mengambil semua tanggung jawab kekalahan tim di pundaknya. Mantan pelatih AS Roma dan Celta Vigo itu tak menyalahkan atau mencari kambing hitam diantara anak asuhnya. 

Sorotan utama memang mengarah kepada Lionel Messi. Messi sudah mandul dalam 452 menit. Artinya dalam lima laga terakhir Barcelona, pemain 28 tahun itu tanpa kontribusi gol juga assist. 

"Di babak pertama, Atletico menunggu kami dan mencoba menyerang dengan cepat. Dan strategi itu berhasil,” kata Enrique kepada UEFA. “Kami harus bangkit di laga ke depan di ajang domestik,” tambah pelatih asal Gijon itu. 

Dalam enpat laga terakhir yang dijalani Barcelona di semua ajang, hanya sekali Barcelona meraih kemenangan. Barcelona kalah atas Real Madrid (3/4), Real Sociedad (10/4), serta  Atletico (14/4). (dra)

Berita Terkait