Barang Sitaan Dihancurkan

Barang Sitaan Dihancurkan

  Jumat, 24 June 2016 09:34
HANCURKAN: Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengemudikan tandem roller saat pemusnahan barang barang illegal dan melanggar peraturan. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS – 1.069 jenis makanan dan minuman dalam kemasan, Kamis (23/6) dimusnahkan dengan cara dilindas dan dibakar. Barang-barang tersebut merupakan hasil pengawasan pasar di Kabupaten Sambas. Para pengusaha dan pedagang pemilik barang pun diundang untuk menyaksikan kegiatan tersebut.

Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH langsung mengendarai tandem roller ukuran kecil menghancurkan minuman yang dikemas dalam botol ataupun kaleng. Kemudian dengan cara dibakar makanan, yang telah disita dari pedagang.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas, Drs H Uray Tajudin Msi menyebutkan barang-barang yang dimusnahkan. Merupakan hasil pengawasan Pasar di kabupaten ini.

“Ada Tim pengawasan barang, diantaranya Diskumindag sendiri, badan ketahanan pangan, DKP, Dinkses, Satpol PP, Bagian Ekonomi dan Humas serta Perlengkapan Setda Kabupaten Sambas serta Polres dan Kejaksaan Negeri Sambas,” kata Drs H Uray Tajudin Msi. Ada sekitar 1.069 kemasan barang yang dimusnahkan yang merupakan hasil pengawasan 2015 – 2016. Diantaranya bakso, makanan ringan , kosmetik, susu, minuman dan makanan kadaluwarsa, minol, bumbu makanan, sosis.

“Jumlah ini diambil dari sekitar 40 pedagang yang ada. Dan seluruh pasar di Kecamatan di Kabupaten Sambas, rata-rata kita temukan barang dagangan yang melanggar ketentuan yang berlaku,” katanya.

Selain mengambil barang dagangan yang melanggar dengan persetujuan pedagang. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga meminta kepada seluruh pedagang untuk mematuhi segala peraturan perdagangan. Diantaranya tak menjual barang kadaluwarsa, tak menjual barang illegal karena itu berdampak pada kesehatan masyarakat sebagai konsumen.

Dalam kegiatan pemusnahan, juga diundang pedagang dan pengusaha yang barang-barang dagangannya dimusnahkan. Namun dari 40 undangan yang dikirim, hanya delapan pengusaha dan pedagang yang datang.

Wabup Sambas, Hj Hairiah SH MH menegaskan jika surat peringatan sudah diberikan kepada pengusaha. Namun tidak dipatuhi. Pihak terkait bisa melakukan tindakan tegas berikutnya.

“Para pengusaha dalam menjalankan usahanya, karena kita berada di negara hukum. Kita harus tunduk dengan aturan yang berlaku. Kalau tak mau (taat hukum), bisa saja di tutup tempat usahanya. Atau kalau melanggar peraturan, kita bisa minta kepolisian untuk melakukan penyidikan hingga membawa ke ranah hukum,” kata Hj Hairiah SH MH,

Kamis (23/6).

Dikhawatirkan, jika tidak ada tindakan tegas bisa menjadi hal buruk bagi pedagang lain. “Jika langkah tegas tak diambil terhadap pengusaha atau pedagang yang melanggar aturan. Bisa membuat pedagang lain mengikuti, karena yang melanggar saja tak dihukum. Artinya apa yang dilakukan, untuk memberikan efek jera” katanya.

Artinya ada peraturan yang harus dipatuhi dalam berusaha. Dan itu semua agar masyarakat sebagai konsumen tidak rugi. “Kepada para pengusaha, jangan sampai merugikan masyarakat, henti kan upaya penjualan barang yang dilarang atau kadaluwarsa,” katanya.

Wabup pun berharap, apa yang dimusnahkan kali ini. Tak ada yang lagi di tahun depan. Termasuk para pengusaha atau pedagang yang dipanggil kali ini, tak ada lagi di tahun depan. Dengan artian, ada kesadaran dalam berusaha ke depannya.(fah)

Berita Terkait